Halaman Masjid Diperluas, Seluruh Santri Peringati Haul Pertama Almaghfurllah

annur2.net
Tamu undangan yang lewat diantara santri setelah berakhirnya acara Haul Pertama Kiai Badruddin Anwar, Jum’at 16 Februari 2018.

 

“Pondok pesantren ini akan barokah dan insyaallah para santrinya akan menjadi orang besar  yang penting istiqomah dan berkhusnudzon kepada para guru”

 

Jum’at malam (16/02), pondok pesantren An-nur II Al-multadlo mengadakan acara haul dalam rangka memperingati wafatnya almaghfurlah KH. M. Badruddin Anwar  untuk pertama kalinya. Meskipun sempat diguyur hujan, tidak menyurutkan semangat para santri dan tamu undangan untuk menghadiri acara tersebut.

 

Digelar di halaman masjud An-nur II yang telah diperluas, acara ini diikuti tdak kurang dari 5000 santri baik putra maupun putri meskipun berbeda tempat. Tak hanya santri, para habib, kiai bahkan pejabat militer pun turut hadir memeriahkan acara haul pertama ini.

 

Haul ini diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh habib Hamid Mauladawilah yang berlangsung dengan khidmat. Setelahnya, terdengar lantunan sholawat badar yang dibawakan oleh tim banjari atas arahan pengasuh.

 

*Tentang Kiai Badruddin*

 

Dilanjutkan acara inti yaitu sambutan-sambutan diamana pada sambutan pertama di isi oleh KH. Luthfi Abdul Hadi. Beliau banyak berbicara tentang akhlaq almaghfurlah Romo KH. M. Badruddin Anwar yang beliau anggap sama dengan akhlak Rasulullah SAW sebagai sosok yang luar biasa. “Kalian (santri) beruntung menjadi santri beliau (KH. M. Badruddi Anwar) karena belaiau adalah orang yang sangat luar biasa”.

 

Pada sambutan kedua diisi oleh habib Hamid Maula Dawila yang sering oleh almaghfurlah Romo KH. M. Badruddi Anwar dikunjungi bersama keluarganya. “bahkan beliau (KH. M. Badruddi Anwar) berkunjung ke rumah saya tiga hari sekali saking seringnya”, tutur habib asal Malang ini. Beliau menambahkan “Pondok pesantren ini akan barokah dan insyaallah para santrinya akan menjadi orang besar  yang penting istiqomah dan berkhusnudzon kepada para guru”.

 

Dilanjutkan pada sesi selanjutnya yaitu sambutan ketiga dari pihak keluarga yang diisi oleh pengasuh sendiri, Dr. KH. Fathul Bari S.S M.Ag. Dalam sambutannya, beliau berterima kasih kepada para santri yang telah mentahlili almaghfurlah Romo KH. M. Badruddin Anwar 40 hari sebelum peringatan haul ini berlangsung dan juga telah menghadiahkan 1000 khataman Al-qur’an. Sambutan ini ditutup dengan pengbacaan puisi, dan pemberian hadiah oleh beliau secara langsung serta lagu yang dibawakan oleh tim banjari sepesial untuk Bapak Bangun Nawoko selaku Danrem 083 yang kebetulan sedang berulang tahun.

 

Selanjutnya, pada sambutan terakhir diisi oleh Kol. Bangun Nawoko yang daahulunya juga seorang santri. Beliau bercerita tentang perjalanan hidup beliau saat masih nyantri dan dari barokah kiainya beliau bisa dengan lancar menjalani karir beliau. Terakhir beliau brpesan “yang membuat negri ini merdeka adalah para guru, ulama’ dan para santri, dan santri inilah yang mewarisi darah-darah para pejuang”.

 

Kemudian acara haul ini ditutup dengan pembacaan do’a oleh KH. Khoiruddin dan KH. Bafadhol Ahmad Damhuji. Dan sebelum KH. Bafadhol Ahmad Damhuji memimpin do’a beliau menyampaikan salah satu dawuh almaghfurlah Romo KH. M. Badruddin Anwar yaitu “andaikata saya disuruh oleh 2 guru saya (KH. Cholil Nawawi Sidigiri dan KH. Jazuli Ploso) apapun akan saya lakukan meskipun saya mati”. Dan yarobibil musthofa pun, menutup acara pada malam hari ini.

 

Pewarta               : M Miqdadul Anam

Penyunting         : M Izzul Haq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: