“Ya hanana bi Muhammad…,” senandung tim Banjari An-Nur II yang menandakan acara pelantikan pengurus periode 2023/2024 akan segera terlaksana. Acara ini berada di depan masjid An-Nur bertepatan pada Kamis, 27 Juli 2023 M dan 10 Muharam 1445 H. Acara ini ada setiap satu tahun sekali.
Seluruh santri putra menghadiri acara tersebut. Para santri menata posisi duduknya di depan masjid. Jumlah mereka memenuhi teras masjid hingga depan kamar A dan raudah. Bahkan ada yang harus duduk di jembatan lantaran tidak kebagian tempat. Sedangkan para pengurus berada di Matlail Anwar.
Dengan setelan jas abu-abu, baju putih, songkok hitam dan sarung biru An-Nur, MC berdiri di podium memegang mikrofon. MC langsung memulai acara dengan mengucapkan salam. Ia memberikan sambutan kepada seluruh hadirin lalu menjelaskan tangga acara. Dengan pembacaan Ummul Quran MC membimbing ke tangga pertama acara.
Tangga pertama adalah lantunan ayat suci Al-Quran oleh seorang santri tahfiz asal Maluku. Setelah pembacaan ayat selesai, ia mengucapkan salam sebagai tanda pengunduran dirinya.
Selanjutnya, para hadirin berdiri untuk menyanyikan dua lagu: Indonesia Raya dan Mars An-Nur. Di tengah panggung dirigen memimpin nyanyian. Lagu pertama adalah Indonesia Raya dan kedua ialah lagu Mars An-Nur.
“Assalamualaiukum warahmatullahi wabarakatuh,” salam Ustaz Muhyiddin Farkhi dan membacakan surat keputusan yang merupakan tangga acara ketiga. “Demikian surat keputusan…,” tutup beliau lalu mengucapkan salam.
Prosesi Pelantikan Pengurus
Beranjak ke tangga yang selanjutnya yakni pelantikan pengurus. Runtutan tersebut merupakan inti dari acara pada malam kali ini. Dalam pelantikan pengurus terdapat empat sesi. Pertama adalah pengurus kepala kamar santri SMP. Pada sesi pertama, Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag., dan Gus Drs. H. Khairuddin, Ak., M.Si., M.Pd., menjadi pelantik.
Sesi kedua ialah pengurus SMA. Pun sama di sesi kedua, pelantiknya adalah Kiai Fathul Bari dan Gus Khairuddin. Selanjutnya yaitu pengurus tahfiz dan non kepala kamar. Pelantiknya adalah Kiai Husni Mubarok, M.Pd., dan Gus M. Said. Terakhir adalah pengurus Ma’had ‘Aly. Pada sesi terakhir ini, Agus A. Ibrahim Zainul Akbar, S.Pd., dan Agus Abdul Qodir menjadi pelantiknya.
MC memanggil satu per satu pengurus untuk maju ke panggung. Saat di panggung, pelantik mengalungkan serban putih kepada para pengurus. Selain serban, mereka juga mendapatkan sebuah map.
Para pengurus yang sudah mendapat serban dan map, menata barisan di samping kanan-kiri pelantik. Setelah berbaris dua banjar, para pengurus berfoto bersama. Mereka pun turun dari panggung dan menata duduk di depan barisan para santri.
Setelah ketiga sesi selesai, Ustaz Moch. Faizuddin membacakan ikrar pengurus. Sebelumnya, beliau menyuruh semua pengurus untuk memegang bahu pengurus yang ada di sampingnya dengan tangan kanan. Sambil memegang bahu, para pengurus serempak mengikuti bacaan ikrar Ustaz Faiz.
Kepengurusan Bagaikan Medan Perang
Sesudah ikrar pengurus selesai, Kiai Fathul Bari memberikan mauizah hasanah sebagai bekal untuk segenap pengurus. “Jangan pernah ada yang mundur dari kepengurusan,” begitu beliau menyampaikan. Putra pertama Almaghfurlah KH. M. Badruddin Anwar ini mengibaratkan mundur dari kepengurusan seperti mundur dari peperangan. “Itu sama dengan orang baiat perang, dia kemudian lari dari medan perang. Itu hukumnya dosa besar,” tutur beliau kepada para pengurus.
Selain itu, beliau mendoakan para pengurus agar mendapat pertolongan dari Allah seperti Nabi Musa yang selamat dari Firaun yang pada saat itu bertepatan tanggal 10 Muharam atau Asyura. Kiai Fathul Bari juga berharap pengurus periode ini bisa lebih sukses daripada periode yang sebelumnya.
Naik ke akhir tangga acara, Gus Khairuddin membacakan doa. Setelahnya, MC pun langsung menutup acara dan menghimbau para santri agar langsung kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
(Moch. Athoillahil Qodri/Mediatech An-Nur II)
