Kajian Tafsir: Konsekuensi untuk Mukmin dan Kafir

Kajian Tafsir: Konsekuensi untuk Mukmin dan Kafir

“(24) Dan apabila dikatakan kepada mereka “Apakah yang telah diturunkan Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Dongeng-dongengan orang-orang dahulu”, (25) (ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu.” (Q.S. An-Nahl: 24-25)

***

Ayat di atas merupakan pertanyaan bagi orang kafir dan mukmin. Ayat 24 ialah pertanyaan untuk orang kafir dan pada ayat 30 adalah pertanyaan kepada orang mukmin. Pertanyaannya, apa yang telah Tuhan mereka turunkan, maksudnya apa yang Allah turunkan ke Nabi Muhammad saw. Sebenarnya dua pertanyaan itu sama tapi jawaban antara orang kafir dan mukmin berbeda.

Orang kafir menjawab bahwa Al-Quran hanyalah dongeng-dongeng orang dahulu atau hanya fiktif belaka. Mereka mengatakan seperti itu karena ingin menyesatkan manusia lainnya supaya tidak mempercayai Al-Quran.

Orang-orang kafir yang menyesatkan orang lain, menghalang-halangi orang dari kebaikan, mengajak ke kekufuran, mereka akan menanggung dosa-dosanya sendiri juga memikul dosa orang yang telah ia sesatkan tanpa mengurangi dosanya sedikitpun.

Sesuai hadis Nabi Muhammad saw.:

ومن سن في الإسلام سنة سيئة فعليه وزرها ووزر من عمل بهامن بعده من غير أن ينقص من أوزارهم شيء

Artinya: “Barang siapa yang menjadi pelopor kejelekan maka dia akan mendapatkan dosa dari kejelekannya sekaligus dosa-dosa orang yang mereka ajak tanpa mengurangi kejelekan mereka.”

Sebaliknya, jika seseorang berbuat baik dan mengajak orang lain melakukan kebaikan, ia akan mendapat pahala karena perbuatannya dan juga mendapat pahala dari orang yang ia ajak. Bahkan pahala mereka juga tidak berkurang. Maka dari itu, betapa banyaknya dosa orang kafir yang mereka tanggung karena Allah menerima dosa mereka secara sempurna dan masih ketambahan dosa dari orang yang mereka ajak.

Kejelekan Orang Kafir Terdahulu

Sejak zaman dahulu orang-orang kafir telah membuat rekayasa. Salah satunya adalah Raja Namrud. Ia membangun bangunan tinggi seperti gedung pencakar langit sekarang. Alasan  membangunnya karena ingin memerangi dan menentang penduduk langit dalam artian yaitu Allah.

Kemudian Allah mengetahui hal itu, Allah mengincar pondasi bangunan tersebut dan mengirimkan angin juga gempa. Akibatnya bangunan tersebut runtuh dan mereka tertimpa di dalamnya. Azab tersebut datang tanpa mereka sadari. Ini hanya siksa di dunia belum di akhirat.

Siksa Orang kafir di Akhirat

Orang-orang kafir yang demikian akan terhina di akhirat oleh Allah. Kemudian Malaikat akan membuli mereka yang musyrik kepada Allah.

“Sekarang mana tuhanmu yang dulu kamu sekutukan dengan Allah? Minta tolonglah padanya,” firman Allah melalui lisan Malaikat.

Kemudian para Nabi dan orang mukmin mengetahui jika orang kafir yang dahulunya sombong dan syirik kepada Allah masuk ke Neraka, mereka berkata, “Sesungguhnya kehinaan untuk mereka hari ini dan kejelekan azab akan menimpa orang-orang kafir.”

Orang kafir ketika mau mati mereka menzalimi dirinya dengan tetap syirik kepada Allah. Tetapi ketika sudah berhadapan dengan kematian mereka tidak mengaku kepada Malaikat jika mereka syirik. Kemudian Malaikat membiarkan orang kafir itu. Malaikat juga mengingatkan bahwa Allah Maha Tahu dan biarkan Allah yang menentukannya.

Lalu Allah berkata kepada mereka, “Silakan masuklah ke pintu-pintu neraka Jahanam dan kalian akan kekal di dalamnya.” Neraka Jahanam adalah sejelek-jeleknya tempat kembalinya orang-orang yang sombong kepada Allah Taala, orang-orang yang tidak mau beribadah kepada Allah Swt.

(ABU RAIHAN EFENDI/MEDIATECH ANNUR II)

Home
PSB
Search
Galeri
KONTAK