MENJENGUK VS DIJENGUK

ONE DAY ONE HADITH

 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasul ﷺ bersabda :

حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ رَدُّ السَّلَامِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ

Hak orang muslim atas orang muslim lainnya ada lima, yaitu; menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengantarkan jenazahnya, mendatangi undangannya, dan mendoakannya ketika bersin. [HR Bukhari]

 

Catatan Alvers

 

Pernahkah anda sakit? Dan pernahkah anda menjenguk orang yang sakit? Ya, keduanya saling terkait. Seseorang seringkali merasa sibuk dengan pekerjaan dan urusannya sehingga tidak sempat untuk menjenguk saudaranya yang sedang sakit. Saya punya prinsip “Serepot-repotnya orang yang membesuk ketahuilah lebih repot lagi orang yang dijenguk (orang yang sakit)”. Jika sedang malas atau kesibukan melanda menghalangi anda dari menjenguk orang sakit maka katakan kepada diri anda “pilih mana kau ini, menjadi orang yang sakit ataukah orang yang menjenguk orang sakit?”

 

Dalam islam, menjenguk orang sakit merupakan satu kewajiban sebagaimana diisyaratkan dalam hadits utama di atas dengan kata “hak” yang diartikan oleh para ulama sebagai kewajiban yakni wajib kifayah. [Fathul Bari]

 

Menjenguk orang sakit adalah perilaku mulia yang luar biasa pahalanya. Suatu ketika, Abu Musa RA menjenguk al-Hasan bin Ali RA (yang sedang sakit) dan  al-Hasan bin Ali RA berkata : Apakah kau datang untuk “a’id” (menjengukku) ataukah karena “syamit” (bahagia melihat kesedihanku)? Abu Musa RA menjawab: Aku hendak menjengukmu. Maka al-Hasan bin Ali RA berkata: jikalau kau datang untuk menjengukku maka kethuilah bahwa aku telah mendengar Rasul ﷺ bersabda :

إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِيْ خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ.

“Apabila seseorang menjenguk saudaranya sesama muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” [HR Ahmad]

 

Kewajiban dan Pahala menjenguk orang sakit ini telah cukup  dengan dua syarat yaitu saling mengenal dan sama-sama beragama islam. Demi kesempurnaan, hendaklah kita memenuhi tata cara menjenguk orang sakit, diantaranya tidak berlama-lama ketika menjenguk, Seorang tabiin senior ; Thawus bin Kaisan al-Yamani berkata :

أَفْضَلُ الْعِيَادَةِ أَخَفُّهَا

Menjenguk orang sakit yang paling baik adalah yang paling cepat (sebentar).

 

Selanjutnya, tidak terlalu banyak bertanya, menampakkan ekspresi sedih, mendoakan kesembuhan, menjaga pandangan dari aurat orang yang sakit maupun keluarga dan tidak menghadap ke pintu setelah mengetuk pintu dengan pelan. [Ihya Ulumuddin]

 

Diantara doa yang dicontohkan Nabi ﷺ ketika menjenguk orang yang sakit adalah

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِى لاَ شَافِىَ إِلاَّ أَنْتَ ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembukanlah ia. (Hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi.” [HR. Bukhari]

 

Dan lebih sempurnanya lagi Rasul ﷺ bersabda :

تَمَامُ عِيَادَةِ الْمَرِيضِ أَنْ يَضَعَ أَحَدُكُمْ يَدَهُ عَلَى جَبْهَتِهِ أَوْ قَالَ عَلَى يَدِهِ فَيَسْأَلُهُ كَيْفَ هُوَ

Kesempurnaaan dari Menjenguk orang sakit adalah dengan menaruh tangan salah seorang diantara kalian di atas dahi si sakit, atau di atas tangannya lalu menanyakan kondisinya [HR Turmudzi]

 

Selanjutnya penting sekali agar orang yang dijenguk (orang yang sakit atau keluarga), senantiasa bersabar dan tidak banyak mengeluh, memperbanyak doa dan tawakkal kepada pencipta kesembuhan yakni Allah swt. Begitu pula untuk berdoa dengan doa yang diajarkan oleh malaikat jibril. Ia berkata: Sesungguhnya Allah memerintahmu agar berdoa dengan (tiga) doa berikut maka Allah akan memberimu salah satunya. Yaitu:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ تَعْجِيْلَ عَافِيَّتِكَ ، وَصَبْرًا عَلَى بَلِيَّتِكَ، أَوْ خُرُوْجًا مِنَ الدُّنْيَا إِلىَ رَحْمَتِكَ

Ya Allah, Sesungguhnya aku memohon kepadaMu (1) agar menyegerakan kesembuhan dari penyakitku (2) Kesabaran atas ujian-Mu (3) keluar dari dunia menuju surga-Mu. [HR Al-Hakim] Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk menyempatkan diri mengunjungi orang yang sakit dan mendoakan kesembuhan untuknya, semoga saudara kita yang sakit segera diberikan kesembuhan oleh Allah SWT.

 

Salam Satu Hadith,

DR.H.Fathul Bari Alvers

PP Annur2.net Malang, Ind

 

Temukan Artikel ini dalam

BUKU ONE DAY ONE HADITH

Kajian Hadits Sistem SPA

(Singkat, Padat, Akurat)

Buku Serial #1 Indahnya Hidup Bersama Rasul SAW

Buku Serial #2 Motivasi Bahagia dari Rasul SAW

Harga Promo, hub.: 081216742626

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: