Terbaru

Tiba Sebagai Peserta Terakhir, Pulang Sebagai Juara

By on 4 Mei, 2018 0 3 Views

Marching Band (MB) An-Nur II Al-Murtadlo baru berdiri tidak lebih dari sepuluh bulan. Namun di usia semuda itu tim ini telah meraih 7 piala dalam satu ajang perlombaan di GOR Ken Arok, pada Ahad, 29 April 2018.

Dalam perlombaan drum band dan marching band yang bertajuk KDS Display, PlayPass n Colour Guide Conteske-XI 2018 ini, MB An-Nur II berhadapan dengan sedikitnya 100 peserta lainnya. Ini merupakan ajang tahunan yang digelar oleh KDS (Ken Arok Duta Swara) di lingkup Jawa Timur. Tidak hanya dari Malang, peserta juga datang dari Pasuruan, Sidoarjo, Gresik dan Jombang.

Tampil Sebagai Juara

Tepuk tangan penonton yang  memenuhi tribune terdengar riuh ketika MB An-Nur II tampil sebagai peserta terakhir. Dan di antara ribuan penonton itu hadir pengasuh Pondok Pesantren An-Nur II (Pesantren Wisata) Dr. KH. Fathul Bari, Ag. H. Khoiruddin, dan Ibu Nyai Lathifah beserta keluarga ndalem lainnya yang berada di tribune barat.

Ini merupakan pengalaman pertama bagi seluruh anggota MB yang berjumlah 108 pasukan itu. Ada rasa grogi di awal perlombaan ini. “Awalnya memang grogi kalau harus tampil di hadapan banyak orang, tapi (ketika) main tadi bisa enjoy” ujar Khoir, salah seorang anggota di devisi Colour Guard (CG).

Dan pada event yang digelar untuk memperingati ulang tahun Kota Malang yang ke-104 ini, MB An-Nur II telah menorehkan sejarah baru dengan perolehan prestasi itu. MB An-Nur II tampil sebagai peraih juara 2 kategori Marching Band SMA/Umum. Hanya tertinggal 0.50 poin dari Marching Band N-1 (SMAN 1 Kepanjen) : 770,80 poin dan 770,30 poin.

Meskipun begitu, dari 9 kriteria penilaian, tim Marching Band binaan Pak. Fathullah yang mengetuai kelompok pelatih Marching Band “Pandawa” ini juga berhasil meraih 6 piala lainnya. Yaitu, The Best Analisa Musik, The Best Display and Showmanship, The Best Costume, The Best Field Commander, The Best Marching and Manouvering dan The Best Drum Major. Sesuai tema yang diangkat pada event yang dimulai sejak 2009 ini : “Kami datang untuk berprestasi”.

Gaya Timur Tengah

Dari ratusan peserta yang turut serta dalam perlombaan yang dimulai sejak Jum’at 27 April itu, MB An-Nur II adalah satu-satunya yang membawakan konsep Timur Tengah. Dimana para pembawa bendera CG memakai imamah dan kostum pasukan berwana hitam emas yang bernuansakan peperangan ala zaman Nabi Muhammad.

Dengan lagu The Darkness, The Massage dan The Glory, mereka membawakan sebuah kisah tentang peradaban Islam di masa awal penyebarannya dengan judul “The Massage”. Dalam kisah itu, diceritakan pembebasan budak Bilal bin Rabbah yang disiksa majikannya oleh Abu Bakar. Bilal yang menjadi mu’adzin pertama umat Islam itu pun merdeka.

Namun, tidak selesai di situ. Setelah Islam berjaya di Madinah, peperangan Islam melawan orang-orang kafir tak terelakkan. Serangkaian perang pun terjadi. Yang terbesar adalah perang Badr, dimana perang itu juga merupakan kemenangan terbesar umat Islam. Dan seperti itu pula lah MB An-Nur II, pulang dengan membawa kemenangan yang besar.

 

Pewarta : Izzul Haq

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: