Kyai Damhuji : Yang Libur Hanya Sekolah

Sebelum para santri menjalani liburan maulid, Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” menggelar kegiatan tahlil bersama seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Berbeda dari tahun sebelumnya, kegiatan Tahlil Akbar dan Haul KH. Anwar Nur tahun ini tahlil tidak diadakan di lapangan parkir pondok putri, melainkan di makam Almaghfurlah KH. M. Badruddin Anwar.

 

Selain itu, peringatan tahlil dan haul ini hanya dikhususkan untuk para santri dan asatidz Madin (Madrasah Diniyah) saja. Karena haul tahunan Almahfurlah KH.  Anwar Nur yang biasanya diadakan saat maulid akan dilaksanakan bersamaan dengan haul  Almaghfurlah KH. M. Badruddin Anwar yang insyaallah akan dilaksanakan pada bulan Februari. Kegiatan tahlil ini juga sebagai bentuk pamit dan sowan kepada pendiri PP. An-Nur II “Al-Murtadlo” sebelum para santri menjalani liburan maulid.

 

Tahlil Akbar ini dimulai setelah sholat Isya’ berjamaah. Kyai Husni Mubarok, memimpin pembacaan tawassul. Dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin yang dipimpin oleh Kyai Ahmad Zainuddin. Setelah itu, KH Bafadhal Ahmad Damhuji memipin pembacaan tahlil.  Untuk pembacaan doa dipimpin oleh Kyai Syamsul Arifin, M. Pd. I. dan Dr. KH. Fathul Bari, M. Ag. yang langsung membacakan doa dari Madinah Al-Munawwaroh, Saudi Arabia.

 

Seusai rentetan tahlil dan doa bersama, pengurus Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” memberikan apresiasi kepada para santri berprestasi. Mereka adalah, Ibrahim Nur Afrizal (2 SMA), M. Mansur (2 SMA), Rahayu Muhtadin (1 SMA), dan Danial Fahmi (3 SMP). Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada para asatidz yang berjasa atas perolehan prestasi An-Nur II setahun ini. Beliau adalah Ust. Imam Shobari (Ketua Umum Ekstrakulkulier PP An-Nur II), Ust. Ikhwanus Shobirin (Ketua Madin Ulya), Ust. Misbahuddin Asrar (Ketua Madin Ula). Apresiasi tersebut langsung diberikan oleh Kyai Ahmad Zainuddin dengan memakaikan jubah berwarna biru sebagai tanda penghargaan.

 

Pada kesempatan itu juga, KH Bafadhal Ahmad Damhuji selaku Kepala Madrasiyah memberikan nasihat kepada para santri yang esok akan menjalani masa liburan. “Mari kita meminta kepada Allah dengan wasilah para waliyullah. Karena para santri esok akan berlibur”, ujar beliau di awal nasehatnya.

 

Menurut beliau, meski sekolah dan pengajian diniyah libur, bukan berarti segalanya libur. Para santri masih harus tetap menjaga rutinitas-rutinitas yang ada dalam pesantren. Seperti membaca Waqi’ah. Di pesantren santri setiap hari diwajibkan untuk membaca Waqi’ah sebelum Ashar, maka santri  di rumah harus tetap menjaga  kegiatan tersebut. Juga pembacaan surat Yasin sebelum sholat Jum’at, di rumah santri juga harus tetap membacanya walaupun tidak sebanyak jumlah bacaan di pesantren.

 

Kyai Dam juga menceritakan tentang tata cara hidup Kyai Anwar dan Kyai Bad yang mengikuti sunnah rasul. Sebelum beliau mengakhiri nasehatnya, beliau memberikan sedikit nasehat terakhir kepada para santri. “Semoga pulang dan kembali selamat, serta selalu diberi kesehatan. Jaga budi pekerti dengan siapapun, hormati orang yang lebih tua dan kasihilah orang yang lebih muda. Hal ini insyallah juga menjadi sarana mempromosikan pondok pesantren”, ujarnya.

 

Pewarta               : Robby Bagus

Editor/Publisher  : Moch. Fajar. Izzul. H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: