Doakanlah Saudaramu, Maka Malaikat akan Mengamininya

Doakanlah Saudaramu, Doakanlah Saudaramu, Maka Malaikat akan Mengamininya, Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al Murtadlo

(Tafsir surah Al-A’raf Ayat 151)

“Musa berdoa, ‘Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang’.”

Disarikan dari ayat tersebut, suatu ketika Nabi Musa AS pernah memarahi Nabi Harun karena ia dianggap tidak mempedulikan kaum yang dititipkan kepadanya. Saat itu Nabi Musa naik pitam karena ia melihat kaum tersebut menyembah berhala yang berbentuk patung sapi.

Melihat Nabi Musa marah kepadanya, Nabi Harun terkejut. Diceritakan dari Kitab Tafsir Jalalain bahwa, saking marahnya Nabi Musa, ia sampai menarik rambut Nabi Harun menggunakan tangan kanan dan menarik janggutnya menggunakan tangan kiri.

Setelah hal yang tak terduga itu terjadi, Nabi Harun menjelaskan bahwa Ia sangat tertekan pada kaum yang dititipkan kepadanya. Nabi Harun telah menjalankan tugasnya sebagai nabi dengan baik. Alih-alih mengikuti ajaran yang dibawa Nabi harun, mereka justru menzaliminya. Bahkan, tutur Nabi Harun, sebagian dari mereka ada yang hampir membunuhnya.

             Setelah mendengar penjelasan dari Nabi Harun, Nabi Musa langsung meminta maaf kepadanya dan berdoa meminta pengampunan Allah, “Ya Allah Ampunilah aku atas apa yang telah kau lakukan kepada saudaraku, dan ampunilah dosa-dosanya pula.”

             Dari dua cerita ini dapat ditarik dua kesimpulan. Kesimpulan pertama. Jangan menghakimi perkara atau kabar yang didengar atau didapat dari orang fasik secara langsung, klarifikasilah dahulu kebenaran atau apa yang melatarbelakangi perkara tersebut.

Oleh karena itu, Allah mengingatkan umat manusia lewat kalam-Nya yang tertulis di dalam Al-Quran surah Al-Hujarat ayat enam yang memiliki arti, “Apabila datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

             Kesimpulan kedua. Sebutlah nama teman atau saudara saat sedang berdoa. Karena apabila kita menyebut nama mereka dalam doa maka malaikat pun akan turut mengamininya. Seperti hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim Yang yang artinya, “Doa seorang muslim untuk saudaranya (Yang tidak sedang berada di tempat) akan diamini oleh malaikat. Dan malaikat akan mendoakannya pula.”

#PENAPESANTREN

(Ryan Winawan/ Mediatech An-Nur II)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: