Ngarang Kitab

Ngarang Kitab
Lingkar Pesantren
Salah satu kegemaran ulama salafi adalah mengarang kitab, entah kitab fiqh, tauhid, tasawuf, hingga nahwu dan shorof serta tafsir. Kitab-kitab itu pun dikaji di pesantren hingga kini. ‘’Kullu ra’sin ra’yun”, setiap kepala pastilah mempunyai pendapat masing-masing.

Dari ratusan kitab itu tentunya memiliki banyak perbedaan-perbedaan. Tapi dengan perbedaan itu tidak menimbulkan banyak masalah, memang secara tulisan terdapat kontradiksi tapi pada kenyataannya mereka juga sering ngopi bersama.

Kebiasaan mengarang kitab itu berlanjut hingga generasi modern sekarang ini. Mereka benar-benar mengarang “ngarang”. Semuanya ditulis sesuai dengan akal pikirannya lalu dipublikasikan supaya bisa menyaingi tulisan-tulisan lain sehingga terjadi perlombaan. Semoga itu menjadi “fastabuqul khoiroot”, kalau nggak gitu setidaknya tidak membingungkan orang bodoh.

Ya sudah, tidak bisa disalahkan, ngarangnya ulama dulu dan semi ulama sekarang itu beda tipis. Yang terpenting itu, seorang pengarang bisa menempatkan tulisannya untuk dihakimi bukan menghakimi. Sudah!

Fb: Lingkar Pesantren
IG: @lingkarpesantren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: