Slai O’lai Gratis
Semua santri SMP An-Nur mengangkat Slai O’lai sambil berteriak “Semakin seru!” Kemudian mereka menepukkan tangannya. Lapangan antara gedung SMA timur dan SMP itu ramai oleh kegembiraan mereka.
Pukul 08.00, semua santri SMP An-Nur kelas tujuh hingga sembilan menuju lapangan voli. Di hadapan barisan mereka terdapat spanduk yang bertuliskan “Slai Your School”, agenda dari Slai O’lai. Menurut salah satu staf, agenda ini gunanya untuk promosi marketing juga mengajak santri berkreasi.
Menurut pengakuan Pramana, santri kelas tujuh, seminggu sebelum acara ini mulai, ustaz mereka mengutus beberapa anak untuk berpartisipasi lomba kreasi. Termasuk ia, jumlahnya lima anak membuat sebuah kotak tisu dari kemasan Slai O’lai.
Ada yang membuat Monas, rumah, juga kapal layar yang semuanya dari bungkusan Slai O’lai. Setiap asrama wajib mengirimkan satu karya sebagai perwakilan. Nantinya, staf Slai O’lai akan menilai dan memilih tiga karya sebagai pemenang.
Sekiranya semua santri sudah berbaris rapi, pembawa acara membuka kegiatan di pagi hari itu. Lantaran acara ini hanya untuk senang-senang saja, pembawa acara menyuguhkan kuis. Bagi yang bisa menjawabnya akan mendapat sekotak Slai O’lai.
Santri-santri antusias untuk berebut menjawab pertanyaan. Bahkan ada santri yang sampai maju agar staf Slai O’lai menunjuknya. Jika staf menunjuknya, maka si santri harus maju dan mengenalkan dirinya. Baru setelah itu menjawab kuisnya. Seumpama jawabannya benar, ia akan mendapat hadiahnya dan sebaliknya.
Selesai bermain kuis, saatnya pembagian Slai O’lai. Menurut salah satu staf, inilah manfaat kegiatan hari ini yaitu membagikan produk mereka. Sebelum pembagian, pembawa acara menginstruksikan agar santri tetap tenang dan tidak berpindah dari tempatnya. Lantaran para santri terlihat tidak sabar untuk segera memakannya.
Para staf beserta maha santri STIKK (Sekolah Tinggi Ilmu Kitab Kuning) memberikan setiap santri satu bungkus Slai O’lai. Para santri setelah mendapatkan tidak boleh langsung memakannya. Gunanya untuk saat slogan nanti.
Setelah semua santri kebagian Slai O’lai, pembawa acara mengumumkan sebuah slogan. Ada dua slogan, pertama pembawa acara akan mengatakan “Slai O’lai,” dan para santri menjawab “Manis, asam, cuit!” Kedua, pembawa acara meneriakkan “Slai O’lai isi empat,” dan semua menyahut “Semakin seru!”
Ketika santri-santri menjawab slogan pertama, mereka harus menaruh kedua jari di pipi sat berkata “manis”. Kemudian, kedua tangannya menggenggam di depan dada, saat berkata “asam”. Terakhir, ketika berkata “cuit” gerakannya seperti yang kedua tapi sambil menggerakkan pinggul. Sedangkan slogan kedua hanya perlu menjawab dan mengangkat Slai O’lai miliknya. Setelah itu, mereka bertepuk tangan.
Para staf akan menunjuk beberapa anak yang semangat ketika memperagakan slogannya. Anak itu akan maju dan kembali mempraktikkannya. Pembawa acara pun memberikan satu kotak bagi anak tersebut.
Kegiatan terakhir adalah pemilihan pemenang karya terbaik. Santri-santri yang ikut berpartisipasi akan membawa karyanya ke depan. Pak Harto, salah satu staf yang menjadi jurinya. Acara hari itu berakhir dengan terpilihnya tiga juara.
(Ahmad Firman Ghani Maulana/Mediatech)
