Terbaru

Kamar Bersejarah Itu, Kini Telah Tiada

By on 13 Februari, 2018 0 41 Views

Kamar Bersejarah Itu, Kini Telah Tiada

Kenangan yang tertinggal .Proses awal pembongkaran Asrama Kamar “A” pada awal Februari lalu. H-7 Haul pertama KH M Badruddin Anwar, kamar itu sudah rata dengan tanah.

Banyak kenangan yang tertinggal diantara puing-puing dinding Kamar “A” dan Kamar “B” yang diruntuhkan dalam sehari itu. Mulai dari tempat memasak santri di tahun awal berdirinya Pondok Pesantren Wisata An-Nur II, hingga menjadi ruang kelas SMA An-Nur, lalu menjadi kamar santri, dan kini sudah rata dengan tanah.

 

Koordinator Pembngunan Pondok Pesantren Putra An-Nur II Al-Murtadlo, Ustadz Wawan Ramadhan memastikan pembongkaran kamar “A” dan “B” sesuai dengan rencana. Hingga Ahad (11/02), bangunan tersebut telah rata dan puing-puing bangunan telah dipindahkan.

 

Beliau mengatakan, “Pembongkaran ini merupakan sebagian persiapan Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo dalam mensukseskan gelaran Haul Pertama  . Namun, jauh sebelum itu, Majelis Keluarga pondok pesantren telah lama berharap agar kamar “A” dan “B” dibongkar sebagai perluasan halaman masjid”, ujar Ustadz Wawan Ramadhan, saat meninjau pembangunan kamar Alumni dan Salafiyah, Jum’at (09/02).

 

Lanjutnya lagi, selama ini, halaman masjid sudah tak mampu untuk menampung jumlah santri yang semakin banyak dalam beberapa kegiatan. Seperti Sholat Jum’at, dengan halaman masjid yang tak memadai, sebagian santri banyak yang tak dapat sholat di halaman masjid. Atau saat pengajian Ahad Legi, banyak para jama’ah yang tidak dapat naik ke atas (halaman masjid) karena lokasi yang sudah tidak dapat memadai. Oleh karena itu, Majelis Keluarga berkeinginan agar pembongkaran kamar “A” dan “B” dilakukan.

 

Sebelum melakukan pembongkaran, Ustadz Wawan menjelaskan, pihaknya telah berupaya keras untuk menyelesaikan pembangunan kamar “A” baru dan kamar Salafiyah. Tak jarang pihaknya berkerja lembur hingga larut malam demi terselesainya pembangunan dengan tepat waktu. Beliau juga merasa bangga dengan para anak buahnya (para tukang) yang berkerja dengan semangat militan yang tinggi, sehingga bangunan cepat terselesiakan.“Bukan hanya berkerja, mereka juga niatkan shodaqoh, bekerja membantu Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”, ujar beliau.

 

Dengan dibongkarnya kamar “A” dan”B”,  Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo telah menyiapkan kamar baru sebagai tempat tinggal yang baru bagi mereka. Untuk santri yang menempati kamar “A”, mereka telah dipindahkan dan kini menempati kamar “A” baru yang terletak di sebelah utara kamar “A” lama. Bangunan dua lantai ini, menghadap ke arah barat.

 

Sedangkan untuk santri yang menempati kamar “B”, mereka kini menempati  sebuah kamar kecil di Wisma Tamu dan Matla’il Anwar. Sedangkan untuk Salafiyah, menempati kamar kecil di samping Dapur Selatan selama kurang lebih satu minggu sembari menunggu pembangunan kamar Salafiyah baru yang terletak di sebelah selatan Kantor Keamanan dan kamar alumni usai.

 

Pewarta               : Robby Bagus

Penyunting         : M Izzul Haq

 

 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: