Isi VS Penampilan

Isi VS Penampilan

Lingkar Pesantren

Antara isi dan penampilan, kebanyakan orang akan lebih memilih isi yang berkualitas daripada penampilan yang menarik. Dalam penulisan makalah, artikel, atau tulisan ilmiyah lainnya, yang menjadi penilaian utamanya adalah seberapa bagus isinya bukan seberapa indah covernya.

Bahkan sebuah makalah yang mempunyai cover bagus malah mendapatkan pengurangan nilai. Dari pengalaman seorang penulis, ia sering mengirimkan beberapa artikel ke sebuah majalah. Tapi, dari semua artikelnya tidak satupun dimuat di majalah tersebut. Ternyata, kesalahannya artikel yang ia kirimkan ditambahkan hiasan-hiasan yang dirasa tidak perlu.

Tetapi, penampilan juga sangat diprioritaskan dalam membuat proposal atau cover buku bacaan. Sering saya terkecoh dengan buku yang bercover unik tetapi isinya biasa-biasa saja. Bungkus makanan dan minuman pun serupa, wadahnya unik, gambarnya bagus, tetapi tidak menjamin kelezatan rasa.

Begitu pula manusia, kita harus pandai memprioritaskan diri. Antara isi dan penampilan harus seimbang. Penampilan ‘kece’ tapi tidak berilmu dan tidak berakhlak tidak terpuji, juga tidak baik. Dan penampilan acak-acakan itu tidak sedap dipandang mata, karena islam itu agama yang indah, meskipun orang tersebut berilmu tinggi –terkecuali orang-orang tertentu.

Yang terbaik itu yang tengah-tengah saja, berpenampilan sederhana yang dihiasi dengan ilmu dan ahklak yang mulia.

Fb: Lingkar Pesantren

IG: @lingkarpesantren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: