<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>You searched for one day one hadith - Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</title>
	<atom:link href="https://annur2.net/search/one+day+one+hadith/feed/rss2/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://annur2.net/</link>
	<description>Pesantren Wisata</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Apr 2026 16:37:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://annur2.net/wp-content/uploads/2019/03/cropped-favicon-1-32x32.png</url>
	<title>You searched for one day one hadith - Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</title>
	<link>https://annur2.net/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>coba2</title>
		<link>https://annur2.net/coba2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 14:14:16 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://annur2.net/?page_id=31366</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sumber: <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a></p>
<p>Informasi Pendaftaran Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027. Lihat di Sini! Artikel Terbaru One Day One Hadith BUMP An-Nur II Al-Murtadlo Ziarah Rasul Kaosant Kapiten Wisata Bakery Air Mineral Lihat Website Kami Yang Lain Ziarah Rasul Ma&#8217;had Aly Ikatan Santri Pustaka Galeri IKS Sosial Media Silahkan Kunjungi Sosial Media Kami Silakan kunjungi sosial media kami yang lain terkait berita dan informasi terbaru dari kami Facebook Instagram Youtube Tiktok</p>
<p>Artikel <a href="https://annur2.net/coba2/">coba2</a> ditulis oleh <a href="https://annur2.net/author/admin/">admin</a> dan dipulikasikan pertama kali di <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a>. Hak cipta oleh <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>coba dulu</title>
		<link>https://annur2.net/coba-dulu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 04:45:10 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://annur2.net/?page_id=30823</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sumber: <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a></p>
<p>RA An-Nur MI An-Nur SMP An-Nur SMA An-Nur Salaf STIKK Ma&#8217;had Aly STAI Bad Informasi Pendaftaran Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027. Lihat di Sini! Informasi Teratas Profil Prestasi PSB Kritik &#38; Saran Unduh Brosur Kontak Artikel Terbaru One Day One Hadith BUMP An-Nur II Al-Murtadlo Ziarah Rasul Kaosant Kapiten Wisata Bakery Air Mineral Lihat Website Kami Yang Lain Ziarah Rasul Ma&#8217;had Aly Ikatan Santri Pustaka Galeri IKS Kunjungi Sosial Media Kami Silakan kunjungi sosial media kami yang lain terkait berita dan informasi terbaru dari kami Facebook Instagram Youtube Tiktok Sosial Media Silahkan Kunjungi Sosial Media Kami Silakan kunjungi sosial media kami yang lain terkait berita dan informasi terbaru dari kami Facebook Instagram Youtube Tiktok</p>
<p>Artikel <a href="https://annur2.net/coba-dulu/">coba dulu</a> ditulis oleh <a href="https://annur2.net/author/admin/">admin</a> dan dipulikasikan pertama kali di <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a>. Hak cipta oleh <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a>.</p>
]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ODOH: AYO MONDOK</title>
		<link>https://annur2.net/odoh-ayo-mondok/</link>
					<comments>https://annur2.net/odoh-ayo-mondok/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Annur2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 15:15:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MIMBAR PENGASUH]]></category>
		<category><![CDATA[alvers]]></category>
		<category><![CDATA[annur2]]></category>
		<category><![CDATA[annur2malang]]></category>
		<category><![CDATA[ayomondok]]></category>
		<category><![CDATA[ayongaji]]></category>
		<category><![CDATA[ngajihadits]]></category>
		<category><![CDATA[ngajikuy]]></category>
		<category><![CDATA[ngajionline]]></category>
		<category><![CDATA[onedayonehadith]]></category>
		<category><![CDATA[pesantrenwisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://annur2.net/?p=30238</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sumber: <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a></p>
<p>ONE DAY ONE HADITH Diriwayatkan&#160;dari Anas Bin Malik ra., Rasul&#160;saw., bersabda: طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” [HR. Ibnu Majah] Catatan Alvers “Mondok” adalah istilah untuk aktivitas seseorang tinggal di pondok pesantren dengan tujuan fokus untuk mengaji atau menuntut ilmu agama yang diwajibkan untuknya. Hal ini sebagaimana disebut pada hadis utama. Mengaji itu sangatlah mulia, bahkan disetarakan dengan kemuliaan berjihad. Rasul saw., bersabda: مَنْ خَرَجَ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ كَانَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ حَتَّى يَرْجِعَ “Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu (syar’i) maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang (kembali ke rumahnya).” [HR. Turmudzi] Yahya bin Yahya Al-Laytsi adalah seorang ulama besar asal Andalusia (Spanyol Muslim), murid Imam Malik. Ia&#160;berkata: Pertama kali Imam Malik bin Anas berbicara kepadaku ketika aku datang kepadanya sebagai penuntut ilmu, pada hari pertama aku duduk di majelisnya, beliau bertanya: “Siapa namamu?” Aku menjawab: “Semoga Allah memuliakanmu, namaku Yahya.” Saat itu aku adalah yang paling muda di antara sahabatku. Beliau berkata kepadaku: “Wahai Yahya, Allah, Allah, bersungguh-sungguhlah dalam urusan ini (menuntut ilmu). Aku akan menceritakan kepadamu sebuah kisah yang akan membuatmu bersemangat dalam ilmu, dan membuatmu enggan terhadap selainnya.” Kemudian beliau bercerita: “Pernah datang ke Madinah seorang pemuda dari Syam, seusiamu, ia bersama kami bersungguh-sungguh menuntut ilmu hingga akhirnya ia wafat. Aku melihat pada jenazahnya sesuatu yang belum pernah kulihat pada jenazah siapa pun di negeri kami, baik penuntut ilmu maupun ulama. Semua ulama berdesakan mengiringi jenazahnya. Hingga sang amir (pemimpin) menahan diri dari menyalatinya dan berkata: ‘Silakan kalian majukan siapa yang kalian kehendaki.’ Maka para ulama memajukan Rabi‘ah. Lalu Rabi‘ah bersama Zaid bin Aslam, Yahya bin Sa‘id, Ibn Syihab, Muhammad bin al-Mundhir, Shafwan bin Sulaim, Abu Hazim, dan lainnya turun ke liang lahadnya. Mereka semua bergantian memberikan batu bata untuk menutup liang lahad.” Imam Malik melanjutkan: “Pada hari ketiga setelah pemuda itu dimakamkan, orang saleh dari Madinah melihatnya dalam mimpi, dalam rupa yang sangat indah: seorang pemuda tampan, berpakaian putih, berikat serban hijau, menunggang kuda putih turun dari langit. Ia datang kepadanya, memberi salam, dan berkata: ‘Ilmu telah mengantarkanku ke derajat ini.’ Orang saleh itu bertanya: ‘Apa yang telah mengantarkanmu?’ Ia menjawab: ‘Allah memberiku satu derajat di surga untuk setiap bab ilmu yang kupelajari. Namun derajat itu belum menyampaikanku ke derajat para ulama. Lalu Allah berfirman: زِيدُوا وَرَثَةَ أَنْبِيَائِي، فَقَدْ ضَمِنْتُ عَلَى نَفْسِي أَنَّهُ مَنْ مَاتَ وَهُوَ عَالِمٌ سُنَّتِي، أَوْ سُنَّةَ أَنْبِيَائِي، أَوْ طَالِبٌ لِذَلِكَ أَنْ أَجْمَعَهُمْ فِي دَرَجَةٍ وَاحِدَةٍ. “Tambahkan bagi para pewaris nabi. Aku telah menjamin bahwa siapa yang mati sebagai ulama sunahku, atau sunah para nabi,&#160;atau penuntut ilmu itu, akan Aku kumpulkan mereka dalam satu derajat.” Maka Allah memberiku hingga aku sampai pada derajat para ulama. Antara aku dan Rasul saw., hanya ada dua derajat: satu derajat beliau duduk bersama para nabi, satu derajat bersama para sahabat beliau dan sahabat para nabi, lalu derajat berikutnya adalah para ulama dan penuntut ilmu. Aku ditempatkan di tengah mereka, mereka menyambutku dengan hangat. Selain itu, Allah menjanjikan tambahan: bahwa para nabi akan dikumpulkan dalam satu kelompok, lalu Allah berkata: ‘Wahai para ulama, inilah surga-Ku, Aku halalkan untuk kalian. Inilah rida-Ku, Aku rida kepada kalian. Jangan masuk surga sebelum kalian berdoa dan memberi syafaat. Aku akan kabulkan doa kalian dan syafaat kalian, agar hamba-hamba-Ku melihat kemuliaan kalian di sisi-Ku.’” Ketika lelaki itu bangun, ia menceritakan mimpinya kepada para ulama, dan berita itu tersebar di Madinah. Imam Malik berkata: “Ada orang-orang di Madinah yang dahulu memulai menuntut&#160;ilmu bersama kami lalu berhenti. Setelah mendengar kisah ini, mereka kembali lagi bersungguh-sungguh, hingga kini mereka menjadi ulama di negeri kami. يَا يَحْيَى جِدَّ فِي هَذَا الْأَمْرِ Wahai Yahya, bersungguh-sungguhlah dalam urusan ini (menuntut ilmu agama).” [Syarah Al-Bukhari Libni&#160;Batthal] Dari kemuliaan menuntut Ilmu maka sahabat&#160;Abu Darda’&#160;ra.,&#160;berkata: كُنْ عَالِمًا، أَوْ مُتَعَلِّمًا، أَوْ مُسْتَمِعًا، وَلَا تَكُنِ الرَّابِعَ فَتَهْلَكَ. &#8220;Jadilah seorang alim, atau penuntut ilmu, atau pendengar ilmu. Janganlah engkau menjadi yang keempat, niscaya engkau akan binasa.&#8221;&#160;[Ihya Ulumiddin] Siapakah orang ke empat itu? Ada orang memberi nasehat berkata kepada Umar bin Abdul Aziz, Ia berkata: إِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَكُونَ عَالِمًا فَكُنْ عَالِمًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ أَنْ تَكُونَ عَالِمًا فَكُنْ مُتَعَلِّمًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ أَنْ تَكُونَ مُتَعَلِّمًا فَأَحْبِبْهُمْ، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَلَا تُبْغِضْهُمْ “Jika engkau mampu menjadi seorang alim, maka jadilah alim. Jika tidak mampu menjadi alim, maka jadilah penuntut ilmu. Jika tidak mampu menjadi penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Jika tidak mampu mencintai mereka, maka janganlah membenci mereka.” Maka Umar bin Abdul Aziz berkata: &#8220;Subhanallah, sungguh Allah telah memberikan jalan keluar bagi kita.&#8221;&#160;[Ihya Ulumiddin] Janganlah berputus asa ketika merasa sulit untuk memahami ilmu agama. Syekh Rabi’ bin Sulaiman&#160;seorang fakih, ahli hadis, dan muazin di Masjid Fusthath, Mesir,&#160;murid utama Imam Syafii di Mesir,&#160;dan merupakan&#160;periwayat paling terkenal dari kitab Al-Umm, dahulu ia dikenal sebagai pelajar yang bathi’ul fahm (lemot). As-Subki menceritakan bahwa Imam Syafii pernah mengajari Rabi’ satu masalah dan diulang-ulang sampai 40x namun ia tidak paham juga hingga ia pergi meninggalkan majelis karena malu. Imam Syafii akhirnya memberinya pelajaran secara privat sampai ia paham. Dahulu Imam Syafii pernah berkata kepadanya: يَا رَبِيعُ، لَوْ أَمْكَنَنِي أَنْ أُطْعِمَكَ الْعِلْمَ لَأَطْعَمْتُكَ &#8220;Wahai Rabi‘, seandainya aku mampu memberimu ilmu dengan cara menyuapimu, niscaya aku akan melakukannya.&#8221;&#160;[Thabaqat As-Syafi’iyyah Al-Kubra] Wallahu a’lam. Semoga Allah Al-bari membuka hati dan pikiran kita untuk&#160;terus menuntut ilmu agama yang diperintahkan dan tidak pernah berhenti dari belajar serta tidak putus asa ketika menemukan kendala apapaun. Salam Satu Hadis Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag. Pondok Pesantren Wisata AN-NUR 2 Malang Jatim Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata Ayo Mondok! Mondok Itu Keren! NB. Jangan pelit berbagi ilmu. Sufyan Ats-sauri berkata: “Barang siapa pelit berbagi ilmu maka ia akan ditimpa satu dari tiga perkara: (1) lupa, (2) wafat tanpa manfaat dan (3) catatan ilmunya hilang.” [Al-Majmu’]</p>
<p>Artikel <a href="https://annur2.net/odoh-ayo-mondok/">ODOH: AYO MONDOK</a> ditulis oleh <a href="https://annur2.net/author/redaksi/">Redaksi Annur2</a> dan dipulikasikan pertama kali di <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a>. Hak cipta oleh <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://annur2.net/odoh-ayo-mondok/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ODOH: MELIHAT SUNGAI DI BAWAH LAUT</title>
		<link>https://annur2.net/odoh-melihat-sungai-di-bawah-laut/</link>
					<comments>https://annur2.net/odoh-melihat-sungai-di-bawah-laut/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Annur2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 09:15:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://annur2.net/?p=30219</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sumber: <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a></p>
<p>MELIHAT LAUT ONE DAY ONE HADITH Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Rasul saw., bersabda: هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ ”Laut itu suci airnya dan halal bangkainya.&#8221; [HR. Tirmidzi] Catatan Alvers Seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka asal Prancis. Bernama Mr. Jacques Yves Costeau. Yang dikenal dengan acara TV Discovery Channel menghabiskan hidupnya dengan menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton oleh seluruh dunia. Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemukan beberapa kumpulan mata air tawar segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur dengan air laut yang asin di sekelilingnya. Seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya. Ia berpikir, jangan-jangan itu hanya halusinasi saja.&#160;Jawaban tak kunjung ia dapatkan sehingga ia bertemu dengan seorang profesor muslim yang mengatakan fenomena tersebut telah disinggung dalam Al-Qur’an yaitu: وَهُوَ&#160;ٱلَّذِى مَرَجَ&#160;ٱلْبَحْرَيْنِ هَٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَّحْجُورًا “Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” [QS. Al-Furqan: 53] Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al-Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Ia pun berpikir, Al-Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Dengan seketika dia pun memeluk Islam. [baitulmaqdis.com] Namun dikabarkan ia masuk&#160;Islam&#160;secara diam-diam, sehingga ketika ia meninggal pada tahun 1997, banyak orang terdekatnya yang tidak tahu. Dan Ia pun dikabarkan dimakamkan di Katedral Notre Dame di Paris. [Republika] Dahulu para mufasir menafsirkan dengan sederhana. Ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya itu diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut. Hal ini sebagaimana Al-Baidlawi (w. 1319 M) berkata: “Dan dikatakan bahwa yang dimaksud dengan laut tawar adalah sungai besar seperti Sungai Nil, sedangkan laut asin adalah laut besar. Adapun barzakh ialah daratan yang memisahkan keduanya.” [Tafsir Anwarut Tanzil] Namun Mufasir terlihat rancu ketika menafsirkan ayat berikutnya: يَخْرُجُ مِنْهُمَا&#160;ٱللُّؤْلُؤُ وَٱلْمَرْجَانُ “Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.” [QS. Ar-Rahman: 22] Kata “minhuma” pada ayat ini menegaskan bahwa kedua-duanya (Laut dan sungai) mengeluarkan mutiara dan marjan namun kenyataannya air sungai tidak mengeluarkan mutiara dan marjan, hanya laut saja mengeluarkannya. Al-Baidlawi berkata: Ketika keduanya (air laut dan sungai) bertemu maka keduanya menjadi satu sehingga sekan-akan mutiara yang dikeluarkan dari salah satunya itu dianggap seperti keluar dari keduanya. [Tafsir Anwarut Tanzil] Adapun pada penemuan Costeau tadi yang menyatakan bahwa di bawah laut ada beberapa kumpulan mata air tawar segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur dengan air laut yang asin di sekelilingnya seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya. Dengan demikian sekali lagi dapat dinyatakan bahwa Al-Qur’an itu mustahil disusun oleh Nabi Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, di mana saat itu belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai kedalaman samudera. Dan beliaupun bukan seorang Ahli kelautan&#160;bahkan tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa beliau pergi ke laut atau naik perahu. Meskipun ada hadis (dla’if) yang sering kita dengar yaitu: عَلِّمُوا أَبْنَاءَكُمُ السِّبَاحَةَ “Ajarilah anak kalian berenang.” [HR. Baihaqi] Seandainya nabi pernah ke laut pun maka itu tidaklah cukup untuk memaparkan deskripsi tentang fenomena laut seperti itu&#160;padahal Quran juga membicarakan keadaan laut ketika ombak mengepung kapal, serta keadaan dasar laut yang berupa kegelapan bertingkat-tingkat. Adapun pada hadis utama di atas, Rasul saw., konteksnya menjawab pertanyaan. Abu Hurairah ra., mendengar ada seorang lelaki bertanya: Wahai Rasulullah, Kami naik perahu di atas laut sedangkan kami membawa sedikit air tawar. Jika kami gunakan berwudu maka kami akan kehausan (karena kehabisan air tawar). Lalu apakah boleh berwudu dengan air laut?. Menjawab pertanyaan tersebut maka Rasul Saw bersabda: “Laut itu suci airnya dan halal bangkainya.&#8221; [HR. Tirmidzi] Maha benar Allah Swt., yang berfirman: Allahlah yang telah menundukkan laut untukmu agar kapal-kapal dapat berlayar di atasnya dengan perintah-Nya, agar kamu dapat mencari sebagian karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur. [12] Dia telah menundukkan (pula) untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya. إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” [QS. Al-Jatsiyah: 13] Dan memang ada hadis yang menyatakan memandang laut itu adalah ibadah, namun hadisnya dla’if (lemah) bahkan dalam situs dorar.net dinyatakan sebagai Fake hadith (Hadits maudlu’, palsu). Yaitu: النَّظَرُ فِي ثَلَاثَةِ أَشْيَاءَ عِبَادَةٌ: النَّظَرُ فِي وَجْهِ الْأَبَوَيْنِ، وَفِي الْمُصْحَفِ، وَفِي الْبَحْرِ “Melihat kepada tiga hal adalah ibadah:&#160;Melihat wajah kedua orang tua,&#160;melihat mushaf (Al-Qur’an)&#160;dan melihat laut.”&#160;[HR. Ad-Daylami] Al-Hakim&#160;(At-Tirmidzi)&#160;berkata: Telah datang dalam sebuah riwayat bahwa melihat laut adalah ibadah&#160;&#8230; Hal ini dikarenakan&#160;dengan pandangan tersebut seseorang beribadah kepada Allah: ia melihat laut dengan pandangan kekuasaan Allah, melihat keluasan, lebar, dan ombaknya lalu mengambil pelajaran.&#160;[Faidlul Qadir] Wallahu a’lam. Semoga Allah Al-bari membuka hati dan pikiran kita untuk&#160;semakin&#160;meyakini kebenaran&#160;Al-Qur’an dengan tersingkapnya satu persatu fenomena alam yang merupakan tanda-tanda kebesaran Allah Swt. Salam Satu Hadits Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag. Pondok Pesantren Wisata AN-NUR 2 Malang Jatim Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata Ayo Mondok! Mondok Itu Keren! NB. Jangan pelit berbagi ilmu. Sufyan Ats-sauri berkata: “Barang siapa pelit berbagi ilmu maka ia akan ditimpa satu dari tiga perkara: (1) lupa, (2) wafat tanpa manfaat dan (3) catatan ilmunya hilang.” [Al-Majmu’]</p>
<p>Artikel <a href="https://annur2.net/odoh-melihat-sungai-di-bawah-laut/">ODOH: MELIHAT SUNGAI DI BAWAH LAUT</a> ditulis oleh <a href="https://annur2.net/author/redaksi/">Redaksi Annur2</a> dan dipulikasikan pertama kali di <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a>. Hak cipta oleh <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://annur2.net/odoh-melihat-sungai-di-bawah-laut/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ODOH: ISRA MIKRAJ PERJALANAN MENAKJUBKAN</title>
		<link>https://annur2.net/odoh-isra-mikraj-perjalanan-menakjubkan/</link>
					<comments>https://annur2.net/odoh-isra-mikraj-perjalanan-menakjubkan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Annur2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 03:45:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MIMBAR PENGASUH]]></category>
		<category><![CDATA[alvers]]></category>
		<category><![CDATA[annur2]]></category>
		<category><![CDATA[annur2malang]]></category>
		<category><![CDATA[ayomondok]]></category>
		<category><![CDATA[ayongaji]]></category>
		<category><![CDATA[ngajihadits]]></category>
		<category><![CDATA[ngajikuy]]></category>
		<category><![CDATA[ngajionline]]></category>
		<category><![CDATA[onedayonehadith]]></category>
		<category><![CDATA[pesantrenwisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://annur2.net/?p=30162</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sumber: <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a></p>
<p>ONE DAY ONE HADITH Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra.,&#160;Rasulullah saw., bersabda: أُتِيتُ بِالْبُرَاقِ وَهُوَ دَابَّةٌ أَبْيَضُ طَوِيلٌ فَوْقَ الْحِمَارِ وَدُونَ الْبَغْلِ يَضَعُ حَافِرَهُ عِنْدَ مُنْتَهَى طَرْفِهِ فَرَكِبْتُهُ حَتَّى أَتَيْتُ بَيْتَ الْمَقْدِسِ “Aku didatangi Burak,&#160;ia adalah&#160;hewan&#160;tunggangan berwarna&#160;putih yang tinggi, lebih tinggi dari keledai dan lebih pendek dari baghal (keturunan silang antara kuda betina dan keledai jantan), yang dapat meletakkan kakinya&#160;di arah&#160;pandangan&#160;terjauhnya.&#160;Lalu&#160;aku menaikinya hingga sampailah aku di Baitul Maqdis.” [HR. Muslim] Catatan Alvers Tanggal 27 Rajab adalah hari yang sangat penting dan bersejarah bagi umat Islam sebab 14 abad yang silam saat itu Rasul saw., mendapatkan wahyu dari Allah Swt., berupa risalah salat dalam sebuah ritus spiritual yang jamak dikenal dengan istilah Isra Mikraj.&#160;&#160;Dijelaskan dalam Thabaqat al-Qubra, peristiwa ini di bulan Rajab, 18 bulan sebelum hijrah. Menukil pendapat Ibnu Dihyah dalam kitab As-Sirah Al-Halabiyah, Isra dan Mikraj terjadi pada hari Senin, ini semakin menguatkan nilai sejarah hari Senin, karena pada hari Senin itu Rasul lahir, diangkat menjadi rasul, keluar dari Makkah (hijrah), sampai di Madinah, bahkan wafat juga pada hari Senin.&#160; Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad saw., dari Masjidil Haram (Makkah) ke Masjidil Aqsha (Palestina) yang berjarak sekitar 1.200 km. Sedangkan Mikraj adalah dinaikkannya Nabi Muhammad saw., ke langit hingga Sidratul Muntaha yang mana jaraknya sangat jauh.&#160;Sebagai gambaran saja bahwa jarak rata-rata bumi dan matahari saja mencapai&#160;149.600.000&#160;km. Menariknya, keduanya terjadi hanya dalam sekejap yang menurut perhitungan akal, jelas peristiwa tersebut mustahil dilakukan. Peristiwa tersebut merupakan mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad saw., setelah Al-Qur’an. Ini semua menunjukkan betapa besarnya kekuasaan Allah Swt. Perjalanan tersebut adalah perjalanan yang sungguh menakjubkan. Allah membukanya dengan tasbih sebagaimana&#160;dalam&#160;Firman-Nya: سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ “Maha Suci Allah Yang telah memper-jalankan hamba-Nya pada (sebagian) malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.&#8221; [QS. Al-Isra: 1] Menurut Syeikh Usman bin Hasan bin Ahmad Syakir Al-Khaubawi hal ini mengandung hikmah; Pertama, bahwa kebiasaan bangsa Arab bertasbih di saat menjumpai hal-hal yang menakjubkan, maka lewat firman-Nya itu seolah-olah Allah kagum dengan rasul-Nya yang sempurna kemanusiaannya (al-insan al-kamil) sehingga diperjalankan-Nya secara menakjubkan. Kedua, dengan bertasbih, Allah bermaksud menepis sinisme masyarakat Arab yang menganggap rasul-Nya telah berdusta, sehingga redaksi ayat tersebut berbunyi, &#8221;Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya&#8230;.&#8221; [Durratun Nasihin] Maka pendekatan yang paling tepat untuk memahami keagungan peristiwa ini adalah pendekatan imani. Inilah yang ditempuh oleh Abu Bakar As-Shiddiq, seperti terlukis dalam ucapannya: لَئِنْ قَالَ ذَلِكَ لَقَدْ صَدَقَ “Apabila Muhammad yang memberitakannya, pasti benarlah adanya.” Mereka bertanya keheranan:&#160;“Apakah kau percaya bahwa ia (Rasul) pergi malam hari ke Baitul Maqdis dan ia tiba sebelum subuh?”&#160;Maka Abu Bakar kembali menjawab: نَعَمْ، إِنِّي أُصَدِّقُهُ فِيمَا هُوَ أَبْعَدُ مِنْ ذَلِكَ &#8221; Ya, sungguh aku akan mempercayainya bahkan terhadap hal yang lebih jauh dari&#160;itu (perjalanan Masjidil Haram &#8211; Masjidil Aqsa).”&#160;[HR. Al-Hakim] Dari peristiwa inilah kemudian beliau diberi gelar As-Shiddiq yang artinya adalah orang yang mempercayai apa yang datang dari Rasul saw., dengan sungguh-sungguh. Mengenai perjalanan Isra sendiri, Rasul saw., mengisahkan sebagaimana dalam hadis utama:&#160;“(Jibril) telah datang kepadaku bersama Burak, yaitu hewan putih yang tinggi, lebih tinggi dari keledai dan lebih pendek dari baghal (keturunan silang antara kuda betina dan keledai jantan), yang dapat meletakkan kakinya&#160;pada&#160;pandangan&#160;terjauhnya.” “Lalu&#160;aku menaikinya hingga sampailah aku di Baitul Maqdis. “Lalu aku mengikatnya dengan tali yang biasa dipakai oleh para Nabi.” “Kemudian aku masuk ke Masjidil Aqsha dan aku salat dua rakaat di sana, lalu aku keluar. Kemudian Jibril ra., membawakan kepadaku satu gelas khamr dan satu gelas susu, maka aku memilih susu, lalu Jibril berkata kepadaku: اخْتَرْتَ الْفِطْرَةَ “Engkau telah memilih fitrah (kesucian).” [HR. Muslim] Dan ketika Mikraj, Rasul&#160;saw.,&#160;mendapatkan&#160;perintah salat pada awalnya berjumlah 50 waktu. Ketika Nabi Muhammad saw., hendak turun beliau bertemu dengan Nabi Musa as. Atas saran Nabi Musa as., Nabi Muhammad saw., berulang kali menghadap Allah Swt., untuk memberikan keringanan, yang akhirnya Allah memberikan keringanan hingga menjadi lima waktu untuk setiap harinya. Rasul saw., bersabda: “Aku terus bolak-balik antara Rabb-ku dengan Musa saw., sehingga Rabb-ku mengatakan: يَا مُحَمَّدُ، إِنَّهُنَّ خَمْسُ صَلَوَاتٍ كُلَّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، لِكُلِّ صَلاَةٍ عَشْرٌ فَذَلِكَ خَمْسُوْنَ صَلاَةً. Wahai Muhammad, sesungguhnya kewajiban salat itu lima kali dalam sehari semalam, setiap salat mendapat pahala sepuluh kali lipat, maka lima kali salat sama dengan lima puluh kali salat.” [HR. Muslim] Rasulullah saw., melanjutkan kisahnya: “Kemudian aku turun aku bertemu Musa as., (kembali), lalu aku beritahukan kepadanya, maka ia mengatakan: ارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ التَّخْفِيفَ “Kembalilah kepada Rabb-mu dan mintalah keringanan lagi.” Rasulullah saw., berkata: “Lalu aku menjawab: قَدْ رَجَعْتُ إِلَى رَبِّي حَتَّى اسْتَحْيَيْتُ مِنْهُ “Aku telah berulang kali kembali kepada Rabb-ku hingga aku merasa malu kepada-Nya.” [HR. Muslim] Wallahu a’lam. Semoga dengan memperingati peristiwa Isra Mikraj ini kita semua menjadi hamba-hamba yang beriman kepada Allah Swt., dan semakin percaya akan kemahakuasaan-Nya serta lebih semangat untuk mengerjakan salat lima waktu. Salam Satu Hadits Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag. Pondok Pesantren Wisata AN-NUR 2 Malang Jatim Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata Ayo Mondok! Mondok Itu Keren! NB. Jangan pelit berbagi ilmu. Sufyan Ats-sauri berkata: “Barang siapa pelit berbagi ilmu maka ia akan ditimpa satu dari tiga perkara: (1) lupa, (2) wafat tanpa manfaat dan (3) catatan ilmunya hilang.” [Al-Majmu’] Artikel adalah perbaikan dari artikel ODOH sebelumnya berjudul Black Box Isra Mikraj</p>
<p>Artikel <a href="https://annur2.net/odoh-isra-mikraj-perjalanan-menakjubkan/">ODOH: ISRA MIKRAJ PERJALANAN MENAKJUBKAN</a> ditulis oleh <a href="https://annur2.net/author/redaksi/">Redaksi Annur2</a> dan dipulikasikan pertama kali di <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a>. Hak cipta oleh <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://annur2.net/odoh-isra-mikraj-perjalanan-menakjubkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ODOH: KAMBING PUN AKAN DIADILI</title>
		<link>https://annur2.net/odoh-kambing-pun-akan-diadili/</link>
					<comments>https://annur2.net/odoh-kambing-pun-akan-diadili/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Annur2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 15:21:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MIMBAR PENGASUH]]></category>
		<category><![CDATA[alvers]]></category>
		<category><![CDATA[annur2]]></category>
		<category><![CDATA[annur2malang]]></category>
		<category><![CDATA[ayomondok]]></category>
		<category><![CDATA[ayongaji]]></category>
		<category><![CDATA[ngajihadits]]></category>
		<category><![CDATA[ngajikuy]]></category>
		<category><![CDATA[ngajionline]]></category>
		<category><![CDATA[onedayonehadith]]></category>
		<category><![CDATA[pesantrenwisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://annur2.net/?p=30146</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sumber: <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a></p>
<p>ONE DAY ONE HADITH Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Rasul saw., bersabda: مَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ مَظْلِمَةٌ لِأَخِيهِ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهَا فَإِنَّهُ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ “Barang siapa memiliki kezaliman terhadap saudaranya, maka hendaklah ia meminta kehalalan darinya (di dunia). Karena sesungguhnya di sana (akhirat) tidak ada dinar dan tidak ada dirham.” [HR. Bukhari] Catatan Alvers annur2.net &#8211; Setiap orang pasti pernah dizalimi dan setiap orang yang dizalimi pasti ingin menuntut pembalasan atas kezaliman tersebut. Namun ketahuilah bahwa di dunia ini seseorang sulit bisa membalas kezaliman orang lain kepadanya dengan setimpal karena tidak ada hukum yang benar-benar adil yang memuaskan. Sering kali, para pelaku kejahatan besar, seperti perampok atau pemerkosa, tidak mendapatkan hukuman yang setimpal. Dan memang demikian, lihatlah seorang pembunuh yang membunuh satu keluarga yang terdiri dari 6 orang, dia akan dihukum mati. Namun enam nyawa dibayar dengan satu nyawa, apakah itu adil dan setimpal? Tentu tidak adil namun itulah hukuman dunia, tidak bisa berbuat lebih dari itu. Belum lagi seorang mafia besar, dengan ratusan pengawal dan di back-up oleh penguasa maka perbuatan zalimnya akan sulit dibalaskan baik secara hukum negara maupun hukum rimba. Hari kiamat adalah hari di mana setiap kezaliman akan diberikan balasan yang setimpal dan seadil-adilnya. Orang yang tidak percaya dengan hari kiamat, ia akan hidup tersiksa secara batin karena ia tidak menemukan hukum yang adil dan setimpal atas kezaliman yang menimpa dirinya betapapun pengadilan telah memihak kepadanya. Lantas bagaimana dengan orang yang di zalimi lalu tidak mampu membawa hal itu ke pengadilan hukum negara atau ia tidak mampu membalaskannya secara hukum rimba sebagaimana contoh di atas? Adapun bagi orang yang beriman, maka tatkala ia mendapatkan ketidakadilan hukum di dunia maka hatinya bisa tenang karena ia yakin bahwa masih ada hari kiamat di mana semua kezaliman akan dibalaskan dengan seadil-adilnya. Allah Swt., berfirman: الْيَوْمَ تُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ&#160;لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ&#160;إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ “Pada hari itu, setiap orang akan diberi balasan sesuai perbuatannya. Tidak ada yang terzalimi pada hari tersebut. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya.” [QS. al- Mu’min: 17]. Dan Allah Swt., juga berfirman: وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا &#8220;Dan balasan dari suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa (setimpal).” [QS. Asy-Syura: 40] Hukuman akhirat akan mudah terlaksana karena manusia akan hidup kekal di akhirat. Jika seseorang membunuh 10 orang maka ia akan mendapatkan hukuman yang setimpal. Ia akan merasakan sakitnya 10 yang ia siksa ketika di dunia karena ia tak akan mati dengan siksaan tersebut. Sebagai gambaran, Rasul saw., bersabda: مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ فَحَدِيدَتُهُ فِي يَدِهِ يَتَوَجَّأُ بِهَا فِي بَطْنِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا “Barang siapa yang bunuh diri dengan besi (pisau), maka kelak besi itu akan berada di tangannya dan akan selalu ia arahkan untuk menikam perutnya di neraka Jahanam secara terus-menerus dan ia kekal di dalamnya.” [HR. Muslim] Dalam lanjutan hadis disebutkan: “Barang siapa yang bunuh diri dengan cara meminum racun maka ia akan selalu menghirupnya di neraka Jahanam dan ia kekal di dalamnya. Barang siapa yang bunuh diri dengan cara terjun dari atas gunung, maka ia akan selalu terjun ke neraka Jahanam dan dia kekal di dalamnya.” [HR. Muslim] Maka tiada keamanan bagi pelaku kezaliman dari pembalasan Allah kelak di hari kiamat. Itulah kenapa Nabi saw., mengingatkan kita pada hadis utama: “Barang siapa memiliki kezaliman terhadap saudaranya, maka hendaklah ia meminta kehalalan darinya (di dunia). Karena sesungguhnya di sana (akhirat) tidak ada dinar dan tidak ada dirham.” [HR. Bukhari] Dalam lanjutan hadis, Rasul saw., bersabda: “Sebelum (pahala) kebaikan-kebaikannya diambil untuk diberikan kepada saudaranya (yang terzalimi). Jika ia tidak memiliki kebaikan, maka keburukan saudaranya diambil lalu dibebankan kepadanya.” [HR. Bukhari] Dari adilnya hukum di akhirat, Allah Swt., tidak hanya membalaskan kezaliman yang di lakukan manusia kepada manusia yang lain akan tetapi juga membalaskan kezaliman binatang kepada binatang lainnya. Pada suatu hari ketika Rasul saw., sedang duduk-duduk (bersama para sahabat), ada dua kambing bertemu lalu salah satunya menanduk yang lainnya sehingga jatuh. lalu Rasul saw., pun tertawa. Maka ada yang bertanya: “Wahai Rasulullah, apa yang menyebabkanmu tertawa?” Beliau menjawab: عَجِبْتُ لَهَا وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُقَادَنَّ لَهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ “Aku takjub dengan kambing itu. Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, sungguh kambing itu akan diberi balasannya pada hari kiamat.” [HR. Ahmad ] Rasul saw., juga bersabda: لَتُؤَدُّنَّ الْحُقُوقَ إِلَى أَهْلِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُقَادَ لِلشَّاةِ الْجَلْحَاءِ مِنْ الشَّاةِ الْقَرْنَاءِ “Sungguh, besok pada hari kiamat semua hak akan ditunaikan kepada pemiliknya, sehingga kambing yang tak bertanduk diberi kesempatan untuk membalas kepada kambing yang bertanduk (yang dulu menanduknya). [HR. Muslim] Semua makhluk akan dikumpulkan pada hari kiamat, binatang ternak, hewan melata, burung-burung, dan segala sesuatu, sehingga dari adilnya Allah, hewan bertanduk (yang dulu pernah menanduk) akan diberi balasan atas hewan yang tak bertanduk. Kemudian (setelah semua diberikan balasannya) maka Allah berfirman, “Kalian semua, jadilah debu.” Di saat itulah orang kafir berkata: يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا &#160;“Aduhai (betapa enaknya) andai aku jadi debu (seperti hewan itu).” [HR. Hakim] Inilah penjelasan dari sisi kesamaan hewan dengan manusia dalam firman Allah Swt.,: وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ Tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kalian. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab (Lauh Mahfudz), kemudian kepada Tuhanlah mereka dikumpulkan. [QS. Al-An’am: 38]. Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-bari membuka hati dan pikiran kita untuk tidak berlaku zalim kepada orang lain dan ketika kita yang di zalimi maka kita tidak sibuk untuk balas dendam karena ada Allah yang akan membalaskannya di akhirat nanti. Salam Satu Hadis Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag. Pondok Pesantren Wisata AN-NUR 2 Malang Jatim Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata Ayo Mondok! Mondok Itu Keren! NB. Jangan pelit berbagi ilmu. Sufyan Ats-sauri berkata: “Barang siapa pelit berbagi ilmu maka ia akan ditimpa satu dari tiga perkara: (1) lupa, (2) wafat tanpa manfaat dan (3) catatan ilmunya hilang.” [Al-Majmu’]</p>
<p>Artikel <a href="https://annur2.net/odoh-kambing-pun-akan-diadili/">ODOH: KAMBING PUN AKAN DIADILI</a> ditulis oleh <a href="https://annur2.net/author/redaksi/">Redaksi Annur2</a> dan dipulikasikan pertama kali di <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a>. Hak cipta oleh <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://annur2.net/odoh-kambing-pun-akan-diadili/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AKIBAT MELUDAHI ORANG</title>
		<link>https://annur2.net/akibat-meludahi-orang/</link>
					<comments>https://annur2.net/akibat-meludahi-orang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Annur2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 06:34:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MIMBAR PENGASUH]]></category>
		<category><![CDATA[alvers]]></category>
		<category><![CDATA[annur2]]></category>
		<category><![CDATA[annur2malang]]></category>
		<category><![CDATA[ayomondok]]></category>
		<category><![CDATA[ayongaji]]></category>
		<category><![CDATA[ngajihadits]]></category>
		<category><![CDATA[ngajikuy]]></category>
		<category><![CDATA[ngajionline]]></category>
		<category><![CDATA[onedayonehadith]]></category>
		<category><![CDATA[pesantrenwisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://annur2.net/?p=29770</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sumber: <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a></p>
<p>ONE DAY ONE HADITH Diriwayatkan dari Anas ra., Rasul saw., bersabda: بَابَانِ مُعَجَّلَانِ عُقُوْبَتُهُمَا فِى الدُّنْيَا اَلْبَغْيُ وَالْعُقُوْقُ “Ada dua pintu yang balasannya disegerakan di dunia yaitu perbuatan zalim dan durhaka.” [HR. Al-Hakim] Catatan Alvers Viral video seorang pria dengan arogan meludahi kasir wanita di salah satu swalayan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Rabu (24/12/2025). Ia tidak terima ditegur oleh kasir lantaran menyerobot antrean ketika hendak membayar belanjaan. Belakangan terungkap bahwa pria tersebut adalah seorang dosen di Universitas Islam Makassar (UIM). [Kompas.com] Buntut aksi arogannya ia resmi dipecat secara tidak hormat oleh Rektor karena tindakannya dinilai melanggar etika berat dan mencoreng nama baik institusi. Dosen bergelar Doktor ini juga terancam pidana setelah korban melaporkan dugaan penghinaan tersebut ke Polsek Tamalanrea. [Metrotvnews.com] Ia adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diperbantukan sebagai dosen dan telah mengabdi kurang lebih 20 tahun di Kampus UIM Makassar. Bahkan sudah mendapatkan penghargaan dari Presiden dalam pengabdiannya yang cukup lama itu. [Kompas.com] Kejadian tersebut memberikan pelajaran kepada kita bahwa ternyata prestasi dan penghargaan tidak menghalangi jatuhnya karma karena perbuatan zalim kepada orang lain. Kasus meludahi orang lain seperti di atas mengingatkan penulis pada kejadian yang menimpa Nabi saw. Pelakunya adalah Uqbah bin Abi Muayth yang digelari sebagai “Asyqal Qawm” (orang yang paling celaka dari kaum Quraisy) karena menyakiti Nabi saw., [Syarah Muslim] dan dalam riwayat lain disebut ayahnya yaitu Abi Muayth. [Subulul Huda War Rasyad Lis Shalihy] Berikut kisahnya bersama besti-nya, Ubayy bin Khalaf. keduanya adalah sahabat karib dan Ibnu Abbas berkata: وَهُمَا الْخَلِيْلَانِ فِي جَهَنَّمَ “Keduanya adalah sahabat karib di neraka Jahanam.” [Tafsir Fathul Qadir] Imam Syawkany meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra.: Bahwa Abu Muayt dahulu duduk bersama Nabi saw., di Mekah tanpa menyakitinya, karena ia seorang yang lembut. Sedangkan orang-orang Quraisy lainnya bila duduk bersama Nabi saw., mereka menyakitinya. Abu Muayt memiliki seorang sahabat karib yang sedang bepergian ke Syam. Maka (sepulanya sahabatnya itu) orang-orang Quraisy berkata: “Abu Muayt telah masuk Islam.” Sahabat karibnya itu kembali dari Syam pada malam hari. Ia bertanya kepada istrinya: “Bagaimana keadaan Muhammad dengan apa yang ia bawa?” Istrinya menjawab: “Semakin keras urusannya.” Ia bertanya lagi: “Bagaimana dengan sahabat karibku Abu Muayt?” Istrinya menjawab: “Ia telah masuk Islam.” Maka ia pun melewati malam dengan penuh kegelisahan. Ketika pagi tiba, Abu Muayt mendatanginya dan memberi tahiyyat (penghormatan). Namun sahabatnya tidak menjawab tahiyyat itu. Abu Muayt berkata: “Mengapa engkau tidak menjawab tahiyyat-ku?” Sahabatnya menjawab: “Bagaimana aku akan menjawab tahiyyat-mu, sedangkan engkau telah masuk Islam?” Abu Muayt berkata: “Apakah benar Quraisy mengatakan demikian?” Sahabatnya menjawab: “Ya.” [Tafsir Fathul Qadir] Abu Muayt berkata: &#8220;Tidak, demi Allah aku tidak masuk Islam. Tetapi ada seorang lelaki (Muhammad saw.) masuk ke rumahku, ia enggan makan dari makananku kecuali aku membaca syahadat. Aku malu bila ia keluar dari rumahku sebelum makan, maka aku pun membaca syahadat.&#8221;  Sahabatnya berkata: &#8220;Aku tidak akan rida kepadamu hingga engkau mendatanginya lalu meludah ke wajahnya.&#8221; Dalam riwayat lain disebutkan: تَأْتِيْهِ فِي مَجْلِسِهِ فَتَبْزُقْ فِي وَجْهِهِ وَتَشْتِمْهُ بِأَخْبَثِ مَا تَعْلَمُ مِنَ الشَّتْمِ “Engkau mendatanginya di tempat duduknya, lalu meludahi wajahnya dan mencacinya dengan seburuk-buruk cacian yang engkau ketahui.&#8221; Maka ia pun melakukannya dan Rasul tidak membalas selain mengusap wajah beliau dari ludah itu. Dan dalam riwayat lain ketika ‘Uqbah meludah ke wajah Nabi saw., ludah itu kembali mengenai wajahnya sendiri sehingga ia terkena penyakit belang (barash). Kemudian beliau menoleh kepadanya dan bersabda: “Jika aku mendapati engkau di luar pegunungan Mekah, niscaya aku akan memenggal lehermu dengan sabar (pelan-pelan).” [Subulul Huda] Imam Syawkany melanjutkan kisahnya: Ketika datang hari Badar, dan orang-orang Quraisy keluar, ia enggan untuk ikut. Maka sahabat-sahabatnya berkata kepadanya: “Keluarlah bersama kami.” Ia menjawab: “Orang itu (Muhammad) telah berjanji, jika ia mendapati aku di luar pegunungan Mekah, ia akan memenggal leherku dengan sabar.” Mereka berkata: “Engkau memiliki unta merah yang tidak dapat terkejar. Jika terjadi kekalahan, engkau bisa lari di atasnya.” Maka ia pun keluar bersama mereka. Ketika Allah mengalahkan kaum musyrikin, untanya membawa lari dirinya ke tanah yang berbatu, lalu Rasul saw., menangkapnya sebagai tawanan bersama tujuh puluh orang Quraisy. Kemudian Abu Muayt dihadapkan kepada Nabi saw. Ia berkata: “Apakah engkau akan membunuhku di antara mereka semua?” Beliau menjawab: “Ya, karena engkau telah meludah ke wajahku.” Maka Allah menurunkan ayat tentang Abu Muayt: وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَالَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا . يَاوَيْلَتَا لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا. لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي &#8230; “Dan (ingatlah) hari ketika orang yang zalim menggigit kedua tangannya seraya berkata: ‘Aduhai, kiranya dahulu aku mengambil jalan bersama Rasul’. Oh, celaka aku! Sekiranya (dahulu) aku tidak menjadikan si fulan sebagai teman setia. Sungguh, dia benar-benar telah menyesatkanku dari peringatan (Al-Qur’an) ketika telah datang kepadaku&#8230; [QS. Al-Furqan: 27–29] [Tafsir Fathul Qadir] Kalau Uqbah bin Abi Muayth digelari sebagai “Asyqa al-Qawm” (orang yang paling celaka dari kaum Quraisy) maka masih ada Asyqa yang lain. Rasul saw., memberikan gelar kepada pembunuh unta Nabi Nuh sebagai “Asyqal Awwalin” (orang yang paling celaka dari umat terdahulu) dan orang yang memukul kepada Sayyidina Ali KW (pembunuhnya) sebagai sebagai “Asyqal Akhirin” (orang yang paling celaka dari umat terakhir) [Al-Mu’jam Al-Kabir HR. Thabrani] Dari kejadian di atas maka kita ketahui bahwa balasan dari perbuatan zalim itu tidak hanya di akhirat akan tetapi di dunia sudah dibalaskan oleh Allah. Hal ini sesuai dengan hadis utama di mana Rasul saw., bersabda: “Ada dua pintu yang balasannya disegerakan di dunia yaitu perbuatan zalim dan durhaka.” [HR. Bukhari] Wallahua’lam. Semoga Allah Al-Bari membuka hati dan pikiran kita untuk tidak berlaku zalim kepada orang lain betapapun kita lebih besar darinya karena Allah yang akan membalas setiap kezaliman di dunia dan di akhirat nanti. Salam Satu Hadis Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag. Pondok Pesantren Wisata AN-NUR 2 Malang Jatim Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata Ayo Mondok! Mondok Itu Keren! NB: Jangan pelit berbagi ilmu. Sufyan Ats-Sauri berkata : “Barang siapa pelit berbagi ilmu maka ia akan ditimpa satu dari tiga perkara: (1) Lupa, (2) Wafat tanpa manfaat, dan (3) Catatan ilmunya hilang.” [Al-Majmu’]</p>
<p>Artikel <a href="https://annur2.net/akibat-meludahi-orang/">AKIBAT MELUDAHI ORANG</a> ditulis oleh <a href="https://annur2.net/author/redaksi/">Redaksi Annur2</a> dan dipulikasikan pertama kali di <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a>. Hak cipta oleh <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://annur2.net/akibat-meludahi-orang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tarik Tambang Kekuasaan</title>
		<link>https://annur2.net/tarik-tambang-kekuasaan/</link>
					<comments>https://annur2.net/tarik-tambang-kekuasaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Annur2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Dec 2025 10:03:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MIMBAR PENGASUH]]></category>
		<category><![CDATA[alvers]]></category>
		<category><![CDATA[annur2]]></category>
		<category><![CDATA[annur2malang]]></category>
		<category><![CDATA[ayomondok]]></category>
		<category><![CDATA[ayongaji]]></category>
		<category><![CDATA[ngajihadits]]></category>
		<category><![CDATA[ngajikuy]]></category>
		<category><![CDATA[ngajionline]]></category>
		<category><![CDATA[onedayonehadith]]></category>
		<category><![CDATA[pesantrenwisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://annur2.net/?p=29764</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sumber: <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a></p>
<p>TARIK TAMBANG ONE DAY ONE HADITH Diriwayatkan dari Ka’ab bin ‘Iyadl ra., Rasul saw.: إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَإِنَّ فِتْنَةَ أُمَّتِي الْمَالُ “Sesungguhnya setiap umat memiliki ujian, dan ujian bagi umatku adalah harta.” [HR. Ahmad] Catatan Alvers Apa penyebab perpecahan di tubuh PBNU? Dalam satu podcast, Mantan Ketum PBNU Kiai Said mengakui bahwa dulu ia menilai konsesi tambang sebagai penghargaan kepada NU namun kemudian beliau menyimpulkan bahwa munculnya perpecahan yang sekarang terjadi di PBNU berawal darinya maka dengan demikian tambang itu mudaratnya jauh lebih besar. Bahkan, jika melihat pengalaman di negara lain seperti Bolivia, Venezuela, dan Nigeria, situasinya tidak kalah mengerikan. Negara-negara yang semula bersatu dan kompak justru terpukul oleh konflik internal hingga berujung perang saudara akibat persoalan tambang. [islami co] Stop sampai di sini ya. Disclaimer: Uraian selanjutnya sama sekali tidak berkaitan dengan prolog ini.&#160;&#160; Benar kata orang bijak, yang bahaya itu bukan beda pendapat tapi beda pendapatan. Tatkala beda pendapatan maka akan terjadi tarik menarik layaknya&#160;lomba&#160;tarik tambang. Yang kalah akan iri kepada yang menang dan selanjutnya akan terjadi permusuhan. Jika terjadi demikian, maka pelakunya disebut dengan hamba harta. Rasul saw., bersabda: &#160;تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ وَالْقَطِيفَةِ وَالْخَمِيصَةِ إِنْ أُعْطِيَ رَضِيَ وَإِنْ لَمْ يُعْطَ لَمْ يَرْضَ &#8220;Celakalah hamba dinar, dirham, kain halus, dan pakaian mewah. Jika diberi, ia rida; dan jika tidak diberi, ia tidak rida.&#8221; [HR. Bukhari] Harta menjadi ujian bagi manusia. Dalam hadis utama dinyatakan: “Sesungguhnya setiap umat memiliki ujian, dan ujian bagi umatku adalah harta.” [HR. Ahmad] Betapa banyak orang yang lulus ketika diuji dengan kemiskinan namun tidak banyak orang yang lolos ketika diuji dengan kekayaan. Abdurrahman bin Auf ra., berkata: اِبْتُلِينَا بِالضَّرَّاءِ فَصَبَرْنَا، وَابْتُلِينَا بِالسَّرَّاءِ فَلَمْ نَصْبِرْ &#8220;Kita diuji dengan kesusahan, lalu kita bersabar; dan kita diuji dengan kesenangan, namun kita tidak bersabar.&#8221; [Uddatus Shabirin] Itulah mengapa orang miskin banyak yang berada di surga. Rasul saw., bersabda: قُمْتُ عَلَى بَابِ الْجَنَّةِ فَكَانَ عَامَّةَ مَنْ دَخَلَهَا الْمَسَاكِينُ &#8220;Aku berdiri di pintu surga, maka kebanyakan orang yang memasukinya adalah orang-orang miskin.” [HR. Bukhari] Ujian harta merupakan ujian berat karena manusia sangat-sangat mencintai harta. Allah Swt., berfirman: وَتُحِبُّونَ&#160;ٱلْمَالَ حُبًّا جَمًّا “Dan kalian sangatlah mencintai harta.” [QS. Al-Fajr: 20] Kalau seseorang sudah berambisi kepada harta maka ia tidak akan lagi memedulikan dari mana harta berasal. Inilah yang disabdakan oleh Rasul saw.: لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ أَمِنْ حَلَالٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ &#8220;Akan datang suatu masa pada manusia, di mana seseorang tidak lagi peduli dari mana ia mendapatkan harta: apakah dari yang halal atau dari yang haram.&#8221; [HR. Bukhari] Cinta harta tidak hanya dialami oleh orang miskin, orang kayapun tetap akan berambisi memiliki harta yang lebih banyak. Rasul saw., bersabda: لَوْ كَانَ لِابْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ لَابْتَغَى ثَالِثًا &#8220;Seandainya seseorang memiliki dua lembah penuh harta, niscaya ia akan mencari yang ketiga.” [HR. Bukhari] Cinta harta juga tidak hanya dialami oleh pemuda, orang yang sudah tuapun tetap akan berambisi kepada harta. Rasul saw., bersabda: يَكْبَرُ ابْنُ آدَمَ وَيَكْبَرُ مَعَهُ اثْنَانِ حُبُّ الْمَالِ وَطُولُ الْعُمُرِ &#8220;Manusia itu menua namun ada dua perkara senantiasa menyertainya: yaitu cinta kepada harta dan keinginan untuk panjang umur.&#8221; [HR. Bukhari] Maka ujian harta inilah yang dikhawatirkan oleh Nabi saw. Rasul saw., bersabda: فَوَاللَّهِ لَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنْ أَخَشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمْ الدُّنْيَا &#8220;Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan menimpa kalian. Tetapi aku lebih mengkhawatirkan apabila dunia dibentangkan untuk kalian.” [HR. Bukhari] (Lanjutan hadis) – “sebagaimana telah dibentangkan bagi orang-orang sebelum kalian, lalu kalian berlomba-lomba mengejarnya sebagaimana mereka berlomba-lomba, dan akhirnya dunia itu membinasakan kalian sebagaimana ia telah membinasakan mereka.&#8221; [HR. Bukhari] Maka harta menjadi ujian berat karena ia adalah titik lemah manusia. Al-Hasan berkata: “Dahulu ada sebuah pohon yang disembah selain Allah. Lalu datang seorang lelaki dan berkata: ‘Aku akan menebang pohon ini.’ Ia pun datang untuk menebangnya karena marah demi Allah. Maka Iblis menemuinya dalam rupa manusia dan berkata: ‘Apa yang hendak kau lakukan?’ Ia menjawab: ‘Aku ingin menebang pohon ini yang disembah selain Allah.’ Setan berkata: ‘Jika engkau tidak menyembahnya, apa ruginya bagimu orang yang menyembahnya?’ Ia menjawab: ‘Aku tetap akan menebangnya.’ Setan berkata: ‘Maukah aku tawarkan yang lebih baik bagimu? Jangan kau tebang, dan engkau akan mendapat dua dinar setiap pagi di bawah bantalmu.’ Ia bertanya: ‘Dari mana aku mendapatkannya?’ Setan menjawab: ‘Aku yang memberimu.’ Ia pun kembali, dan esoknya ia mendapati dua dinar di bawah bantalnya. Namun pada hari berikutnya ia tidak mendapati apa-apa. Maka ia bangkit dengan marah untuk menebang pohon itu. Setan kembali menemuinya dalam rupa yang sama dan berkata: ‘Apa yang hendak kau lakukan?’ Ia menjawab: ‘Aku ingin menebang pohon ini yang disembah selain Allah.’ Setan berkata: ‘Engkau dusta, engkau tidak punya jalan untuk itu.’ Lalu ia berusaha menebangnya, tetapi Setan menjatuhkannya ke tanah dan mencekiknya hingga hampir membunuhnya. Setan berkata: ‘Tahukah engkau siapa aku? Aku adalah setan. Ketika pertama kali engkau datang marah demi Allah, aku tidak punya kuasa atasmu. Tetapi aku menipumu dengan dua dinar sehingga engkau meninggalkannya. فَلَمَّا جِئْتَ غَضَبًا لِلدِّينَارَيْنِ سُلِّطْتُ عَلَيْكَ Maka ketika engkau datang marah demi dinar, aku pun diberi kuasa atasmu.’” [Talbisu Iblis Libnil Jauzi] Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan pikiran kita untuk mewaspadai harta karena harta merupakan ujian bagi umat ini sehingga kita menjadi orang yang lulus pada ujian harta dan kekayaan. Salam Satu Hadits Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag. Pondok Pesantren Wisata AN-NUR 2 Malang Jatim Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata Ayo Mondok! Mondok Itu Keren! NB. Jangan pelit berbagi ilmu. Sufyan Ats-sauri berkata: “Barang siapa pelit berbagi ilmu maka ia akan ditimpa satu dari tiga perkara: (1) lupa, (2) wafat tanpa manfaat dan (3) catatan ilmunya hilang.” [Al-Majmu’]</p>
<p>Artikel <a href="https://annur2.net/tarik-tambang-kekuasaan/">Tarik Tambang Kekuasaan</a> ditulis oleh <a href="https://annur2.net/author/redaksi/">Redaksi Annur2</a> dan dipulikasikan pertama kali di <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a>. Hak cipta oleh <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://annur2.net/tarik-tambang-kekuasaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TERBEBAS DARI HARIMAU</title>
		<link>https://annur2.net/terbebas-dari-harimau/</link>
					<comments>https://annur2.net/terbebas-dari-harimau/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Annur2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2025 03:58:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MIMBAR PENGASUH]]></category>
		<category><![CDATA[alvers]]></category>
		<category><![CDATA[annur2]]></category>
		<category><![CDATA[annur2malang]]></category>
		<category><![CDATA[ayomondok]]></category>
		<category><![CDATA[ayongaji]]></category>
		<category><![CDATA[ngajihadits]]></category>
		<category><![CDATA[ngajikuy]]></category>
		<category><![CDATA[ngajionline]]></category>
		<category><![CDATA[onedayonehadith]]></category>
		<category><![CDATA[pesantrenwisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://annur2.net/?p=29749</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sumber: <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a></p>
<p>ONE DAY ONE HADITH Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., Rasul saw., bersabda: يَا أَرْضُ رَبِّي وَرَبُّكِ اللَّهُ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّكِ وَشَرِّ مَا فِيكِ وَشَرِّ مَا خُلِقَ فِيكِ وَمِنْ شَرِّ مَا يَدِبُّ عَلَيْكِ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ أَسَدٍ وَأَسْوَدَ وَمِنْ الْحَيَّةِ وَالْعَقْرَبِ وَمِنْ سَاكِنِ الْبَلَدِ وَمِنْ وَالِدٍ وَمَا وَلَدَ “Wahai bumi, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah, aku berlindung kepada Allah dari keburukanmu dan keburukan yang ada padamu, dan keburukan apa yang diciptakan padamu, dari keburukan apa yang merayap di atasmu. Dan aku berlindung kepada Allah dari singa, dan sesuatu yang hitam, yaitu&#160;&#160;ular dan kalajengking, dan dari (jin atau manusia) penghuni negeri serta dari yang melahirkan serta apa yang ia lahirkan.”&#160;&#160;[HR. Abu Dawud]. Catatan Alvers Di saat bencana banjir yang melanda, beredar beberapa video yang memperlihatkan harimau muncul di tengah bencana banjir di Sumatera pada akhir November 2025 ini. Namun setelah diteliti ternyata video-video tersebut adalah hasil buatan AI alias hoaks. [tempo.co] Beredar juga video seorang lelaki yang sedang naik motor tiba-tiba diterkam harimau. Banyak orang menyangka bahwa itu adalah video hasil rekayasa AI. “Semenjak ada AI gak percaya yang kaya ginian.” Ujar salah satu netizen. Namun ternyata, Pihak Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) buka suara. Seorang pria bernama Amir (41) Ia diterkam harimau saat pulang berkebun dengan mengendarai motor di Lampung Barat tepatnya di hutan kawasan tepatnya di register 46 B, Gunung Sekincau, Lampung Barat. Diketahui akibat kejadian itu, ia mengalami luka di kepala, leher hingga punggungnya. Sabtu (6/9/2025). [detik.com] Binatang buas seperti harimau memang ganas dan banyak menyerang manusia. Namun tidak dengan para nabi. Dikisahkan oleh Ibnu Katsir dalam kitabnya Qishashul Anbiya’ (Kisah-kisah para nabi) dengan sanad yang hasan, bahwa Abi Al-Zinad (Lahir tahun 65 H, seorang ulama besar dari kalangan tabiin, ahli hadis dan fakih di Madinah) berkata: “Aku melihat sebuah cincin di tangan Abu Burdah (wafat sekitar tahun 103 H) bin Abi Musa al-Asy‘ari ra., pada batu permatanya terukir gambar dua ekor singa dan di antara keduanya ada seorang lelaki, dan kedua singa itu menjilati lelaki tersebut. Abu Burdah berkata: Ini adalah cincin milik lelaki yang telah meninggal, yang penduduk negeri ini mengklaim bahwa ia adalah Daniyal. Cincin itu diambil oleh (ayahku) Abu Musa pada hari ia dikuburkan. Lalu (ayahku) Abu Musa bertanya kepada para ulama desa itu tentang ukiran cincin tersebut. Mereka menjawab: Raja saat itu didatangi oleh para ahli nujum dan berkata kepada sang raja: “Pada tanggal sekian bulan sekian akan lahir seorang anak laki-laki yang akan merusak kerajaanmu.” Maka sang raja berkata: وَاللهِ لَا يَبْقَى تِلْكَ اللَّيْلَةَ غُلَامٌ إِلَّا قَتَلْتُهُ “Demi Allah, tidak akan ada seorang anak laki-laki pada malam tersebut kecuali aku akan membunuhnya.” Lalu (saat tiba hari yang telah ditentukan itu) mereka mengambil (anak yang bernama) Daniyal dan melemparkannya ke dalam kandang singa (supaya ia menjadi santapan singa). Anak tersebut semalaman ada di dalam kandang singa namun singa jantan serta betina itu menjilatinya tanpa mencelakainya. (Keesokan harinya) Sang Ibu datang dan mendapati kedua singa itu sedang menjilatinya. Maka Allah menyelamatkannya dengan cara itu hingga ia tumbuh besar dan mencapai kedudukan yang ia capai (menjadi nabi). Abu Burdah berkata: (Ayahku) ‘Abu Musa berkata: Para ulama desa itu mengatakan bahwa Daniyal kemudian mengukir gambar dirinya bersama dua singa yang menjilatinya pada batu cincin itu, agar ia tidak melupakan nikmat Allah kepadanya dalam peristiwa tersebut. [Qishashul Anbiya’] Dalam satu versi, beliau dimakamkan di area Masjid Daniyal di Alexandria Mesir tepatnya berada di ruang bawah tanah. Menuju ke makamnya, peziarah turun melalui tangga ke bawah. Dan alhamdulillah penulis berziarah ke sana pada bulan November 2025. Tidak hanya para nabi, keturunan Nabi saw., juga demikian. Mereka akan terjaga dari binatang buas. Ibnu Hajar Al-Asqalani meriwayatkan bahwa pada masa khalifah (Ja‘far bin Al-Mu‘tashim bin Harun Ar-Rasyid yang dikenal dengan sebutan) al-Mutawakkil (berkuasa pada 232–247 H) dari Daulah Abbasiyah, terdapat seorang perempuan bernama Zainab. Ia mengaku sebagai putri Husain (wafat tahun 61 H) bin Ali bin Abi Thalib, dan bahwa ia berumur panjang hingga masih hidup sampai masa itu. Orang-orang saat itu menyarankan khalifah untuk mendatangkan keturunan Rasul guna menanyakan pendapatnya. Ia adalah &#8211; Ali bin Muhammad bin Ali bin Musa bin Ja‘far bin Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Talib ra. Khalifah pun bertanya mengenai cara menguji benar tidaknya pengakuan Zainab tersebut. Maka Ali berkata: المِحْنَةُ فِي ذَلِكَ قَرِيبَةٌ، إِنَّ اللهَ حَرَّمَ لَحْمَ جَمِيعِ وَلَدِ فَاطِمَةَ عَلَى السِّبَاعِ “Ujiannya mudah. Sesungguhnya Allah telah mengharamkan daging seluruh keturunan Fatimah atas binatang buas.” “Maka lemparkan saja dia kepada binatang buas. Jika ia benar, binatang itu tidak akan mengganggunya. Jika ia dusta, binatang itu akan memakannya.” Khalifah pun lalu memerintahkan kepada Zainab agar dimasukkan ke dalam kawanan singa namun Zainab segera mengaku bahwa ia telah berdusta. Sebagai hukumannya, ia dinaikkan di atas unta dan diarak di jalan-jalan kota, sambil diumumkan bahwa ia adalah “Zainab al-Kadzdhabah (pendusta)” dan bahwa ia sama sekali tidak memiliki hubungan nasab dengan Rasul saw. Dan beberapa hari setelahnya, Al-Mutawakkil ingin membuktikan kebenaran dari statement tersebut. Ia menyuruh Ali agar dilemparkan ke tempat yang banyak binatang buasnya, ternyata memang binatang-binatang buas itu tidak mengganggunya. [Lisanul Mizan] Salah satu ikhtiar supaya kita selamat dari gangguan binatang buas adalah dengan cara berdoa yaitu dengan doa yang diajarkan oleh Rasul saw., pada hadis utama di atas. Abdullah bin Umar ra., berkata: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَافَرَ فَأَقْبَلَ اللَّيْلُ قَالَ&#160;&#160;يَا أَرْضُ رَبِّي وَرَبُّكِ اللَّهُ&#8230; “Rasul SAW saat bepergian dan malam mulai tiba maka beliau membaca doa “Ya Ardlu Rabby Wa Rabbukillah&#8230; dst.” Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membuka hati dan pikiran kita untuk mengetahui kebesaran Allah pada para Nabi dan Kekasih-Nya serta berdoa dengan doa yang diajarkan Nabi saw., supaya kita selamat di dunia dan akhirat. Salam Satu Hadits Dr. KH. Fathul Bari., S.S., M.Ag. Pondok Pesantren Wisata AN-NUR 2 Malang Jatim Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata Ayo Mondok! Mondok Itu Keren! NB. Jangan pelit berbagi ilmu. Sufyan Ats-sauri berkata: “Barang siapa pelit berbagi ilmu maka ia akan ditimpa satu dari tiga perkata: (1) lupa, (2) wafat tanpa manfaat dan (3) catatan ilmunya hilang.” [Al-Majmu’]</p>
<p>Artikel <a href="https://annur2.net/terbebas-dari-harimau/">TERBEBAS DARI HARIMAU</a> ditulis oleh <a href="https://annur2.net/author/redaksi/">Redaksi Annur2</a> dan dipulikasikan pertama kali di <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a>. Hak cipta oleh <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://annur2.net/terbebas-dari-harimau/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Nih Keuntungan Mentraktir Teman</title>
		<link>https://annur2.net/ini-nih-keuntungan-mentraktir-teman/</link>
					<comments>https://annur2.net/ini-nih-keuntungan-mentraktir-teman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Annur2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 06:03:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[MIMBAR PENGASUH]]></category>
		<category><![CDATA[alvers]]></category>
		<category><![CDATA[annur2]]></category>
		<category><![CDATA[annur2malang]]></category>
		<category><![CDATA[ayomondok]]></category>
		<category><![CDATA[ayongaji]]></category>
		<category><![CDATA[ngajihadits]]></category>
		<category><![CDATA[ngajikuy]]></category>
		<category><![CDATA[ngajionline]]></category>
		<category><![CDATA[onedayonehadith]]></category>
		<category><![CDATA[pesantrenwisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://annur2.net/?p=29636</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sumber: <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a></p>
<p>KEUTAMAAN MENTRAKTIR TEMAN ONE DAY ONE HADITH Diriwayatkan dari Muadz bin Jabal ra., Rasul saw., bersabda: مَنْ أَطْعَمَ مُؤْمِنًا حَتَّى يُشْبِعَهُ مِنْ سَغَبٍ أَدْخَلَهُ اللَّهُ بَابًا مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ، لا يُدْخِلُهُ إِلا مَنْ كَانَ مِثْلَهُ&#8221; “Barang siapa memberi makanan seorang mukmin hingga ia kenyang dari kelaparan, maka Allah akan memasukkannya melalui sebuah pintu (khusus) dari pintu-pintu surga, yang tidak dimasuki kecuali oleh orang yang seperti dirinya.” [HR. al-Hakim] Catatan Alvers Dalam dunia pertemanan, mabar atau makan bareng adalah hal yang biasa namun istimewanya ada saja teman yang selalu tampil di depan ketika waktunya membayar makanan telah tiba. Hal ini terkadang mendatangkan pertanyaan, kenapa ia rajin bayarin makanan teman? Kenapa ia lebih mudah mendapatkan rezeki khususnya secara finansial, tapi sebaliknya teman yang inginnya dibayarin terus dan menginginkan traktiran itu kebanyakan malah kesulitan secara finansial?. Mereka yang sukanya mentraktir teman itu bukan sok kaya, atau ingin kelihatan lebih dari teman yang lain, bukan demikian. Tapi mereka adalah orang yang menghargai setiap pertemuan dan pertemanan. Mereka ingin pertemanan itu semakin erat karena dengan memberi hadiah berupa traktiran maka akan semakin solid pertemanannya. Rasul saw., bersabda: تَهَادوْا تَحَابُّوا “Hendaklah kalian saling memberi hadiah, karena hal itu akan membuat kalian saling mencintai.” [HR. Al Baihaqi] Dalam hadis lain, Rasul saw., bersabda: السَّخِيُّ قَرِيبٌ مِنْ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنْ الْجَنَّةِ قَرِيبٌ مِنْ النَّاسِ &#8220;Orang yang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan surga dan pula dekat dengan manusia.&#8221; [HR. Turmudzi] Kedua, teman yang suka mentraktir itu tidak selamanya berkelimpahan harta. Boleh jadi dengan apa yang ia lakukan ia mengharapkan kebajikan yang sempurna. Allah Swt., berfirman: لَن تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ “Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan yang sempurna sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.” [QS. Āli ‘Imrān: 92]. Keempat, boleh jadi ia sedang berjuang melawan ancaman setan. Allah Swt., berfirman: الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ “Setan menjanjikan kamu dengan kemiskinan.” [QS. al-Baqarah: 268]. Dan sebaliknya ia ingin meraih doa malaikat, yaitu: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا “Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.” [HR. Bukhari] Kelima, ia yang suka mentraktir ingin melakukan amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT. Bukankah Rasul saw., bersabda: أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ &#8230; أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا “Perbuatan yang paling dicintai Allah adalah memberi kegembiraan kepada seorang mukmin&#8230; atau menghilangkan rasa laparnya.” [HR. Thabrani] &#160;Keenam. Ia ingin menjadi mukmin yang sempurna karena Rasul saw., bersabda: الْمُؤْمِنُ غِرٌّ كَرِيمٌ وَالْفَاجِرُ خِبٌّ لَئِيمٌ “Seorang mukmin itu senantiasa berlapang dada dan dermawan, sedangkan seorang fajir itu bakhil dan berakhlak buruk.“ [HR. Tirmidzi] Ketujuh, ia bahagia di akhirat kelak karena Nabi saw., bersabda dalam hadis utama: “Barang siapa memberi makanan seorang mukmin hingga ia kenyang dari kelaparan, maka Allah akan memasukkannya melalui sebuah pintu (khusus) dari pintu-pintu surga, yang tidak dimasuki kecuali oleh orang yang seperti dirinya.” [HR. al-Hakim] Jika Anda adalah tim yang suka mentraktir maka yakinlah dengan motivasi di atas dan janganlah mengungkit-ungkit traktiran dan menuntut teman untuk membalasnya. Allah Swt., berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَى “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” [QS. Al-Baqarah: 264] Namun jika Anda adalah tim yang lebih suka ditraktir maka sesekali harus mentraktir, jangan terus-terusan ingin ditraktir sebab dalam hadis di atas Rasul saw., memerintahkan kita untuk “saling memberi hadiah.” Jika belum punya rezeki untuk membalas traktiran maka minimal ada niatan untuk itu. Rasul saw., menceritakan orang yang punya ilmu tapi tidak memiliki uang namun ia memiliki niat yang kuat (untuk berbuat kebaikan semisal mentraktir) sehingga ia berkata: لَوْ أَنَّ لِي مَالًا لَعَمِلْتُ بِعَمَلِ فُلَانٍ “Seandainya aku memiliki uang maka aku akan melakukan perbuatan Si Fulan (yang suka mentraktir itu),” maka orang tersebut akan mendapatkan pahala yang sama dengan si dermawan (teman yang mentraktir) tadi. [HR. Turmudzi] Dan selama kita menerima traktiran dan belum bisa mentraktir maka jangan lupa untuk selalu membalas kebaikannya minimal dengan mendoakannya. Rasul saw., bersabda:&#160;“Siapa saja yang berbuat baik kepada kalian, maka balaslah kebaikannya. Jika engkau tidak mampu membalasnya maka: فَادعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوا أَنَّكُم قَد كَافَأتُمُوهُ “Doakanlah dia sampai-sampai kalian yakin telah benar-benar mengimbangi kebaikannya.” [HR. Abu Daud] Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan pikiran kita untuk&#160;suka mentraktir daripada ditraktir dan meyakini bahwa mentraktir itu tidak merugikan namun sebaliknya ia akan menguntungkan di dunia maupun di akhirat Salam Satu Hadis Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag. Pondok Pesantren Wisata AN-NUR 2 Malang Jatim Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata Ayo Mondok! Mondok Itu Keren! NB. “Ballighu Anni Walau Ayah” Silahkan share sebanyak-banyaknya kepada semua grup yang ada supaya sabda Nabi saw., menghiasi dunia maya dan menjadi amal jariah kita semua.</p>
<p>Artikel <a href="https://annur2.net/ini-nih-keuntungan-mentraktir-teman/">Ini Nih Keuntungan Mentraktir Teman</a> ditulis oleh <a href="https://annur2.net/author/redaksi/">Redaksi Annur2</a> dan dipulikasikan pertama kali di <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a>. Hak cipta oleh <a href="https://annur2.net">Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://annur2.net/ini-nih-keuntungan-mentraktir-teman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
