22 Mei, 2018
  • 22 Mei, 2018

FIQIH TASYRIQ

By on 26 September, 2015 0 0 Views

Alvers, Banyak orang menulis hari hari ini dengan kalimat tasyrik yg mestinya ditulis dengan qaf, tasyriq. Kedua kalimat berbeda jauh bahkan bertolak belakang. tasyrik artinya menyekutukan..nah loh..naudzu billah.

Apa itu TASYRIQ?
hari Tasyriq adalah tiga hari setelah hari raya Idul Adha, yaitu, hari-hari tanggal 11, 12, dan 13 di bulan Dzulhijjah.

Apa Arti Tasyriq?
Secara bahasa, tasyriq artinya Menjemur sesuatu, dalam bahasa Arab dinyatakan: [شَرَّقَ الشَيْءَ لِلشَّمْشِ].

Menurut imam nawawi dalam syarah muslim beliau mengatakan 3 hari setelah idul adha dinamakan tasyriq karena

ﻟﺘﺸﺮﻳﻖ اﻟﻨﺎﺱ ﻟﺤﻮﻡ اﻷﺿﺎﺣﻲ ﻓﻴﻬﺎ ﻭﻫﻮ ﺗﻘﺪﻳﺪﻫﺎ ﻭﻧﺸﺮﻫﺎ ﻓﻲ اﻟﺸﻤﺲ
kaum Muslimin melakukan tasyriiq yakni memotong motong daging kurban dan menjemurnya dibawah terik matahari

Keutamaan Hari Tasyriq
Hari hari tasyriq adalah hari-hari yang agung untuk beribadah. Nabi saw bersabda,

ﺃﻋﻈﻢ اﻷﻳﺎﻡ ﻋﻨﺪ اﻟﻠﻪ ﻳﻮﻡ اﻟﻨﺤﺮ، ﺛﻢ ﻳﻮﻡ اﻟﻘﺮ
“Sesungguhnya hari yang paling mulia di sisi Allah Tabaraka wa Ta’ala adalah hari Idul Adha dan yaumul qarr (hari tasyriq pertama).” (HR. Ahmad)

Ada apa dengan Hari Tasyriq?

1. Dilarang puasa. Karena hari-hari tasyriq merupakan hari menikmati makan dan minum, hari raya, hari berbahagia karena padanya terdapat qurban. Nabi saw bersabda,
ﺃﻳﺎﻡ اﻟﺘﺸﺮﻳﻖ ﺃﻳﺎﻡ ﺃﻛﻞ ﻭﺷﺮﺏ
“Hari-hari tasyriq adalah hari menikmati makanan dan minuman.” (HR Muslim)

2. Perbanyak dzikir

dianjurkan memperbanyak zikir, berdoa kepada Allah. Disunahkan melantunkan kalimat takbir, tahlil, dan tahmid (takbiran) selepas shalat fardhu mulai pada Idul Adha dan hari-hari tasyriq (10-13 Dzulhijah). Hal ini sebagaimana yang Allah perintahkan dalam firmanNya,

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

“Ingatlah Allah di hari-hari yang terbilang.” (QS. Al-Baqarah: 203).

Yang dimaksud dengan “hari-hari yang terbilang” adalah tiga hari setelah Idul Adha, yaitu hari tasyriq. Ini merupakan pendapat Ibnu Umar dan mayoritas ulama. Sementara Ibnu Abbas dan Atha berpendapat bahwa “hari-hari yang terbilang” jumlahnya empat hari; Idul Adha dan 3 hari setelahnya. (Lathaiful Ma’arif, Hal. 314).

3. Memperbanyak doa
Sebagian ulama menganjurkan untuk memperbanyak berdoa di hari ini.

Ikrimah (murid Ibn Abbas) mengatakan:

كان يستحب أن يقال في أيام التشريق : { رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ }

Doa berikut dianjurkan untuk dibaca pada hari tasyriq: RABBANAA AATINAA FID-DUN-YAA HASANAH WA FIL AA-KHIRATI HASANAH, WA QINAA ADZAABAN-NAAR. (Lathaiful Ma’arif, Hal. 505).

Ziyad Al-Jasshas meriwayatkan dari Abu Kinanah al-Qurasyi, bahwa beliau mendengar Abu Musa al-Asy’ari berceramah dalam khutbahnya ketika Idul Adha:

بعد يوم النحر ثلاثة أيام التي ذكر الله الأيام المعدودات لا يرد فيهن الدعاء فارفعوا رغبتكم إلى الله عز و جل

Setelah hari raya qurban ada tiga hari, dimana Allah menyebutnya sebagai al-Ayyam al-Ma’dudat (hari-hari yang terbilang), doa pada hari-hari ini, tidak akan ditolak. Karena itu, perbesarlah harapan kalian. (Lathaiful Ma’arif, Hal. 506).

4. Waktu penyembelihan qurban
Nabi saw bersabda:

كُلُّ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ ذَبْحٌ

“Di setiap hari tasyriq, boleh menyembelih.” (HR. Ahmad, ibn Hibban, Ad-Daruquthni, dan yang lainnya).

Al-Murtadlo Lovers

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.