PWR Malam Ke-9: Dari 100 Hanya Satu Rahmat di Dunia 

Pasar Waqiah Ramadan 1447 H/2026 M Malam ke-9

Rahmat Allah Swt.

Oleh: Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag.

قُلْ لِمَنْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ قُلْ لِلَّهِ ۚ كَتَبَ عَلَىٰ نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ ۚ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

“Katakanlah: ‘Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi.’ Katakanlah: ‘Kepunyaan Allah.’ Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya. Orang-orang yang meragukan dirinya mereka itu tidak beriman.”

annur2.net – Sayyid Qutb menjelaskan bahwasannya rahmat itu bukan sekadar kasih sayang biasa yang dicurahkan oleh Allah Swt., kepada manusia. Akan tetapi rahmat itu mencakup segala pertolongan, kebaikan dan keselamatan yang Allah berikan kepada hambanya. Allah menjadikan rahmat sebagai ketetapan (Qada) dan perlakuan-Nya (Muamalah) di dunia maupun di akhirat terhadap seluruh makhluk, bukan hanya manusia.

Maka dari itu, rahmat merupakan hal yang sangat besar. Dalam hadis yang diriwayatkan Muhammad bin Ismail Al-Bukhari dijelaskan:

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:

جَعَلَ اللَّهُ الرَّحْمَةَ مِائَةَ جُزْءٍ، فَأَمْسَكَ عِنْدَهُ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ جُزْءًا، وَأَنْزَلَ فِي الْأَرْضِ جُزْءًا وَاحِدًا، فَمِنْ ذَلِكَ الْجُزْءِ يَتَرَاحَمُ الْخَلْقُ حَتَّى تَرْفَعَ الْفَرَسُ حَافِرَهَا عَنْ وَلَدِهَا خَشْيَةَ أَنْ تُصِيبَهُ

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Allah menjadikan rahmat seratus bagian. Lalu Dia menahan di sisi-Nya sembilan puluh sembilan bagian, dan menurunkan ke bumi satu bagian saja. Dari satu bagian itulah seluruh makhluk saling mengasihi (berkasih sayang), sampai-sampai seekor kuda betina mengangkat kakinya dari anaknya karena takut menginjaknya.” (HR. Bukhari, No. 6000)

Allah Swt., menciptakan rahmat sebanyak seratus. Akan tetapi Allah menyimpan 99 rahmat tersebut di akhirat dan satu rahmat diturunkan ke dunia. Satu kasih sayang tersebut dapat membuat seluruh makhluk di dunia saling memiliki rasa kasih sayang. Rahmat yang disimpan tersebut akan Allah turunkan ketika hari Kiamat dan Ia curahkan kepada orang-orang yang beriman kepada-Nya.

Andai Saja Orang Kafir Tahu Rahmat Allah

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ: أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَوْ يَعْلَمُ الْمُؤْمِنُ مَا عِنْدَ اللَّهِ مِنَ الْعُقُوبَةِ مَا طَمِعَ بِجَنَّتِهِ أَحَدٌ، وَلَوْ يَعْلَمُ الْكَافِرُ مَا عِنْدَ اللَّهِ مِنَ الرَّحْمَةِ مَا قَنَطَ مِنْ جَنَّتِهِ أَحَدٌ.

Dari Abu Hurairah (dia berkata): Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Kalau sekiranya orang mukmin itu mengetahui siksaan yang ada di sisi Allah, niscaya tidak ada seorangpun mukmin yang berharap akan surga-Nya. Dan kalau sekiranya orang kafir itu mengetahui rahmat yang ada di sisi Allah, niscaya tidak ada seorangpun kafir yang putus asa dari surga-Nya.” (HR. Muslim, No. 2755)

Rahmat merupakan hal yang luar biasa. Jikalau terdapat orang kafir yang tahu bahwasannya Allah akan memberinya rahmat, maka mereka yang tidak ada yang luput dari iman dan melakukan amal ibadah. Sebaliknya, ketika orang mukmin tahu bahwasanya terdapat neraka yang sangat mengerikan maka siapapun dari mereka yang sangat ingin berada disisi Allah.

Maka dari itu rahmat disebut sebagai bentuk kasih sayang yang Allah berikan yang begitu luas dan tak terbatas. Nabi Muhammad saw., pernah mencium cucunya Hasan bin Ali bin Abi Thalib Karamallahu Wajhah. Di sana juga terdapat sahabat Nabi Muhammad dari bani Tamim yakni Al-Aqra’ bin Habis At-Tamimi yang masuk islam menjelang atau saat Fathu Makkah. Pada saat itu, ia berkata bahwasannya ia memiliki sepuluh anak akan tetapi tidak pernah mencium sekalipun dari mereka. 

Rasulullah saw., bersabda:

مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ

“Barang siapa tidak menyayangi (tidak mengasihi), maka dia tidak akan disayangi (tidak dikasihi).” (HR. Bukhari, No. 5997)

Jadi, kasih sayang juga hal yang sangat penting. Karena, seseorang yang tidak memiliki rasa kasih sayang terutama kepada keluarga. Maka, dia tidak akan disayang Allah dan Manusia. Seperti halnya Nabi Muhammad mencontohkan kasih sayangnya terhadap cucunya Hasan.

Dengan demikian, Allah menetapkan rahmat atas kehendak-Nya. Rahmat Allah merupakan kasih sayang yang luar biasa yang meliputi segala kebaikan, pertolongan dan keselamatan yang diberikan kepada makhluk di dunia. Allah menciptakan rahmat berjumlah 100, akan tetapi Ia hanya memberikan rahmat di dunia ini hanya satu saja. Akan tetapi, satu rahmat yang Allah berikan dapat membuat makhluk di dunia memiliki rasa kasih sayang dan 99 rahmat diberikan ketika hari Kiamat. 

Kasih sayang juga merupakan hal yang luar biasa. Jikalau orang kafir tahu bahwasanya Allah menciptakan rahmat, maka mereka tidak akan luput dari melakukan ibadah. Bentuk kasih sayang itu juga terjadi pada kisah Nabi Muhammad saw., yang mencium cucunya, sedangkan di sana terdapat sahabat yang tidak mencium satupun dari keluarganya. Nabi Muhammad sendiri menegaskan bahwasanya orang yang tidak menyayangi maka tidak akan disayangi, dari hal itu kasih sayang merupakan hal yang luar biasa dan sangat penting.

(Zihni Maurizio/Mediatech An-Nur II)

Artikel Terbaru

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

@2026 | Yayasan Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”Zeldrex