Sahabat Pena dan Sahabat Chatt

Saya suka membaca cerita-cerita pendek karya penulis jadul tahun 80-90an. Apalagi kalau di cerita itu berkisah tentang dua sahabat pena yang tidak pernah bertemu sama sekali. Tetapi keduanya saling bercerita satu sama lain, seolah-olah mereka tidak terpaut oleh jarak. Cerita ketika saling menanti surat balasan, pergi ke kantor pos sepulang sekolah, memperindah tulisan di surat lantaran malu kepada sahabat penanya itu kalau tulisannya jelek dan hal-hal lain yang hanya bisa dirasakan di zaman itu.

Sering saya berkhayal untuk menulis sebuah surat dan mengirimkan surat itu ke alamat sahabat-sahabat yang biasanya tertera di halaman belakang buku LKS atau majalah-majalah. Alamat rumah, bukan alamat e-mail. Tetapi, akan terasa bodoh sekali kalau saya melakukan hal itu. Sekarang ini, orang ke kantor pos untuk membayar tagihan listrik, tagihan telephon dan mengirim barang, bukan surat.

Sebenarnya, kebudayaan surat-menyurat itu tidak hilang, hanya bentuk penyampaiannya saja yang berbeda. Karena sekarang surat-surat itu sudah berbentuk data yang dikirim melalui e-mail ataupun kolom chatt Facebook.

Tetapi, meskipun surat-menyurat itu masih lestari, ada yang hilang dan berubah. Kalau dulu surat menyurat untuk berkenalan dan berbagi cerita, chatt e-mail justru mengarah kepada suatu hal negatif. Bisa kita lihat sendiri, akhir-akhir ini banyak kita dengar berita kriminalitas yang disebabkan chatt online itu. Bahkan, salah satu aplikasi Chatting online terancam diblokir lantaran menjadi akses jalannya terorisme.

Sudah sepatutnya aplikasi itu tidak merubah nilai kreatifitas yang bisa didapat dari surat-menyurat melalui pos. Yaitu, keterampilan menulis dan melatih kata. Itu yang hilang bersama hilangnya surat kertas. Bisa kita rasakan kalau hadirnya kegiatan surat menyurat melalui chatt akan lebih terkesan guyonan dan obrolan-obrlan ringan. Tidak menuntut si penulis untuk lebih kreatif dalam menata kata.

M.FIH

Fb : Lingkar Pesantren

Ig  : @lingkarpesantren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: