Kajian Hadis: Nikmat Agung Allah yaitu Kemerdekaan

annur2.net – Kemerdekaan bangsa Indonesia sangat mustahil bagi para pejuang dapatkan tanpa rahmat (pertolongan) dari Allah SWT. Sebab pada masa penjajahan, mereka hanya bermodal senjata bambu runcing. Sedangkan penjajah datang membawa berbagai senjata canggih saat masa itu.

Para pejuang mengakui jika kemerdekaan yang mereka dapatkan bentuk nikmat agung dari Allah, bukan semata karena perjuangan. Ketika masa pendirian negara, para pejuang dan pendiri bangsa sepakat untuk mencantumkan rasa syukur kepada Allah di pembukaan UUD 1945.

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.” UUD 1945, alenia ketiga.

Bentuk Syukur Kemerdekaan Sesuai Keinginan Allah

Allah pernah menurunkan satu ayat dalam Al-Qur’an, surah Al-Hajj, ayat 41:

الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ

Artinya: “Orang-orang yang kami teguhkan dirinya di atas bumi (Allah memberi pertolongan mengusir musuh-musuh mereka). Niscaya mereka mendirikan salat, membayar zakat, dan mengajak beramal baik dan mencegah perbuatan yang mungkar, dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.

Penerima bantuan sebaiknya memakainya sesuai tujuan pemberi. Misalnya, jika diberi sarung untuk salat, maka gunakanlah untuk salat. Jika dipakai untuk hal lain, apalagi untuk lap, itu bisa menyakiti hati pemberinya.

Begitu pula Allah memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Bentuk rasa syukur yang Allah maksud adalah tiga perkara, salat, membayar zakat, dan amar ma’ruf nahi munkar.

Apabila bangsa ini mengalami kemunduran atau pelbagai masalah, mungkin rasa syukur kepada Allah kurang atau bahkan tidak mereka laksanakan. Ingat sesungguhnya kemerdekaan adalah bentuk pertolongan dan pemberian nikmat terbesar Allah kepada bangsa Indonesia.

Allah juga telah berfirman:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu; dan jika kamu kufur, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Al-Qur’an, surah AL-Hajj, ayat 7)

Kemerdekaan Pengingat Bangsa untuk Salat

Hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia bertepatan dengan tanggal 17 agustus. Angka 17 sendiri memiliki simbol keramat dan agung dalam agama Islam sebab tanggal 17 pada bulan Ramadan merupakan tanggal peringatan malam Nuzulul Qur’an (turunnya Al-Qur’an). Selain itu dalam sehari jumlah rakaat salat bertotal 17 rakaat.

Maka banyak penafsiran dari masyarakat mengenai Hari Proklamasi. Bahwa soekarno mempunyai alasan lain, selain menunggu berita resmi kekalahan Jepang, untuk memproklamasikan kemerdekaan.

“Merayakan 17 Agustus, jangan sampai melupakan 17 rakaat (salat).” Dawuh Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag. pengasuh Pondok Pesantren Wista An-Nur II “Al-Murtadlo”.

(Abu Raihan Efendi/Mediatech An-Nur II)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU