An-Nur 2 Adakan Pertemuan Wali Santri

Untuk Mempererat Hubungan

 

Demi mempererat hubungan antara pengasuh dan wali santri, pondok pesantren An-Nur 2 Al-Murtadlo Bululawang Malang, mengadakan sebuah acara pertemuan seluruh wali murid santri baru. “Orang tua Biar kenal dengan kyainya” ujar Bpk. Nur Kholis, selaku kepala sekolah SMP AN-NUR dalam sambutannya, Ahad (23/7) di gedung aula SMP AN-NUR.

 

Tepat pukul 08:00 WIB, acara di mulai dengan pembacaan sholawat banjari oleh santri putra Pondok Pesantren Annur2 Al-murtadlo, sebagai pra acara. Lanjut dengan pembacaan ayat suci Al-quran surat Ad-Dukhan oleh M Habibullah dan disambung dengan sesi menyanyikan lagu Indonesia Raya berikut Mars An-Nur yang dibawakan oleh Group Paduan Suara Putri.

 

Sambutan-sambutan

Di samping itu, sambutan-sambutan dari pihak  kepala sekolah merupakan rentetan acara pada pagi menjelang siang hari ini. Sambutan pertama oleh Bpk. Nur Kholis, M.Pd.i selaku kepala sekolah SMP An-Nur serta mewakili Bpk. H. Hasan Bisri selaku kepala sekolah MI An-Nur yang berhalangan hadir dalam acara ini. Yang kemudian dilanjutkan oleh kepala sekolah SMA An-Nur, Bpk. Ir. Hanafi, Sp. M.Pd.i.

 

Sambutan Kedua dari perwakilan majelis keluarga, beliau Ag. Zainuddin Badruddin. Di mana ia menjelaskan akan kesederhanaan seorang santri, dan untuk wali santri untuk tidak ragu meninggalkan anak-anaknya di Pondok Pesantren. “Lebih baik nangis sekarang sebab meninggalakan anaknya di Pesantren dan kelak akan membahagiakan kedua orang tuanya dengan do’a dan amal sholihnya, dari pada kelak orang tua menangis sebab kedurhakaan anaknya”. Ujar Ag. Zainuddin Badruddin.

 

Menyambung setelahnya sambutan kepala Madrasah PP. An-Nur 2, KH. Ba Fadhol A. Dam Huji. Dalam penyampaiannya, beliau berkenan mengupas satu-persatu tentang pesantren. Mulai dari kegiatan, uniknya mondok dan semacamnya.

 

Juga ditampilkan demonstrasi santri Al-Miftah Lil Ulum. Kembali M Ihsan Khoironi mendapatkan kesempatan untuk mendemonstrasikan kemampuannya membaca kitab kuning. Cepat dan tepat dalam menjawab pertanyaan, Khoir mendapat banyak apresiasi.

 

Usai pemberitahuan sekilas tentang program baru sekolah, dimana program itu bekerja sama dengan BNI. Program yang dirancang untuk wali murid agar dapat mengetahui persis aktivitas putra/i nya di sekolah, atau hal lain yang bersangkutan dengan sekolah.

Acara berlanjut dengan mauidhotul Husnah yang disampaikan oleh beliau pengasuh, Dr. KH. Fathul Bari, S. S, M.Ag. ia membuka mauidhohnya dengan kalm mutiara hikmah yang menunjang kepada kesadaran akan akhir hayat.

 

Pula beliau mengupas sedikit tentang keistimewaan seorang santri, “Santri memiliki tingkat kejujuran yang di atas rata-rata, karna santri masih takut kepada Allah”. Dan juga beliau menganjurkan pada seluruh wali santri yang hadir untuk benar-benar memasrahkan anaknya pada Pondok Pesantren. Karna “Memondokkan anak itu memang pahit”, ujar beliau pengasuh.

 

Beliau juga berpesan, di pondok itu tidak diajarkan untuk terbiasa hidup enak atau harus menerima apa adanya (Qona’ah). Dengan begitu, beliau pengasuh menegaskan bahwa segala keprihatinan di Pesantren merupakan keistimewaan tersendiri bagi santri tersebut.

 

Acara demi acara terlaksanakan dengan lancar tanpa adanya kendala. Doa dari Ag. Syamsul Arifin sebagai tanda berakhirnya agenda pada hari ini. Perkiraan terakhir, jumlah keseluruhan wali murid yang hadir mencapai kisaran 1100 orang.

(El-Ham, Uhud, M.FIH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: