Spoiler: Akan Ada Apa di Acara Puncak Harlah Ke-40 Nanti?

Spoiler: Akan Ada Apa di Acara Puncak Harlah Ke-40 Nanti?

40 tahun adalah usia yang matang bagi kedewasaan seseorang. Dimana pada usia ini Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi. Dan di usia ini pula Pondok Pesantren An-Nur II menata masa depan yang cerah.

Dua santri itu saling berhadapan. Secepat kedipan mata, salah seorang dari mereka meluncurkan sebuah pukulan. Sebelum genggam tangan itu mengenai wajah lawan di depannya, pukulan itu dapat mudah ditangkis. Dengan tangkisan lincah memainkan kaki dan gerak badan, si pemukul langsung tersungkur.

Tidak perlu risau, keduanya sudah terlatih. Tertulis pada punggung mereka berdua, Perisai Diri.

Di sisi lain, suara angklung menggema bersama pukulan drum set dan calo berirama. Disela-sela permainan anggota Surya Cahyo Al-Murtadlo -grup angklung itu, tabuhan banjari terdengar mengiringi. Sebuah kolaborasi nan cantik.

Di panggung utama, tim drama telah melatih peran. Sedang anggota pramuka dan paskibra, meneriakkan yel-yel. Berbaris rapi di sebelahnya, sekolompok penari piring meliuk-liukkan piring di atas tangannya.

Kemarin, Sabtu, 24 Agustus 2019, 150 santri yang akan tampil di acara uncak harlah Pondok Pesantren An-Nur II yang ke-40, melakukan gladi bersih di Aula Yamatin. Ust. Mochammad Faizuddin, ketua bagian acara, terlihat sibuk mengarahkan para pemain tersebut.

4 Acara Inti di Malam Puncak

Sebelum malam puncak perayaan harlah, rentetan acara telah dibuka Kamis, 22 Agustus lalu. Dr. KH. Fathul Bari, M. Ag, memukul gong tiga kali sebagai tanda dibukanya acara. Esok harinya, bazar santri dibuka bersamaan dengan diadakannya Bahtsul Masail yang mengundang 33 pesantren se-Malang Raya. Dan hari ini, Ahad, 25 Agustus 2019, diadakan ajang perlombaan tingkat Jawa Timur, Olimpiade dan Seni Ma’had An-Nur 4 (OSMANA 4). Serentetan ini akan ditutup pada malam puncak nanti, Senin, 26 Agustus.

Akan ada 4 susunan acara inti di malam puncak nanti. Pra acara akan dimeriahkan oleh lagu-lagu religi modern yang dibawakan grup angklung SCA dan banjari secara bergantian.
Lalu sekelompok pemeran drama akan menampilkan cerita sejarah pesantren yang terlahir di tahun 1979 ini. Setelah itu, baru masuk ke acara inti yang akan dibuka dengan pembawa acara.

Syech Fadhil Al-Jailani, cucu ke-25 Syech Abdul Qadil Al-Jailani, diagendakan untuk hadir. Berikut kesan-pesan para pengasuh dalam mendidik dan mencetak salihin-salihat. Pada bagian ini pula, serentetan harlah akan ditutup oleh pengasuh.

Barulah di acara ke-tiga, pementasan kolaborasi ekstrakurikuler dan seni budaya akan unjuk gigi. Di sini lah para santri menunjukkan bakat mereka. Sebagaimana yang dikatakan Ust. Faiz, “Bahwa santri tidak hanya pandai mengaji saja.”

Sebagai penutup, akan ada ucapan terima kasih dari panitia ke pada seluruh simpatisan yang terlibat dalam terselenggaranya acara ini.

Persiapan Sebelum Tempur

Sejauh ini, menurut Ust. Faiz, kesiapan acara mencapai 80%, “Ke serratus persen kan sedikit.” Jauh-jauh hari sebelum hari H, masing-masing penanggung jawab telah mempersiapkan tugasnya dengan matang. “Ini akan menjadi perayaan terbesar dalam sejarah An-Nur II, jadi harus maksimal,” ujarnya.

Meski bukan pertama kalinya, bagi kepala kamar yang sudah mondok sejak 2010, itu menjadi bagian acara, ini merupakan konsep acara yang belum pernah ada sebelumnya. Penampilan demi penampilan dikolaborasikan dengan tatanan yang berbeda. Seperti apa tatananitu? Kita lihat saja di acara puncak nanti.

Tentu harapan akan kesuksesan acara harus terwujud. Tanpa adanya kekompakan dan kerja keras panitia, acara yang tertata dan kondisional akan sulit terwujud.

Dengan konsep yang akan ditampilkan nanti, tersimpan sebuah pesan untuk para santri, baik yang masih di pondok maupun yang sudah menjadi alumni. “Kami berharap para santri lebih mengenal An-Nur II lebih dalam, dan untuk yang sudah menjadi alumni, bisa tahu perkembangan pesantren ini dari tahun ke tahun.”

Namun yang menjadi prioritas Ust. Faiz adalah bagaimana acara ini menjadi batu loncatan bagi generasi penerus An-Nur II untuk mengembangkan konsep ini di tahun-tahun mendatang. “Saya berharap acara ini menjadi acuan untuk acara yang lebih spektakuler nantinya.”

(MFIH/Mediatech An-Nur II)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: