Ada kutipan dalam sebuah kitab bahwasanya, Abu Lahab yang merupakan seorang kafir dan sangat memusuhi Nabi Muhammad Saw., akan mendapat keringanan setiap hari Senin, mengapa? Karena ia bahagia di hari kelahiran Nabi. Lalu bagaimana dengan orang yang selalu senang dengan hari kelahiran Nabi dan ia merupakan seorang yang muslim?
Bercermin pada Abu Lahab, kita harus senang dengan hari kelahiran Nabi. Bahkan saking senangnya, Abu Lahab sampai memerdekakan budaknya yang bernama Tsuwaibah. Maka apa kontribusi yang dapat kita lakukan untuk merayakan hari lahir Nabi? Seperti yang Gus H. Ahmad Kafabihi Mahrus katakan, “Banyak sekali cara untuk memperingati hari lahir Nabi ini. Bahkan dengan hanya menyiapkan makanan dengan niat merayakan Maulid saja sudah hasil.”
Beliau juga menyampaikan, bahwa kita harus bahagia menyambut Maulid Nabi. Jika kalian tidak bisa bahagia atau pada hari ini kalian sedang tertimpa masalah, maka pura-puralah bahagia. Tujuannya demi takzim pada hari kelahiran Nabi. Bahagia di sini tidak semata-mata dengan tujuan takzim saja, bahagia di sini juga memiliki manfaat.
Manfaat Senang Dengan Hari Kelahiran Nabi
Salah satu manfaatnya ialah meningginya derajat orang tersebut, seperti pada sebuah cerita yang Gus Kafa sampaikan. Dahulu kala ada seorang kiai, ia memiliki tetangga yang sangat suka minum minuman keras.
Suatu hari tetangganya itu meninggal. Beberapa hari setelah kepergiannya, kiai tersebut bermimpi tentangnya. Kiai itu melihat tetangganya dengan derajat yang tinggi, lantas kiai ini bingung mengapa tetangganya yang pemabuk bisa mendapat derajat yang tinggi. Lalu tetangganya itu menceritakan semuanya.
Suatu saat ia pulang setelah mabuk-mabukan, dan di jalan pulang ia melewati sebuah masjid yang di dalamnya terdapat pengajian Maulid Nabi. Penceramah berkata, “Barang siapa yang membaca selawat dan mengeraskan suaranya, maka ia akan masuk surga.” Penceramah itu pun mengajak untuk memperbanyak selawat. Sontak tetangga kiai itu berteriak mengucapkan selawat sekeras-kerasnya, sehingga semua orang yang hadir menjawab selawat tersebut.
Hal inilah yang menjadikan orang itu bisa mendapat derajat yang tinggi. Ia membuat semua orang berselawat dengan suara yang keras, berkat semangat memperingati Maulid Nabi. Salah satu manfaat lainnya ialah meningkatkan rasa cinta terhadap Nabi Muhammad Saw. Jika bertambah rasa cinta terhadap Nabi, maka bertambah pula iman orang tersebut. Jika imannya bagus, maka akan semakin mudah untuk masuk ke surga.
Lantas apa hubungan cinta dengan iman? Orang yang cinta pada seseorang cenderung akan mengikuti apapun yang orang itu lakukan. Maka seperti ini pula hubungan cinta pada Nabi dengan bertambahnya iman. Terdapat pula sebuah hadis Nabi yakni,
المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ
Artinya, “Seseorang akan bersama orang yang dicintainya.”
Nabi Muhammad Saw., sudah pasti akan masuk ke surga. Sesuai dengan hadis di atas, jika kita cinta terhadap Nabi, maka kita pula akan ikut kepadanya.
(Farkhan Wildana S./Mediatech An-Nur II)
