Ziarahi Makam Pengasuh, Syekh Fadhil Kembali Kunjungi Pesantren An-Nur 2

Ziarahi Makam Pengasuh, Syekh Fadhil Kembali Kunjungi Pesantren An-Nur 2

 

Kewafatan KH. M. Badruddin Anwar mengundang banyak ulama nasional maupun international untuk berziarah ke makam beliau. Cucu Syekh Abdul Qadir Al-Jailani ke 23, Syekh Prof. Dr. Fadhil Al-Jilani Al-Hasani kembali bersilaturahmi dengan Pondok Pesantren An-Nur 2 “Al-Murtadlo” Bululawang Malang, Selasa (03/10). Beliau datang bersama rombongan sekitar pukul 18.00 WIB. Kedatangan Beliau langsung disambut hangat oleh Majelis Keluarga dan diarahkan menuju Wisma Tamu KH. Hasyim Muzadi untuk beristirahat sejenak.

 

Mengawali acara Tabligh Akbar bersama Syech Fadhil Al-Jilani, para santri dan alumni yang hadir membaca tahlil dan do’a yang langsung dipimpin oleh beliau di pesarehan Romo KH. M Badruddin Anwar.

 

Kyai Badruddin adalah seorang yang beliau cintai, lantaran ahlak dan ketawadlu’an yang Kyai Bad miliki. Beliau bercerita tentang pengalaman bersama Almaghfurlah dalam kunjungan 7 bulan yang lalu, Beliau juga memberikan persaksian bahwa Kyai adalah orang yang sholih.

 

“Kyai yang tawaddu’, dan alim. Beliau berkhidmat kepada ilmu dan ulama’, Kyai Bad adalah orang yang sholih”, ujar beliau di hadapan para santri dan alumni. Setelah berziarah di pesarehan, beliau melaksanakan sholat Isya’ bersama para santri di masjid pondok pesantren.

 

“Indonesia adalah negara kedua saya”, ucap beliau dalam Bahasa Indonesia di awal mauidzoh dan langsung disambut dengan riuh tepuk tangan seluruh santri. Yang melatar belakangi kehadiran Syekh Fadhil ke Indonesia adalah banyaknya pecinta Syekh Abdul Qodir Al-Jailani di Indonesia, serta tujuan beliau untuk memperkenalkan karya-karya kakeknya itu. Dan kedatangan beliau di Pesantren An-Nur 2 secara khusus untuk berziarah ke makan KH. M. Badruddin Anwar.

 

Untuk mengisi mauidloh hasanah yang akan beliau sampaikan, pengasuh meminta kepada Syekh Fadhil untuk menceritakan tentang Madrasah Qadiriyah asuhan Syekh  Abdul Qadir Al-Jailani. Dan beliaupun mulai bercerita, “awalnya, Madrasah Qadiriyah dimulai dengan beberapa santri saja. Lambat laun, Madrasah ini memiliki santri lebih dari 70.000. Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengajar dalam 13 disiplin ilmu dan menerima santri dari semua kalangan, bahkan non muslim sekalipun”, tutur beliau.

 

Dalam acara tersebut, Syekh Fadhil juga memberikan ijazah bacaan sholawat sebanyak 313x, dimana jumlah ini adalah jumlah pasukan Perang Badr. Selain itu, beliau juga mengijazahkan seluruh kitab dan sholawat Syekh  Abdul Qadir Al-Jailani. “Ijazah itu amanah, maka amalkanlah secara istiqomah”, pesan Syekh Fadhil.

 

Sebelum Tabligh Akbar berakhir, beliau mengajak seluruh santri untuk membaca wirid Syekh  Abdul Qadir Al-Jailani yang dipimpin oleh Ust. Nur Kholis. Kunjungannya pada malam hari ini diakhiri dengan sungkeman dan foto bersama bagi asatidz dan pengurus pondok pesantren. Beliaupun kembali untuk melanjutkan perjalanannya ke Pontianak, Kalimantan Barat di keesokan harinya.

 

(Bi’i/Suhud/M.FIH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: