Haul KH Anwar Nur:  Penutupan Khatmil Quran Sekaligus Tahlil Akbar

Melihat rumah besar di Jl. Diponegoro 6 Kec. Bululawang teringat bangunan yang merupakan potret khas ala Belanda akhir tahun 40-an. Pada atap yang mulai tua itu tertulis angka berdiri, 1922. Umurnya terhitung hampir mencapai satu abad, 96 tahun, dan masih berdiri kokoh hingga saat ini.

 

Rumah itu adalah peninggalan Almaghfurlah KH. Anwar Nur, atau dikenal sebagai Mbah Anwar yang pada hari Ahad esok (18/11) merupakan Haulnya ke-28. Beliau berjuang mendirikan dan mengasuh Pondok Pesantren An-Nur Bululawang, yang terus berkembang hingga saat ini.

 

1000 Khatmil Quran Untuk Ahlu Al-Quran

 

“Di usia senjanya, Beliau seringkali keluar rumah sekedar duduk di teras seraya bibirnya tak pernah berhenti membaca kitab kecil di tangannya. Yang beliau pegang adalah Al-Quran. Hebatnya, beliau membaca tanpa bantuan kaca mata. Dan tiap harinya pasti khatam,” kisah Ust. Nasta’inul Khoir, Alumni Ponpes An-Nur 1, menyebut Kiai Anwar sebagai Ahlu Quran.

 

40 hari menjelang Haul Akbar KH. Anwar Nur, santri dan segenap warga An-Nur bersama-sama mensukseskan agenda Khatmil Quran untuk memenuhi target seribu Khataman. “Seluruh yayasan An-Nur mendapat jatah minimal Khataman 10 kali dalam satu hari”. Tutur Ust. Ta’in, penanggung jawab Khatmil Quran, setelah menerima instruksi Gus Hasyim, cucu Kiai Anwar.

 

Khataman yang dimulai sejak 10 Oktober itu, sambungnya, dibaca dengan metode ghaib untuk Huffadz (penghafal quran) dan nadzor (membaca quran). Setiap hari, area makam beliau selalu ramai dengab bacaan-bacaan Al-Qur’an. Sedangkan khusus hari Jumat, peziarah dari tiap yayasan harus hadir secara bergilir, selama 3 minggu.

 

Sementara untuk santri tiap asrama, juga diharuskan khatam tidak kurang dari 10 kali seharinya. “Kalau faktanya begitu, diperkirakan sudah mencapai seribu kali Khataman, bahkan lebih,” Terang Ustaz Tai’n, yang juga santri lulusan Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, tahun 2003 itu.

 

Hari Penutupan Khatmil Quran Sekaligus Tahlil Akbar

 

Ustaz Ta’in, sebagai koordinator yang juga merangkap sebagai panitia Haul, harus keluar masuk gedung SMK Al-Burhany menuju komplek An-Nur 1 untuk memastikan kesiapan acara penutupan Khatmil Quran sekaligus Tahlil Akbar, Sabtu (17/11).

 

Seperti halnya Khatmil Quran, Tahlil bersama juga menjadi bumbu spesial sejak 40 hari menjelang Haul Mbah Anwar yang ke-28 pada Ahad esok.

 

Tahlil rutinan itu dibaca sebagai penutup acara khatmil quran harian. Setiap kali khatam, disambung dengan pembacaan tahlil. Spesialnya, Sabtu sore nanti seusai penutupan khatmil quran, rencananya akan dipungkasi dengan Tahlil Akbar yang tentu ribuan jamaah akan memadati area pesarean An-Nur 1.

 

“Insyaallah, setelah Asyar ini, Tahlil Akbar akan dimulai. Didoakan sukses saja.” Tutup pria yang menjabat Wakil SMK Unggulan Al-Burhany, saat wawancara ekslusif oleh Media-Tech di Kantor Pusat.

 

Sumber: Ustaz Nasta’inul Khoiri.

(Ilham Romadhan/Media-Tech An-Nur II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: