Terbaru

HARI TASYRIQ

By on 8 Oktober, 2014 0 2 Views

*Oleh: Dr. KH. Fathul Bari Badruddin, S.S., M.Ag

Alvers, imam Nawawi R dalam Syarh Muslim mengatakan, “Hari-hari tasyriq adalah tiga hari setelah Idul Adha. Hari tasyriq tersebut dimasukkan dalam hari ‘ied. Hukum yang berlaku pada hari ‘ied juga berlaku mayoritasnya pada hari tasyriq, seperti hari tasyriq memiliki kesamaan dalam waktu pelaksanaan penyembelihan qurban, diharamkannya puasa dan dianjurkan untuk bertakbir ketika itu.”

Hari tasyriq disebutkan tasyriq (yang artinya: bersinar) karena orang orang berjemur dibawah terik matahari utk memotong daging qurban.

Disebutkan dalam hadis,
يَوْمُ النَّحْرِ وَأَيَّامُ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الإِسْلاَمِ وَهِىَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

“hari Idul Adha, dan hari-hari Tasyrik adalah ‘id kami -kaum muslimin-. Hari tersebut (Idul Adha dan hari Tasyrik) adalah hari menyantap makan dan minum.”

alvers, Hari Idul Adha dan Hari Tasyrik Adalah Hari Yang Paling Mulia, diriwayatkan oleh Abu Daud :

إِنَّ أَعْظَمَ الأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ
“Sesungguhnya hari yang paling mulia di sisi Allah swt adalah hari Idul Adha dan yaumul qorr (hari Tasyrik pertama).”

Alvers, Hari Tasyrik disebut yaumul qor yg artinya berdiam, karena pada saat itu orang yang berhaji berdiam diri di Mina.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: