PASAR WAQIAH RAMADAN: Sesungguhnya Amal-Amal Tergantung Niatnya

PASAR WAQIAH RAMADAN MALAM KE-2: Sesungguhnya Amal-Amal Tergantung Niatnya

KAJIAN KITAB AL-ARBA’IN AL-NAWAWI

OLEH: KIAI ZAINUDDIN BADRUDDIN

Hadis Pertama: Sesungguhnya Amal-Amal itu Tergantung Niatnya

annur2.net – Diriwayatkan dari Amirul Mukmimin, Abu Hafsah Umar bin Khattab ra., ia berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya amal-amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barang siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin diperolehnya, atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya kepada apa yang menjadi tujuannya.”

Periwayat hadis ini adalah dua imam ahli hadis, yaitu Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardzibah Al-Bukhari dan Abu Al-Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusyairi An-Naisaburi dalam kedua kitab sahihnya yang merupakan kitab yang sahih .

Umar bin Khattab, Sang Amiirul Mukminin

Amiirul mukminin adalah julukan bagi pemimpin orang muslim. Setiap kaum punya julukan pemimpinnya sendiri. Pemimpin Romawi yaitu Qaisha (kaisar). Sebutan penguasa Persia adalah Kisra, pemimpin Turki ialah Khaqat, penguasa Qobtik, suatu wilayah di Mesir yakni Firaun, penguasa Mesir yaitu Al-Aziz, pemimpin Habasyah Ethiopia adalah Najasyi, dan pemimpin Yaman yaitu Tubba’. Begitu juga sebutan pemimpin Jogja yaitu Hamengkubuwono.

Setelah zaman Nabi Muhammad, salah satu Amiirul Mukminin adalah Sayidina Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu. Beliau merupakan orang yang Rasulullah minta untuk masuk Islam karena ia adalah pembesar kafir Quraisy. Suatu ketika Nabi berdoa, “Ya Allah semoga salah satu dari Abu Jahal dan Umar bin Khatab masuk Islam.” Allah SWT., pun mengabulkannya. 

Salah satu keutamaan Umar bin Khattab ialah saat berangkat hijrah, beliau berbicara lantang kepada kafir Quraisy, “Barang siapa yang istrinya ingin menjadi janda, barang siapa yang anaknya ingin tidak mempunyai bapak, barang siapa yang ingin kehilangan nyawanya, aku ini akan hijrah, yang berani melarangku, aku tunggu di gerbang Makkah.”

Keutamaan Umar bin Khattab lainnya yaitu setan tidak berani berhadapan dengan beliau. Ketika bertemu, setan akan melewati jalan lain. Dalam suatu riwayat Umar bin Khattab bertemu setan dengan badan manusia dan kaki keledai. Beliau memukulnya.

Selain itu, Sayyidina Umar juga termasuk mertua Nabi Muhammad SAW.

Amal Sesuai dengan Niatnya

Semua amal perbuatan sesuai dengan niatnya, sebagaimana dalam hadis di atas. Maka dari itu dalam bulan Ramadan ini, jangan sampai lupa niat puasa. Kalau tidak niat, puasanya tidak sah. 

Dalam urusan puasa, menurut Imam Malik boleh merangkap niat puasa sebulan penuh. Apabila lupa niat di tengah bulan, maka tetap sah puasanya. Tapi kalau menurut Imam Syafii harus satu per satu. Dalam kitab I’anah At-Thalibin, saat berbuka disarankan untuk langsung niat puasa. Takutnya setelah berbuka terlanjur tidur.  

Ada orang niat jelek tapi perbuatannya bagus atau niatnya bagus tapi perbuatannya jelek, maka tidak diterima. Misalnya shalat tapi niat pamer, maka tidak diterima. Maka dari itu, niat itu penting sekali. Orang banyak mendapat pahala juga karena niatnya. Maka di dalam majelis seperti ini, perbanyak niat baik, Insya Allah mendapatkan banyak pahala.

Membaca Surah Al-Waqiah juga Tergantung Niatnya

Jadi orang yang membaca surah Al-Waqiah yang diniati supaya rezekinya lancar dan kaya, maka Insya Allah akan mendapatkannya. Mengikuti riwayat Abdullah bin Mas’ud, “Barang siapa yang membaca surah Al-Waqiah setiap malam maka dia tidak akan terkena kefakiran selamanya.”

Ulama itu kadang amalnya satu tapi niatnya seratus/sangat banyak. Saat berdoa, meminta rezekinya lancar, anaknya shalih-shalihah, dan lain sebagainya. Maka tidak heran keturunan para ulama menjadi orang-orang yang alim dan shalih-shalihah. 

Maka dari itu, niat termasuk sepertiga dari ajaran agama Islam kembali ke hadis ini, “Semua tergantung niatnya”.

(Riki Mahendra Nur C./Mediatech An-Nur II)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU