Pasar Waqiah: Selawat Merupakan Penolong di Hari Kiamat

Pasar Waqiah, Pasar Waqiah: Selawat Merupakan Penolong di Hari Kiamat, Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al Murtadlo

Kajian Pasar Waqiah (31/9/21): Nabi Muhammad SAW adalah seorang utusan Allah untuk menyebarkan ajaran islam dan memperbaiki akhlak (etika) manusia. Sebagai Nabi, beliau merupakan sosok manusia yang paling sempurna. Salah satu kesempurnaan beliau adalah ketampanannya. Bahkan saking tampannya, Nabi Yusuf pun kalah dengan beliau. Selain ketampanan beliau juga memiliki kewibawaan yang sangat besar.

Namun walau Nabi Muhammad menerima banyak anugerah dari Allah beliau tetaplah seorang manusia. Beliau pun tak jauh beda dengan manusia pada umumnya. Dalam hal ini ada sebuah syair dalam bahasa Arab yang membahas tentang sisi kemanusiaan nabi yang berarti, “Nabi muhammad adalah manusia seperti layaknya manusia yang lain. Namun (Apabila pembandingannya dengan yang lain), beliau bagaikan permata di antara batu kerikil.”

terlepas dari beberapa orang yang membenci Nabi Muhammad, tidak kalah banyak pula orang yang sangat mencintai Nabi Muhammad. Salah satu orang yang sangat mencintai nabi adalah budaknya, Tsauban.

Imam Al-Qurthubi menyarikan dalam salah satu kitabnya, Tafsir “Al-Qurthubi”, Dahulu, di zaman Nabi Muhammad, hiduplah seorang budak yang bernama Tsauban. Ia merupakan salah satu budak yang dimerdekakan oleh Nabi Muhammad dan merupakan budak yang sangat cinta terhadap Nabi.

Saking cintanya terhadap Nabi Muhammad ia tidak kuat apabila berlama-lama tanpa melihat wajah Nabi. Suatu ketika Nabi bertemu dengannya dengan kondisi yang buruk. Karena Tsauban terlihat berbeda dari biasanya, Nabi Muhammad bertanya perihal keadaan Tsauban saat itu.

Mendengar pertanyaan dari Nabi Muhammad, Tsauban pun menjawab alasan mengapa dia terlihat kurang baik saat itu. Ia berkata bahwa ia cemas apabila di akhirat kelak ia tidak akan bertemu dengan Nabi Muhammad walaupun telah masuk surga karena alasan perbedaan strata.

Karena kecemasan Tsauban, setelah kejadian itu, Allah menurunkan Surah An-Nisa ayat 69 yang berarti, “Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”

Setelah turunnya ayat tersebut, seyogyanya kita sebagai umat Nabi dapat masuk terhadap golongan tersebut dengan cara melakukan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Salah satu perintah Allah yang paling mudah pelaksanaannya adalah berselawat kepada Nabi Muhammad.

Melanjutkan keterangan di atas, kelebihan lain yang milik Nabi muhammad adalah beliau merupakan satu-satunya Nabi yang diselawati oleh Allah-dan para malaikat. Oleh karena itu, selawat menjadi sebagai salah satu ibadah yang penting dalam agama Islam.

Selain merupakan ibadah yang penting, selawat merupakan ibadah yang paling mudah pengerjaannya. Dalam pelaksanaanya tidak wajib untuk memiliki wudu dan menghadap kiblat. Bahkan seseorang bisa berselawat sambil melakukan kegiatan lain seperti rebahan hingga berkendara.

Oleh karena itu, sebagai umat Nabi Muhammad seyogyanya kita tidak pernah luput untuk membaca selawat kepada beliau. Toh, seseorang tidak akan rugi dari membaca selawat. Justru, seseorang yang senantiasa berselawat akan mendapatkan fadilah dari selawat yang ia baca. Selain fadilah berupa pahala, orang tersebut akan mendapatkan pertolongan (Syafaat) dari Nabi Muhammad kelak di hari akhir.

#pasarwaqiah

(Ryan Winawan/ Mediatech An-Nur II)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: