Pasar Waqi’ah: Kunci Surga dengan Satu Syarat saja?
Kajian Pasar Waqi’ah | 26 Juli 2025
Oleh Kiai Zainuddin Badruddin, M.M.
annur2.net – Surga adalah tempat kenikmatan dan puncak balasan atas berbagai hal kebaikan yang ada di dunia. Tapi sebenarnya kunci mendapatkan surga hanya dengan satu hal saja.
Kabar gembira oleh Nabi Muhammad
Kala itu, Nabi Muhammad saw menyampaikan kabar gembira yang beliau ingin sampaikan kepada para sahabat. Beliau meminta, setelah mendapatkan kabar ini, para sahabat menyamapaikannya kembali ke orang-orang yang baru mereka walau di tengah jalan sekalipun.
Kabar dari beliau adalah kunci surga berupa kalimat, “Lailahaillallah”. Dengan kalimat ini, hamba Allah bisa masuk surga. Tapi jika memiliki dosa, ia harus “dicuci” terlebih dahulu di neraka hingga bersih dari dosa-dosanya. Setelah itu dapat masuk ke surga.
“Seperti halnya kain yang hitam akibat gosong lalu dicuci hingga warnanya kembali menjadi indah untuk dipakai.” Ucap Kiai Zainuddin Badruddin, M.M.
Misalnya juga terdapat seorang pendosa besar, tapi ia tetap berpegang teguh dengan “Lailahailallah,” bahwasannya tidak ada tuhan selain Allah. Selama ia tidak menyekutukan Allah, ia bisa masuk surga.
Neraka juga Tidak Seharusnya Diremehkan
Walaupun begitu, azab api neraka adalah hal yang kejam dan tidak bisa kita remehkan. Sebaiknya kita berusaha untuk menghindari hal tersebut. Bagaimanapun, kita tidak kuat menahan panasnya api neraka. Jadi, kita harus berusaha dengan salah satunya tidak menyekutukan Allah.
Menyekutukan Allah jelas-jelas haram. Kita tidak boleh menghalalkan perkara tersebut. Sebagaimana dalam hadir berikut:
إنَّ الحلالَ بيِّنٌ وإنَّ الحرامَ بيِّنٌ وبينهما أمورٌ مُشتبِهاتٌ لا يعلمهنَّ كثيرٌ من الناس فمنِ اتَّقى الشُّبُهاتِ استبرأ لدِينِه وعِرضِه ، ومن وقع في الشُّبهاتِ وقع في الحرامِ
“Sesungguhnya yang halal itu jelas, dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat hal-hal yang meragukan yang tidak diketahui oleh banyak orang. Barangsiapa yang menjauhi hal-hal yang meragukan, maka ia telah menyelamatkan agamanya dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang terjebak dalam hal-hal yang meragukan, maka ia telah terjebak dalam yang haram.”
Kita harus menghalalkan suatu perkara yang halal dan mengharamkan yang haram. Salah tetap salah, bagaimanapun itu caranya kita tidak dapat menentang ketentuan milik Allah.
Sebagai kesimpulan, dengan kita percaya bahwasannya tidak ada tuhan selain Allah itu dapat menjadikan kunci untuk menuju surga. Tapi juga kita harus memiliki usaha yang salah satunya tidak menyekutukan Allah dengan membenarkan hal yang memang itu benar adanya. Tapi yang jelas, semua yang berjalan di atas kebenaran adalah pemenangnya.
