Pada hari kedua, Minggu, 3 Juli 2022, panitia kembali sibuk membantu kegiatan PSB (Penerimaan Santri Baru) Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” (Pesantren Wisata). Meski begitu, mereka terlihat sangat antusias dalam membantu berjalannya proses PSB ini. Nampak sekitar puluhan panitia yang tersebar di berbagai tempat untuk membantu wali santri baru yang membutuhkan bantuan.
Para panitia diambil dari kru Pandawa sebagai ketertiban lalu lintas pondok. Ada juga dari beberapa Mahasiswa Ma’had Aly membantu mengurus di kantor pusat. Mulai dari pengurus pusat informasi, administrasi, perlengkapan santri dan pengumpulan berkas. Kemudian dari santri kelas 3 SMA membantu mendampingi wali santri dan santri baru pergi ke tujuannya.
Sebagai panitia, mereka telah diberi pengarahan dan menyiapkan mental agar dapat berjalan dengan baik. Di samping itu, mereka tetap mempertahankan sopan santun kepada wali santri, terutama sebagai pemandu. “Terutama mental dan sopan santun untuk menanggapi wali santri,” ungkap Faiz, salah satu panitia pemandu. Tak hanya itu, sebagai pemandu, mereka juga menyiapkan topik pembicaraan untuk berkomunikasi dengan wali santri. “(Kami juga menyiapkan) topik pembicaraan supaya orang yang kita dampingi tidak bosan,” tambah Zandy.
Selain itu, bagian lalu lintas juga menyiapkan kemahirannya dalam menertibkan jalan dan parkir. Meski sempat macet pada sore hari pertama, mereka dapat mengatasinya dengan baik. “Kemarin memang macet tapi aman,” ucap Vikry dari kru Pandawa.
Namun, di balik usaha yang dikerahkan seluruh panitia, ada tujuan dan niat yang kuat untuk membantu pondok pesantren. “Tujuan saya itu membantu pondok. Salah satunya dengan membantu santri baru,” ungkapan Faiz panitia pemandu.
Mereka juga yakin bahwa ada suatu berkah yang didapat panitia. Sebagaimana yang disampaikan Ustaz Farkhi saat briefing, “Kalau membantu pondok, yakin ada suatu hal yang didapat dari membantu.” Farisqi, salah satu panitia di kantor pusat mengatakan, “Kan ketika membantu pondok, bukan hanya kita dan kiai yang mendapat kebaikannya tapi juga orang lain.”
Di lain sisi, mereka juga mendapat kesan yang menyenangkan. “Senang bisa membantu orang lain. Bisa menyenangkan hatinya,” jelas Zandy. Terutama bagi panitia pemandu. Mereka dapat melatih mental public speaking dan menambah sosialisasi dengan berkomunikasi dengan wali santri. “Senang. Bisa melatih public speaking,” ucap Naufal yang termasuk panitia pemandu.
Bahkan, tak sedikit juga yang mengaku bahwa PSB tahun ini lebih efisien dari tahun kemarin. “(PSB ini) lebih baik dari kemarin karena adanya renovasi kantor sehingga memudahkan proses penerimaan santri baru,” ungkapan tambahan dari Farisqi. Selain itu, tidak adanya wabah Covid-19 menjadi salah satu faktor yang melancarkan kegiatan PSB.
(Riki Mahendra Nur C/Mediatech An-Nur II)
