Kelakuan Aneh Orang Musyrik dan Perbuatan Zalim Mereka
(Tafsir Surah Yunus Ayat 16–18)
“(16) Katakanlah: “Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu”. Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya. Maka apakah kamu tidak memikirkannya? (17) Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya, tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa. (18) Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah”. Katakanlah: “Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) di bumi?” Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka mempersekutukan (itu).”
***
Nabi Muhammad, insan yang jujur perkatannya dan memang terlindungi dari sifat kebohongan, masih ada yang meragukan beliau. Bahkan beberapa oknum mengatainya sebagai pendusta. Padahal sebelum beliau menyebarkan agama Islam, julukan “Al-Amin” selalu keluar dari mulut-mulut orang sekitarnya.
Adalah orang-orang yang menyekutukan Allah yang bertindak seenaknya sendiri dengan mendustakan bahwa firman Allah yang beliau sampaikan merupakan buatan beliau sendiri dan tidak berasal dari Allah. Maka, dalam ayat di atas Allah memerintahkan Nabi untuk merespon dan menyangkal tuduhan mereka itu.
Beliau memaparkan, Al-Qur’an berasal dari Allah dan bukanlah buatan beliau sendiri. Semisal Allah berkehendak menurunkan wahyu, Nabi akan menyampaikannya kepada umatnya. Sebaliknya, jika tidak berkehendak, Nabi tidak akan mengatakan apapun kepada umatnya. Logikanya, selama Nabi belum menerima wahyu pertama, kenapa Nabi tidak mengada-ada Al-Qur’an. Akan tetapi harus menunggu 40 tahun baru menyampaikannya dan itu pun tidak setiap waktu.
Kemudian, Nabi juga tidak pandai dalam membaca. Sehingga tidak ada kemungkinan Al-Qur’an merupakan hasil salinan dari kitab lain. Bukti serta logika ini merupakan tanda kemurnian Al-Qur’an yang Allah sendiri menjaganya. Hingga hari akhir datang tetap sama isinya dan lafaznya. Tidak ada seorang pun yang bisa merubahnya atau memusnahkannya.
Sesungguhnya, tidak ada orang yang lebih zalim ketimbang orang-orang yang kelakuannya sama dengan para musyrikin itu. Yakni, orang-orang yang mengganti-ganti isi Al-Qur’an. Juga orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Al-Quran dan tidak percaya Al-Quran berasal dari Allah.
Kelakuan Konyol Orang Musyrik
Sebelumnya, perlu untuk mengetahui apa bedanya orang kafir dengan orang musyrik. Bukan dari segi wajahnya, melainkan keyakinan mereka terhadap Allah.
Orang musyrik ialah orang yang percaya dengan adanya Allah SWT. Hanya saja, mereka menyembah selain Allah juga, alias menyekutukan Allah. Sedangkan orang kafir, mereka yang sama sekali tidak memercayai Allah. Bedanya adalah masalah percaya kepada Allah saja.
Kekonyolan orang musyrik adalah mereka ini suka menyembah selain Allah SWT. Padahal mereka tahu dan memang seperti itu, jika yang mereka sembah tidak membawakan manfaat dan bahaya kepada mereka. Menyembah berhala-berhala yang tidak bisa mengabulkan permintaan mereka dan tidak bisa menyerang mereka.
Namun mereka meyakini kalau apa yang mereka sembah ini bisa mendekatkan diri mereka kepada Allah SWT. Seakan-akan keyakinan mereka ini mutlak kebenarannya. Padahal Allah yang paling tahu segalanya terkait apapun di seluruh dunia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sekutukan.
(Ahmad Firman Ghani Maulana/Mediatech)
