Gerhana, Momen Sedekah

ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari ‘Aisyah RA, Nabi SAW bersabda,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari No.986 MS)

Catatan Alvers

Sesuai surat edaran dari kemenag, Rabu,17 Juli 2019 diprediksi akan terjadi gerhana bulan parsial tepatnya dimulai pada jam 03.01 WIB, puncaknya pada jam 04.30 WIB dan akan berakhir pada 05.59 WIB.

Niatkanlah untuk bersedekah pada momen gerhana sebab disamping kita dianjurkan untuk melaksanakan sholat gerhana kita juga diajurkan oleh Rasul saw untuk bersedekah sebagaimana hadith di atas. Rasul saat terjadi gerhana sangat khawatir kalau saat itu adalah hari akhir dari kehidupan dunia, hari kiamat. Sebagaimana diriwayatkan dari sahabat Abu Musa R.A, ia berkata :

خسفت الشمس، فقام النبي صلى الله عليه وسلم فزعا يخشى أن تكون الساعة

“Telah terjadi gerhana matahari, maka Rasulullah saw langsung terbangun seketika dalam keadaan takut, takut jika hari tersebut adalah Hari Qiamat “ [HR Bukhari]

Kenapa Harus Bersedekah

Seseorang pastilah mengalami hari akhir dalam hayatnya yaitu hari kematiannya. Sebelum semua itu terjadi maka hendaklah memperbanyak amal kebaikan khususnya sedekah. Sedekah adalah amal yang sangat diinginkan oleh orang yang akan mengalami akhir hidupnya. Sebagaimana Allah menceritakan perkataan orang yang mau menghadapi kematiannya :

رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ

“Wahai Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda [kematian]ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah…” {QS. Al Munafiqun: 10}

Ada apa dengan sedekah? Kenapa dia tidak mengatakan, “Maka aku dapat melaksanakan umrah” “Maka aku dapat melakukan sholat atau puasa” dll? Para muafassir menjelaskan : Tidaklah seorang mayit menyebutkan “sedekah” kecuali karena dia melihat betapa besarnya pahala sedekah setelah dia meninggal. Maka dari itu, Marilah perbanyak bersedekah, karena seorang mukmin akan berada dibawah naungan sedekahnnya. Rasulullah saw bersabda,

كُلُّ امْرِئٍ فِي ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُفْصَلَ بَيْنَ النَّاسِ

“Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya, hingga diputuskan perkara-perkara di antara manusia.” (HR. Ahmad) *

Dan bersedekah-lah pula atas nama bapak ibu kita yang sudah meninggal, karena sesungguhnya mereka sangat berharap kembali ke dunia untuk bisa bersedekah dan beramal shalih, maka bantulah mereka untuk mewujudkan harapannya.

Dari ‘Aisyah RA bahwasanya ada seseorang mendatangi Nabi saw, kemudian dia bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Ibuku tiba-tiba saja meninggal dunia dan tidak sempat menyampaikan wasiat padaku. Seandainya dia ingin menyampaikan wasiat, pasti dia akan mewasiatkan agar bersedekah untuknya.”

فهل لها أجر إن تصدقت عنها

“Apakah Ibuku akan mendapat pahala jika aku bersedekah untuknya?” Rasulullah saw menjawab, “Iya”. (HR. Bukhari) Wallahu A’lam. Semoga Allah Albari meringankan tangan-tangan kita untuk mengeluarkan sedekah..

Salam Satu Hadits, DR.H.Fathul Bari, SS.,M.Ag

Pesantren Wisata An Nur II Al Murtadlo. Malang, Indonesia
MI, SMP, SMA, MA’HAD ALI STIKK
Ngaji Kitab Kuning Menyenangkan
08121-686-1111

Kajian Hadits Sistem SPA+
(Singkat, Padat, Akurat)
STOCK BUKU ONE DAY 1234
081216742626

Umroh MAULID + TURKI Bintang 5
Pesawat Saudia,
13 Hari, Hotel bintang 5, Nopember 19. *ONLY 33 JUTA*
Bersama Alvers
Tersedia Juga 13 Hari paket ekonomis

TOUR EUROPE 2019
With ALVERS
Paris Amsterdam Swiss Milan
8 Hari Rp. 17.990
Include Tiket Pesawat PP, Bis wisata Europe, Asuransi, Visa, Budget Hotel

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: