Terbaru

Menuju Haul Pertama Kiai Al-Husaini

By on 16 Februari, 2018 0 2 Views

Dari kiri, Kiai Helmi Nawali, Kiai Syamsul Arifin, KH M Badruddin Anwar, Syech Fadhil Al-Jaelani, KH Fathul Bari, Kiai Zainuddin, Kiai Husni Mubarok. Foto ini diambil pada kunjungan Syech Fadhil Al-Jaelani, Selasa, 20 Desember 2016.

Kamar legendaris itu telah dibongkar, sedang di sebelahnya berdiri tegak bangunan dua lantai. Puluhan tukang bangunan dan santri bergotong royong membereskan puing-puing kamar “A” dan “B” yang diruntuhkan.

 

Ditargetkan pembongkaran itu usai sebelum acara puncak Haul Pertama KH. M Badruddin Anwar Al-Husaini pada Sabtu, 17 Februari 2018 mendatang. Selain semangat ro’an para santri dalam mempersiapkan acara itu, para alumni yang tergabung dalam “IKSAN” (Ikatan Santri Alumni An-Nur II) membentuk tim sukses yang akan mensukseskan acara itu.

 

Sejak 31 Januari 2018 lalu, dibentuklah susunan panitia Peringatan Haul yang pertama ini. Diantaranya adalah Bpk. Nur Cholis yang ditunjuk sebagai ketua acara. Sedang Bpk. Hasyim, bertugas sebagai koordinator acara. Lalu, dibantu Abah Syahrowi, Abah Shodiq diberikan tanggung jawab sebagai humas yang bertugas mengirimkan ribuan undangan.

 

*Ribuan Jamaah Akan Hadiri Haul Akbar ini*

Pada Peringatan Haul Almaghfurlah yang pertama ini, tidak hanya alumni, wali santri, santri dan masyarakat saja akan menghadirinya, sejumlah ulama seperti, KH. Nawawi (Pasuruan), KH. Nurul Huda (Kediri), KH. Mustafa bin Mustafa (Pasuruan), dan KH. Idris Hamid juga diharapkan kehadirannya untuk membacakan do’a pada malam puncak mengenang satu tahun wafatnya Kiai Bad hari Sabtu, (17/02) besok. Selain itu, sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat sipil maupun militer juga mendapatkan undangan sebagai tamu VIP.

 

Maka dari itu, mengingat banyaknya jamaah yang akan hadir pada hari itu, pembongkaran kamar yang dulu pernah menjadi ruang kelas SMA An-Nur itu dirasa perlu. Sebenarnya, pembongkaran itu sudah direncanakan sejak lama, mengingat halaman masjid sudah tidak muat lagi menampung santri dan jamaah yang semakin tahun semakin banyak dalam berbagai acara.

 

*Kado Istimewa Untuk Kiai*

Sebenarnya, peringatan Haul Akbar ini, sudah dilaksanakan empat puluh hari sebelum malam puncak. Sebagaimana sebelum beliau tutup usia, empat puluh hari sebelum hari peringatan, seluruh santri membaca tahlil secara bersama-sama. Untuk santri yang berada di daerah “Metro”, tahlil dilaksanakan di masjid An-Nur II. Sedang di luar itu, tahlil dilaksanakan di asrama masing-masing.

 

Selain bacaan tahlil yang menggema di setiap sudut pondok pesantren, program seribu khotmil Qur’an juga melengkapi rentetan acara ini. Para ustad, santri, dan alumni bergotong royong menyukseskan program itu. Alhasil, setiap waktu pesarehan Kyai Bad selalu ramai diziarahi santri dan alumni yang melaksanakan hataman Al-Qur’an.

 

Seluruh rentetan acara itu akan ditutup pada malam puncak hari sabtu mendatang. Pada hari tersebut, hataman qur’an akan dilaksanakan bil ghoib, yaitu dengan hafalan. Yang ditunjuk sebagai koordinator hatama bil ghoib ini adalah Ust. Nadhir. Beliau adalah alumni senior yang juga seorang hafidz.

 

“Tentunya kami berharap (acara) berjalan dengan baik, berjalan dengan lancar”, harap Pak. Hasyim. “Juga semoga dengan begitu kami dapat menggapai ridho syaikhona”, tambahnya.

 

Pewarta               : M Izzul Haq

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: