Kecintaan Syech Fadhil Kepada Kyai Badruddin,

Kecintaan Syech Fadhil Kepada Kyai Badruddin, Seorang Kyai Yang

Tawadlu’

 

M. Badruddin Anwar adalah ulama’ yang terkenal dengan kesederhanaan dan ketetawadlu’an beliau terhadap orang lain. Hal itu tergambar ketika Kyai Badruddin memperlakukan tamu-tamunya. Dalam memuliakan tamunya, beliau tidak pernah menolak dan membeda-bedakan orang yang bertamu. Karena sebab inilah, beliau dikenal sebagai Kyai yang kharismatik.

 

Dan karena kemuliaan sifat beliau, kewafatan KH. M. Badruddin Anwar, mengundang banyak ulama nasional maupun international untuk berziarah ke makam beliau. Salah satunya adalah kunjungan Syekh Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al-jaelani Al-Hasani dari Turki yang kedua kalinya di Pondok Pesantren An-Nur 2 “Al-Murtadlo” pada Selasa (03/10). Beliau adalah keturunan Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani yang ke-23. Syech Fadhil berziarah ke maqbaroh RKH. M. Badruddin Anwar bersama keluarga pengasuh, santri dan alumni yang hadir. Dan beliau sendirilah yang memimpin pembacaan do’a dan tahlil di makam pengasuh sebelum digelarnya acara Tabligh Akbar.

 

Dalam pidato yang beliau sampaikan setelah pembacaan tahlil dan do’a, beliau mengungkapkan keterkejutannya atas kewafatan Kyai Badruddin. “Saya sangat mencintai Syekh Badruddin, dan saya sangat terkejut saat mendengar orang yang saya cintai telah wafat” ujar beliau.

 

Yang menumbuhkan kecintaan Syekh Fadhil kepada beliau pengasuh adalah rasa kagum akan ketawadlu’an yang dimiliki oleh almaghfurlah Kyai Badruddin. Hal tersebut dibuktikan pada kunjungan pertama beliau, tujuh bulan yang lalu. Yakni, pada saat beliau hendak pulang dan menuju bandara, Kyai Badruddin bersikeras untuk mengantarkan beliau sampai di bandara. Padahal, pada saat itu, Kyai Badruddin dalam kondisi yang kurang sehat. Maka sebab itulah beliau menyimpulkan bahwa, KH. Badruddin adalah orang yang sangat tawadlu’ dan termasuk dari golongan orang-orang sholeh.

 

Karena kecintaan Syech Fadhil terhadap Kyai Badruddin, malam itu, sebelum beliau pulang untuk melanjutkan perjalanannya ke Pontianak, Kalimantan Barat, Syech Fadhil menambahkan gelar pada nama Kyai Badruddin. Beliau membubuhkan “Al-Husein” di akhir nama Kyai Badruddin, dimana gelar ini beliau nisbatkan kepada nama Sayyidina Husein yang berarti, Syech Fadhil menyakini bahwasanya Kyai Badruddin adalah keturunan Nabi Muhammad dari jalur Sayyidina Husein. Beliaupun lalu menuliskan nama almarhum lengkap dengan gelar yang beliau sematkan di atas lembaran kertas. Menjadi, M. Badruddin Anwar Al-Husaini.

 

Gelar Al-Husein itu semustaq atau semakna dengan nama Al-Hasani di akhir nama Syech Fadhil. Sehingga keduanya memiliki nama yang sama, yaitu Muhammad Fadhil Al-jaelani Al-Hasani dan M. Badruddin Anwar Al-Husaini. Seperti nama kedua cucu Nabi Muhammad SAW, Sayyidina Hasan dan Husein yang nabi menyebutkan keduanya dengan Al-Hasanaini. Dan dengan kesamaan nama inilah menunjukkan kedekatan antara Kyai Badruddin dan Syech Fadhil. Beliaupun meminta untuk menuliskan nama ini pada batu nisan di pesarehan beliau.

 

 

(M.FIH/El-Hamid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: