Study Comperative: Dua Pesantren itu Saling Berbagi Wawasan

Siang itu, terdengar riuh sorakan-sorakan para santri yang bersemangat melihat penampilan teman sesama santrinya di dalam ruangan lantai dua gedung pendopo Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”. Bukan hanya santri dari satu pesantren, melainkan kumpulan santri dari pesantren yang berbeda.

Sabtu, 12 Februari 2022, dalam rangka melaksanakan program “Study Comperative” lembaga IICP (International Islamic Class Program) Pondok Pesantren Puncak Darussalam, Pamekasan, Madura, memutuskan untuk mewujudkan minat studi bandingnya ke An-Nur II dan belajar bersama.

Belajar dari Suasana bak Wisata    

Menjadi tujuan utama studi banding, An-Nur II tak hanya beperan sebagai wadah untuk saling berbagi wawasan dan mengasah intelektual berbahasa. Ustaz Ahmad Sayuti, sekretaris IICP dalam wawancaranya bersama kru Mediatech An-Nur II menjelaskan, bahwa kunjungan Pondok Puncak Darussalam tersebut juga memiliki maksud pembelajaran lain: mengamati nuansa wisata di pondok berjulukan “Pesantren Wisata”.

Menurut beliau, banyak hal unik yang ada di An-Nur II. Mulai dari pembentukan arsitektur bangunan, suasana, pemilihan lokasi, penataan taman dan banyak lainnya. Semua terasa senada membentuk nuansa pesantren rasa wisata.

Berawal dari hal-hal unik yang mereka temukan Itulah, Ustaz Ahmad Sayuti pun menaruh harapan agar di kemudian hari, Pondok Puncak Darussalam juga dapat membangun suasana wisatanya sendiri seperti di An-Nur II.

Maka dari itu, dari indikator itulah sebelum sesi acara-acara inti di pendopo berlangsung, kegiatan kunjungan tersebut terlebih dulu diisi dengan jalan-jalan berkeliling mengelilingi pesantren wisata pendirian Almaghfurlah romo KH. M. Badruddin Anwar.

Study Comparative, Sarana Mengasah Intelektual

Setelah kegiatan berkeliling pesantren usai, acara pun berpindah ke lantai dua pendopo Al-Badari. Menginjak awal acara, Ustaz Afifan Zainullah selaku pewakilan An-Nur II dan Ustaz Abdul Karim, perwakilan Pondok Darussalam masing-masing berkesempatan untuk memberikan sambutannya di atas podium yang telah disediakan.

Tak selang lama, sesi berganti. Tiap perwakilan dari kedua pesantren maju ke atas podium. Kedua perwakilan itu—saling mempresentasikan program-program unggulan yang dimiliki masing-masing pesantren melalui layar proyektor yang tersedia di pojok kanan ruangan.

 Di saat sesi pengenalan profil program unggulan dari masing-masing pesantren ini, Ustaz Arsuka, salah satu tutor bahasa Inggris IICP Darussalam berharap dapat menemukan dan menggali ilmu serta hal positif lainnya dari program milik An-Nur II. “Dari sini presentasi program tiap pondok ini, kita harap segala nlai plusnya dapat kami terapkan dan modifikasi di pondok kami.”

Seusai pengenalan program, sesi pun beranjak pada acara yang ditunggu-tunggu oleh tiap santri yang menghadiri acara tersebut: penampilan-penampilan dari kedua program unggulan masing-masing pesantren.  

Membuka awal penampilan, acara penuh bakat itu dimulai dengan sesi debat ilmiah bahasa Inggris. Berisikan dua kubu debat dengan masing-masing anggota tiga orang pendebat, debat ilmiah itu berlangsung sengit. Setiap peserta yang menyimak, mereka saling tertegun—tak lupa memberikan sorakan semangat dan tepuk tangan kepada kedua grup debat yang tampil dengan spektakuler itu.  

Lamat waktu kemudian, setelah kegiatan debat berakhir sesi acara pun dilanjut dengan penampilan pembacaan kitab Ahkam dan Ikhtisyaf dari perwakilan santri Pondok Darussalam. Sesi penampilan pun diakhiri dengan pertunjukan kemampuan bahasa asing dari santri An-Nur II program Al-Badr: pidato bahasa Arab dan story telling.

Mengakhiri sesi  acara, kedua pesantren itu masing-masing berkesempatan untuk saling memberikan cinderamata yang ada, foto bersama lalu ditutup dengan doa. “Walau tak sampai setengah hari, banyak ilmu dan pengalaman yang kami dapatkan di sini,” ujar Ustaz Fadlur Rohman, direktur IICP dalam sedikit kata terakhirnya pada kesempatan wawancara dengan tim Mediatech An-Nur II  

(Ahmad Firman Maulana Ghani/Mediatech)

Artikel Terbaru

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

@2026 | Yayasan Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”Zeldrex