22 Mei, 2018
  • 22 Mei, 2018

Sholat Gerhana, menunggu hitungan jam

By on 8 Oktober, 2014 0 0 Views

gerhana*oleh: DR. KH. Fathul Bari Badruddin, S.S., M.Ag

Alvers, Situs NASA memberikan informasi kejadian gerhana bulan 8 Oktober dimulai dengan fase gerhana sebagian mulai pukul 16:15 WIB, disusul fase total mulai 17:25 – 18:24 WIB, dan diakhiri dengan fase gerhana sebagian lagi sampai pukul 19:34 WIB. Dari waktu tersebut, jelas hanya Indonesia Timur yang bisa mengamatinya secara penuh. Di wilayah Barat Indonesia, ketika bulan terbit saat maghrib gerhana total sedang berlangsung. Gerhana bulan diamati di ufuk Timur. Gerhana bulan total mulai pada pukul 17:25 WIB (19:25 WIT) sampai pukul 18:40 WIB (20:40 WIT). Purnama menjadi lebih gelap.
Seluruh proses gerhana berakhir pada pukul 19:34 WIB (21:34 WIT).

 

Waktu terjadi gerhana disunnahkan utk sholat sunnah gerhana. Seperti hadits berikut:
فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَةِ
”Jika kalian melihat kedua gerhana matahari dan bulan, bersegeralah menunaikan shalat.

Alvers, dalam hadits lain disebutkan :
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا
”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah

Adapun cara sholatnya ada dua. Cara minimal : seperti sholat sunnah biasa. alvers, adapun Cara ideal adalah sbb:
1] Berniat
[2] Takbiratul ihram
[3] Membaca do’a iftiftah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dikeraskan suaranya, sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah:
جَهَرَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فِى صَلاَةِ الْخُسُوفِ بِقِرَاءَتِهِ
”Nabi saw menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana.” (HR. Bukhari Muslim)
[4]Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya.
[5]Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal)
[6]Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun tetap berdiri dan dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.
[7]Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya.
[8]Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal).
[9]Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.
[10]Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.
[11]Salam.
[12]Setelah itu imam berkhutbah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, sedekah, dll.

Dalam kitab fathul muin dijelaskan :
ﻭﺻﻼﺓ اﻟﻜﺴﻮﻓﻴﻦ ﺃﻱ ﻛﺴﻮﻑ اﻟﺸﻤﺲ ﻭاﻟﻘﻤﺮ. ﻭﺃﻗﻠﻬﺎ ﺭﻛﻌﺘﺎﻥ ﻛﺴﻨﺔ اﻟﻈﻬﺮ ﻭﺃﺩﻧﻰ ﻛﻤﺎﻟﻬﺎ ﺯﻳﺎﺩﺓ ﻗﻴﺎﻡ ﻭﻗﺮاءﺓ ﻭﺭﻛﻮﻉ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺭﻛﻌﺔ ﻭاﻷﻛﻤﻞ ﺃﻥ ﻳﻘﺮﺃ ﺑﻌﺪ اﻟﻔﺎﺗﺤﺔ ﻓﻲ اﻟﻘﻴﺎﻡ اﻷﻭﻝ اﻟﺒﻘﺮﺓ ﺃﻭ ﻗﺪﺭﻫﺎ ﻭﻓﻲ اﻟﺜﺎﻧﻲ ﻛﻤﺎﺋﺘﻲ ﺁﻳﺔ ﻣﻨﻬﺎ ﻭاﻟﺜﺎﻟﺚ ﻛﻤﺎﺋﺔ ﻭﺧﻤﺴﻴﻦ ﻭاﻟﺮاﺑﻊ ﻛﻤﺎﺋﺔ. ﻭﺃﻥ ﻳﺴﺒﺢ ﻓﻲ ﺃﻭﻝ ﺭﻛﻮﻉ ﻭﺳﺠﻮﺩ ﻛﻤﺎﺋﺔ ﻣﻦ اﻟﺒﻘﺮﺓ ﻭﻓﻲ اﻟﺜﺎﻧﻲ ﻣﻦ ﻛﻞ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﻛﺜﻤﺎﻧﻴﻦ ﻭاﻟﺜﺎﻟﺚ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﻛﺴﺒﻌﻴﻦ ﻭاﻟﺮاﺑﻊ ﻛﺨﻤﺴﻴﻦ. ﺑﺨﻄﺒﺘﻴﻦ ﺃﻱ ﻣﻌﻬﻤﺎ ﺑﻌﺪﻫﻤﺎ.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.