Pasar Waqiah Ramadan: Mengapa Ramadan Istimewa?

Pasar Waqiah Ramadan: Mengapa Ramadan Istimewa?

Pasar Waqiah Malam ke-2 Ramadan

Ramadan sebagai salah satu bulan mulia, kita selalu mengistimewakannya dari bulan-bulan yang lain. Mengapa bulan Ramadan diperlakukan istimewa? Karena Ramadan juga memperlakukan kita begitu istimewa.

Pada awal kedatangannya, bulan Ramadan memberikan kita keistimewaan agar terhindar dari api neraka. Bagaimana caranya? Senanglah, bergembiralah dengan datangnya bulan Ramadan, maka Allah akan menyelamatkan kita dari neraka. Hal tersebut tercantum dalam hadis,

مَنْ فَرِحَ بِدُخُوْلِ رَمَضَانِ حَرَّمِ الله جَسَدَهُ عَلَى النِّيْرَانِ

“Barang siapa gembira karena datangnya Ramadan, Allah haramkan jasadnya atas api neraka.”

Selain itu, ketika datang bulan Ramadan, Allah menutup pintu-pintu neraka dan membuka pintu-pintu surga. Mengenai keistimewaan ini, Abu Hurairah meriwayatkan sebuah hadis yang berbunyi,

‌إِذَا ‌دَخَلَ ‌رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِين

“Saat datang bulan Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari)

Di bulan Ramadan, Allah juga melipatgandakan pahala-pahala ibadah, salah satu contohnya adalah pahala umrah. Ketika kita melaksanakan umrah di bulan Ramadan, pahalanya sama dengan kita menunaikan ibadah haji. Ini berdasar pada hadis riwayat Ibnu Abbas,

فَإِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فَاعْتَمِرِي؛ فَاِنَّ عُمْرَةً فِيْهِ تَعْدِلُ حَجَّةً

“Ketika datang bulan Ramadan, lakukanlah umrah, karena pahala umrah di bulan Ramadan setara dengan pahala haji.” (HR. Muslim)

Ramadan Istimewa Karena Puasa

Lalu apa lagi keistimewaan Ramadan? Keistimewaan lainnya adalah Allah mewajibkan puasa Ramadan. Saat manusia melakukan amal kebaikan, itu adalah untuk dirinya sendiri. Sedangkan puasa adalah untuk Allah. Hal ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah,

 قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” قَالَ اللَّهُ: ‌كُلُّ ‌عَمَلِ ‌ابْنِ ‌آدَمَ ‌لَهُ، ‌إِلَّا ‌الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ، وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ، فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ”

“Rasulullah bersabda: Allah berfirman, ‘Setiap amal kebaikan yang dilakukan oleh manusia adalah untuknya, kecuali puasa, karena puasa adalah untuk-Ku dan Aku yang akan memberi pahala atasnya. Puasa itu adalah perisai (penjaga) dan ketika salah seorang dari kalian sedang berpuasa, hendaklah dia tidak berkata kotor dan tidak melakukan perbuatan kasar. Jika seseorang menyerangnya atau menantangnya untuk berkelahi, hendaklah dia berkata: ‘Aku sedang berpuasa’.’” (HR. Bukhari)

Selain itu, puasa juga memiliki keistimewaan lain, ia tidak bisa dipamerkan layaknya ibdah-ibadah yang lain. Apa yang bisa kita pamerkan dari puasa kita? Bisakah kita membuktikan bahwa kita sedang berpuasa?

Oleh karena itu, kita patut bersyukur telah diberi anugerah begitubesar berupa bulan Ramadan dan kewajiban melaksanakan puasa di bulan itu. Allahu a’lam.

(Muhammad Abror S./Mediatech An-Nur II)

Home
PSB
Search
Galeri
KONTAK