Ramadhan Dalam Sebilah Smarthphone

Ramadhan Dalam Sebilah Smarthphone

Lingkar Pesantren

Dulu, untuk mengakses internet dibutuhkan seperangkat komputer yang terkoneksi sambungan internet dan bisa diakses di warung internet lantaran masih jarang dimiliki secara pribadi. Sekarang, semua akses internet bisa dinikmati dengan sangat mudah, dimana saja dan kapan saja, melalui smarthphone.

Tetapi, kemudahan akses itu memicu banyak terjadinya hal negatif, terutama media sosial yang seharusnya digunakan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat. Ghibah dan aksi olok-olokan semakin marak, terlebih di bulan ramadhan ini. Sangat disayangkan apabila hanya rasa lapar dan dahaga yang kita dapatkan, sedangkan pahala berpuasa telah hangus bersama ghibah-ghibah itu.

Padahal, puasa secara bahasa itu imsak yang artinya menahan. Tidak hanya menahan dari makan dan minum serta hal-hal yang membatakan puasa, arti imsak bagi saya juga menahan dari perbuatan-perbuatan yang dapat menggugurkan pahala puasa.

Pada suatu pengajian pernah saya menyimak, orang puasa itu dibagi menjadi tiga tingkatan,

Yang pertama adalah ramadhan paket ekonomi, dimana yang membeli adalah orang-orang biasa dan tidak pernah luput dari ghibah, caci-maki, dan lain sebagainya. Puasa seperti inilah yang hanya berujung dengan kerugian.

Kedua, ramadhan paket Eksekutif, mendapat pahala, karena berusaha sepenuh hati untuk meninggalkan perbuatan ghibah, sumpah serampah, dan fitnah.

Yang terakhir, ramadhan paket VVIP, yang dilaksanakan oleh orang-orang yang jauh dari fikiran-fikiran negatif, hatinya selalu suci.

Jadi, termasuk puasa manakah seseorang yang rajin menebar kegelisahan di media sosial?

Fb: Lingkar Pesantren

IG: @lingkarpesantren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: