Paramotor Kembali, Memeriahkan HUT Kemerdekaan RI

Atlet Paramotor kembali hadir di lapangan desa Krebet Senggrong dan Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” pada Rabu, 17 Agustus 2022. Kali ini berkolaborasi dengan Pondok An-Nur II dalam memeriahkan upacara memperingati Dirgahayu RI ke-77.

Mengetahui adanya paramotor, banyak warga desa Krebet Senggrong yang pergi ke lapangan untuk menonton pertunjukan. Semakin bertambah siang semakin bertambah pula penontonya.

Sejak pagi, ada belasan paramotor dari berbagai daerah di Jawa Timur sudah bersiap di lapangan untuk lepas landas. Sekitar jam tujuh pagi, dua atlet paramotor sudah terbang membawa bendera Merah Putih di atas Pondok An-Nur II.

Mereka memecah suasana pondok pesantren yang akan melaksanakan upacara kemerdekaan. Sontak para santri yang melihatnya heboh hingga siulan keluar.

Perihal pembawaan bendera saat terbang, Pak Agung, Ketua Pengurus Paramotor Provinsi Jawa Timur mengatakan, “Dalam rangka pemecahan Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) dengan 77 paramotor terbang membawa bendera Merah Putih dari 30 kota (di Indonesia). Kan sekarang Hari Kemerdekaan Indonesia.”

Setelah itu, setiap atlet yang belum terbang mempersiapkan diri untuk terbang. Mulai dari pengecekan cuaca dan arah angin, pemeriksaan kesiapan mesin paratrike-nya, parasut, serta mental. Jika sudah siap, atlet menerbangkan parasutnya, memutar baling-baling, dan berlari hingga berhasil terbang, meski ada beberapa yang gagal.

Ketika atlet berhasil terbang, warga yang datang seketika berteriak dan tepuk tangan, “Huu… Hahaha….” Bahkan ketika ada yang gagal lepas landas, warga juga berteriak khawatir. Namun ada kru lain yang meminimalisir kegagalan kegagalan tersebut setelahnya lewat  HT (Handy Talky).

Usai berhasil terbang, para atlet mengelilingi banyak kawasan seperti sungai, sawah, Desa Krebet Senggrong, hingga Pondok Pesantren An-Nur II sambil mengibarkan bendera Merah Putih. Paramotor yang terbang di atas Pondok An-Nur II mengejutkan para santri dan santriwati yang saat itu sedang upacara.

Selain itu, para atlet paramotor juga menikmati keindahan yang ada di bawahnya, “(Manfaat paramotor ini dapat) menikmati keindahan ciptaan Allah seperti halnya burung, kan bisa terbang,” ungkapan Pak Agung. “Adrenalin kita juga meningkat,” tambah Pak Yazid, salah satu atlet.

Setelah lama terbang di udara dan berkeliling, seluruh atlet mendarat satu persatu di lapangan yang telah disterilkan. Mereka mendarat dengan pelan-pelan. Alhasil mereka berhasil mendarat dengan selamat. Kemudian seluruh tim paramotor membereskan semua alat-alatnya. Kemudian pihak Pondok Pesantren An-Nur II dan pejabat Desa Krebet Senggrong berfoto bersama seluruh atlet.

Sensasi Terbang Tinggi dengan Paramotor

Semua atlet paramotor mendapatkan sensasi yang menakjubkan. Mereka dapat menikmati pemandangan dari atas sebagaimana ungkapan Pak Agung. Terutama saat terbang di atas Pondok Pesantren An-Nur II. Mereka dapat melihat bagaimana Pondok An-Nur II itu.

“Kelihatannya bagus dan besar,” ucap Pak Yazid. Namun, Pak Yazid menyayangkan satu hal, yaitu beliau belum  pernah masuk langsung ke dalam pondok, hanya melihat dari atas saja.

(Riki Mahendra Nur Cahyo/Mediatech An-Nur II)

Artikel Terbaru

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

@2026 | Yayasan Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”Zeldrex