TIGA DOSA BESAR

๐Ÿ‡ฆ ๐Ÿ‡ฑ ๐Ÿ‡ป ๐Ÿ‡ช ๐Ÿ‡ท ๐Ÿ‡ธ
ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Ibnu โ€˜Umar RA, bahwa Rasulullah ๏ทบ bersabda:
ุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุนู’ุธูŽู…ูŽ ุงู„ุฐู‘ูู†ููˆู’ุจู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุชูŽุฒูŽูˆู‘ูŽุฌูŽ ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู‹ุŒ ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ู‚ูŽุถูŽู€ู‰ ุญูŽู€ุงุฌูŽุชูŽู‡ู ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุทูŽู„ู‘ูŽู‚ูŽู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุจูู…ูŽู‡ู’ุฑูู‡ูŽู€ุงุŒ ูˆูŽุฑูŽุฌูู„ูŒ ูŠูŽุณู’ุชูŽุนู’ู…ูู„ูŽ ุฑูŽุฌูู„ุงู‹ ููŽุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุจูุฃูุฌู’ุฑูŽุชูู‡ูุŒ ูˆูŽุขุฎูŽุฑูŽ ูŠูŽู‚ู’ุชูู„ู ุฏูŽุงุจู‘ูŽุฉู‹ ุนูŽุจูŽุซู‹ุง.
โ€œDosa paling besar di sisi Allah ialah orang yang menikahi wanita lalu ketika telah menyelesaikan hajatnya darinya, maka dia menceraikannya dan pergi dengan membawa maharnya, orang yang mempekerjakan seseorang lalu pergi dengan membawa upahnya dan seorang yang membunuh binatang dengan sia-sia.โ€[HR Al-Hakim]

Catatan Alvers

Merupakan satu dari tiga dosa paling besar di sisi Allah yangย  disebutkan di atas adalah seorang suami yangtidak membayar mahar pernikahannya baik seluruhnya atau sebagiannya. Tepatnya disebutkan pada hadits utama di atas, orang yang menikahi wanita lalu ketika telah menyelesaikan hajatnya darinya, maka dia menceraikannya dan pergi dengan membawa maharnya.

Mahar adalah pemberian suami kepada istrinya. Karena mahar telah menjadi hak milik penuh istri, maka suami dilarang meminta kembali atau mengambil mahar tersebut baik seluruhnya atau sebagiannya. Perbuatan menarik kembali pemberian sangatlah dicela oleh islam. Rasul Saw bersabda :
ุงู„ุนูŽุงุฆูุฏู ูููŠ ู‡ูุจูŽุชูู‡ู ูƒูŽุงู„ุนูŽุงุฆูุฏู ูููŠ ู‚ูŽูŠู’ุฆูู‡ู
Orang yang mengambil kembali pemberiannya seperti seseorang yang menjilat kembali apa yang dia muntahkanโ€ [HR Bukhari]

Namun jikalau istri dengan sukarela memberikan harta (mahar) yang telah menjadi hak miliknya kepada suami maka tidaklah terlarang suami menerima dan memakannya. Allah swt berfirman :
ูˆูŽุขุชููˆุง ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกูŽ ุตูŽุฏูู‚ูŽุงุชูู‡ูู†ู‘ูŽ ู†ูุญู’ู„ูŽุฉู‹ ููŽุฅูู†ู’ ุทูุจู’ู†ูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุนูŽู†ู’ ุดูŽูŠู’ุกู ู…ูู†ู’ู‡ู ู†ูŽูู’ุณู‹ุง ููŽูƒูู„ููˆู‡ู ู‡ูŽู†ููŠุฆู‹ุง ู…ูŽุฑููŠุฆู‹ุง
Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan[267]. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya. [QS An-Nisa : 4]

Bahkan harta tersebut bisa menjadi obat penawar sakit perut sang suami. Sayyidina Ali KW berkata :
ุฅุฐุง ุดูƒุง ุฃุญุฏูƒู… ุจุทู†ู‡ ูู„ูŠุณุฃู„ ุงู…ุฑุฃุชู‡ ุดูŠุฆุง ู…ู† ุตุฏุงู‚ู‡ุง ูˆูŠุดุชุฑูŠ ุจู‡ ุนุณู„ุง ูˆูŠุดุฑุจู‡ ุจู…ุงุก ุงู„ุณู…ุงุก ููŠุฌุชู…ุน ู„ู‡ ุงู„ู‡ู†ูŠุก ูˆุงู„ู…ุฑูŠุก ูˆุงู„ุดูุงุก ูˆุงู„ู…ุจุงุฑูƒ.
Jika salah seorang di antara kalian mengeluh sakit perut maka mintalah sedikit uang dari maharnya untuk membeli madu lalu minumlah madu dengan dicampur air hujan maka terkumpullah โ€œhaniโ€ (makanan yang sedap), Mariโ€™ (baik akibatnya) Syifa (obat) dan barokah. [Ihyaโ€™ Ulumuddin]

Dosa kedua adalah orang yang mempekerjakan seseorang lalu pergi dengan membawa upahnya. Nabi SAW memerintahkan untuk memberikan upah dengan segera. Nabi SAW bersabda,
ุฃูŽุนู’ุทููˆุง ุงู„ุฃูŽุฌููŠุฑูŽ ุฃูŽุฌู’ุฑูŽู‡ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฌูููŽู‘ ุนูŽุฑูŽู‚ูู‡ู
โ€œBerikan kepada seorang pekerja upahnya sebelum keringatnya kering.โ€ [HR. Ibnu Majah]

Al Munawi berkata, โ€œDiharamkan menunda pemberian gaji padahal mampu menunaikannya tepat waktu. Yang dimaksud memberikan gaji sebelum keringat si pekerja kering adalah ungkapan untuk menunjukkan diperintahkannya memberikan gaji setelah pekerjaan itu selesai ketika si pekerja meminta walau keringatnya tidak kering atau keringatnya telah kering.โ€ [Faidhul Qodir]

Menunda penurunan gaji pada pegawai padahal mampu termasuk kezhaliman. Nabi SAW bersabda,
ู…ูŽุทู’ู„ู ุงู„ู’ุบูŽู†ููŠูู‘ ุธูู„ู’ู…ูŒ
โ€œMenunda penunaian kewajiban (bagi yang mampu) termasuk kezholimanโ€ [HR. Bukhari]

Jikalau menunda gaji saja merupakan sebuah kedzaliman, lantas bagaimana jika kita tidak memberikan upah sesuai kesepakatan?. Dalam hadits berikut dikisahkan seseorang yang rela memberikan semua harta yang berkembang dengan modal upah yang tertunda laluย  diapun mendapat balasan doa kebajikannya yaitu terbukanya batu yang menutup pintu goa dimana ia terjebak didalamnya.

Nabi SAW bersabda, lantas orang ketiga berdoโ€™a, โ€œYa Allah, aku dahulu pernah mempekerjakan beberapa pegawai lantas aku memberikan gaji pada mereka. Namun ada satu yang tertinggal yang tidak aku beri. Malah uangnya aku kembangkan hingga menjadi harta melimpah. Suatu saat ia pun mendatangiku. Ia pun berkata padaku,
ูŠูŽุง ุนูŽุจู’ุฏูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽุฏูู‘ ุฅูู„ูŽู‰ูŽู‘ ุฃูŽุฌู’ุฑูู‰
โ€œWahai hamba Allah, berikanlah upahku yang dulu?โ€
Aku pun berkata padanya bahwa setiap yang ia lihat itulah hasil upahnya dahulu (yang telah dikembangkan), yaitu ada unta, sapi, kambing dan budak. Ia pun berkata, โ€œWahai hamba Allah, janganlah engkau bercanda (mengejek).โ€ Aku pun menjawab bahwa aku tidak sedang bercanda padanya.
ููŽุฃูŽุฎูŽุฐูŽู‡ู ูƒูู„ูŽู‘ู‡ู ููŽุงุณู’ุชูŽุงู‚ูŽู‡ู ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุชู’ุฑููƒู’ ู…ูู†ู’ู‡ู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง
lantas dia mengambil semua harta tersebut dan dia tidak menyisakan sedikitpun.
Ya Allah, jikalau aku mengerjakan sedemikian itu dengan niat benar-benar mengharapkan wajah-Mu, maka lepaskanlah kesukaran yang sedang kami hadapi dari batu besar yang menutupi kami iniโ€. Lantas goa yang tertutup sebelumnya pun terbuka, mereka keluar dan berjalan. [HR Bukhari]

Dan dosa besar ketiga adalah seorang yang membunuh binatang dengan sia-sia. Rasul SAW bersabda :
ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุชูŽู„ูŽ ุนูุตู’ูููˆุฑู‹ุง ุนูŽุจูŽุซู‹ุง ุนูŽุฌู‘ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ูŠูŽู‚ููˆู„ู ูŠูŽุง ุฑูŽุจู‘ู ุฅูู†ู‘ูŽ ููู„ูŽุงู†ู‹ุง ู‚ูŽุชูŽู„ูŽู†ููŠ ุนูŽุจูŽุซู‹ุง ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู‚ู’ุชูู„ู’ู†ููŠ ู„ูู…ูŽู†ู’ููŽุนูŽุฉู
Barangsiapa membunuh seekor burung dengan sia-sia (tak ada gunanya), maka pada Hari Kiamat burung itu akan berteriak kepada Allah seraya berkata,’Ya Allah, sesungguhnya si Fulan telah membunuhku dengan sia-sia dan tidak membunuhku untuk suatu kemanfaatan.”[HR. An-Nasa’i]

Kendati dalam hadits disebutkan burung secara khusus namun dalam praktiknya kita tidak dperbolehkan membunuh binatang apapun dengan sistem qiyas kepada burung tersebut kecuali ketika kita membutuhkan dagingnya atau karena teramcam hama belalang, dan tujuan baik lainnya. Wallahu Aโ€™lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk mengasihi sesama makhluk Allah dan tidak mendzalimi orang lain bahkan binatang sekalipun.

Salam Satu Hadith,
DR.H.Fathul Bari Alvers
PP Annur2.net Malang, Ind

Temukan Artikel ini dalam
BUKU ONE DAY ONE HADITH
Kajian Hadits Sistem SPA
(Singkat, Padat, Akurat)
Buku Serial #1 Indahnya Hidup Bersama Rasul SAW
Buku Serial #2 Motivasi Bahagia dari Rasul SAW
Harga Promo, hub.: 081216742626

UMRAH PLUS TURKI 12 hari Langsung Madinah 8 Mei 2017 pullman Zam Zam / Ilyas silver/Istanbul : hotel bintang 5 Hanya Rp. 25,9 Juta. WA : 08125214321

Satu tanggapan untuk “TIGA DOSA BESAR

  • 18 Agustus, 2017 pada 10:05
    Permalink

    kyai muda yang sangat produktif dalam menulis
    #tantowi

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: