“Jangan salah pandang tentang pondok,” begitulah pesan yang disampaikan Ustaz Rasyid, ketua madrasah MTsN 5 Nganjuk kepada para siswa-siswinya. Selasa, 01 Februari 2022, pada kunjungan kali ini, beliau ingin mengubah seluruh pandangan negatif dalam benak siswa-siswinya terkait pondok pesantren.
Bermaksud mengenalkan siswanya ke lingkungan pesantren, MTsN 5 Nganjuk memutuskan untuk memilih Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo (Pesantren Wisata) sebagai destinasi pertama dalam program rutinan kelas unggulan: Studi Wisata.
Jalannya Pijakan Studi Wisata MTsN 5 Nganjuk di An-Nur II
Pukul 09.05 WIB, Berseragam formal biru-putih khas pelajar jenjang SMP lengkap dengan almamater jas merahnya, 44 siswa kelas sembilan dan delapan MTsN 5 Nganjuk itu mulai memijakkan pijakan pertamanya di An-Nur II setelah kurang lebih enam jam melakukan perjalanan.
“Kali pertama saya masuk pondok An-Nur II, menurut saya ini adalah sesuatu yang indah,” ucap Ardandi Ilham Aryatama, siswa MTsN 5 Nganjuk. Dalam wawancaranya bersama Mediatech An-Nur II itu, Ardandi mengaku merasa terkesima ketika melihat ragamnya tata letak taman serta bangunan yang ada di pondok berjulukan “Pesantren Wisata” tersebut.
Tak lama setelah memasuki area pesantren, para Asatidz An-Nur II pun segera mengarahkan rombongan tersebut menuju dan untuk menziarahi makam Al-Maghfurlah romo KH. M. Badruddin Anwar.
Setelah semua anggota rombongan duduk sila berbaris di maqbarah Kiai Badruddin seperti halnya deretan saf salat, sesi pun berlanjut dengan pembacaan Tahlil yang dipimpin langsung oleh Bpk. Khatimul Ashom, pengajar MTsN 5 Nganjuk.
Setelah beberapa waktu dan pembacaan Tahlil usai, seketika rombongan pun diarahkan menuju ruangan lantai dua pendopo Al-Badari An-Nur II. Ketika memasuki ruangan tersebut, para siswa-siswi dan pengajar MTsN 5 Nganjuk dapat langsung menempati tempat duduk yang telah disediakan lengkap dengan sekat pembatas antara putra dan putri.
Sebagai penyambutan acara, para siswa MTsN 5 Nganjuk dapat menikmati berbagai video kreasi santri An-Nur II lewat layar proyektor yang telah dipasang di sudut ruangan sambil menikmati aneka suguhan yang ada.
Selang beberapa waktu, ketika pemutaran video kreasi telah usai, Bpk. Rasyid, kepala madrasah dipersilakan untuk memberikan sambutannya membuka acara Studi Wisata itu. “Alhamdulillah, kami bisa kembali hadir di pesantren ini lagi,” tutur beliau pada awal sambutan.
Bagi Bpk Rasyid, beliau sangat mengharapkan agar kelak siswa-siswi MTsN-nya dapat melangsungkan jenjang pendidikannya di lingkungan pesantren. Dan setelah melakukan berbagai survei, An-Nur II lah yang menjadi referansi pilihan harapan itu. “An-Nur II bukan pesantren biasa, banyak hal-hal dan inovasi yang bisa kita gali di sini,” ujar beliau mengakhiri sambutannya.
Selepas Bpk. Rasyid menyampaikan sambutan, seketika sesi acara dilanjut dengan sambutan oleh Dr. KH. Fathul Bari, S.S, M. Ag, pengasuh PP. An-Nur II mewakili keluarga besar Pondok Pesantren An-Nur II.
“Mondok (belajar di pondok) itu, bukan seperti masuk lapas,” tutur Kiai Fathul di awal kalimat sambutannya kepada para siswa rombongan tersebut. Di sambutan itu, menurut beliau, pesantren bukanlah tempat bagi para santri untuk dikekang dan pandangan buruk lainnya. Tapi pesantren adalah tempat para santri dibina, belajar langsung tentang ilmu kehidupan dan berinovasi di dalamnya.
Bagi Kiai Fathul, ketika seorang santri berada di pondok, secara tak langsung ia juga membantu kedua orangtuanya. Orangtua mencari nafkah di rumah, anaknya juga belajar dan senantiasa berdoa untuk kedua orangtuanya di rumah—semua saling membantu. “Mondok itu diniati bantu orangtua,” ucap beliau.
Usai sambutan dari pengasuh, sesi acara di ruangan itu berpindahn ke acara ramah tamah, foto bersama, lalu ditutup dengan penyerahan cinderamata dari MTsN 5 Nganjuk yang diberikan langsung oleh Bpk. Rasyid kepada Kiai Fathul.
Setelah penyerahan cinderamata, waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Rombongan tersebut dipersilakan untuk jalan-jalan mengelilingi pesantren dengan dibarengi oleh pihak Asatidz pondok sebagai pemandu.
Melihat Pesantren Rasa Wisata
Meliputi pemilihan rute, perjalanan rombongan itu bermula menuju ke arah Pondok Putri An-Nur II, kemudian dilanjut ke area SMP dan SMA An-Nur lalu diakhiri dengan melewati area Bonbin (Kebon Binatang) An-Nur II yang di dalamnya dipenuhi dengan berbagai macam satwa pilihan.
Setelah lambat waktu melakukan runtutan acara lengkap dengan perjalanan keliling pesantren, secara tak langsung hal itu juga menjadi tanda akan berakhirnya Studi Wisata ke- 3 yang dilakukan rombongan MTsN 5 Nganjuk ke Ponpes An-Nur II.
Para pelajar itu pulang—membawa pelajaran, pesan, kesan serta harapan yang ada. Semua tujuan kepala madrasah telah terpenuhi seusai kunjungan. “Semoga, kedepannya Pondok An-Nur II dapat lebih maju dan terus melahirkan santri-santri yang berpendidikan dan berakkhlak mulia,” ucap Ardandi di akhir kunjungan.
(Arif Rahman/Mediatech An-Nur II)
