Do’a Santri Untuk Rohingnya

Do’a Santri Untuk Rohingnya

 

Pelanggaran HAM terhadap warga muslimin Rohingnya di negara bagian Rakhine, Myanmar tak kunjung usai. Tidak diam, pemerintah Indonesiapun memberikan beberapa bantuan terhadap pengungsi di perbatasan Bangladesh dan Myanmar. Begitu pula gerakan do’a bersama yang dilakukan di banyak pesantren di Indonesia. Menyusul kegiatan do’a yang diadakan pondok pesantren Sidogiri pada Jum’at (7/09) lalu, pondok pesantren An-Nur 2 “Al-Murtadlo” menggelar acara yang sama pada Kamis, 14 September 2017 di asrama An-Nur 2 putri.

 

Acara yang diikuti oleh seluruh santri putri ini dipimpin langsung oleh beliau pengasuh, Dr. KH. Fathul Bari, M. Ag. Seusai sholat subuh dilaksanakan, ribuan santri putri berkumpul di halaman asrama dengan membaca sholawat asyghil, atau yang terkenal dengan sholawat Betawiyin yang berbunyi,

الهم صل على سيدنا محمد       و اشغل الظالمين بالظالمين

و اخرجنا من بينهم سالمين       و على اله وصحبح اجمعين

“Ya Allah limpahkanlah sholawat atas pemimpin kami Nabi Muhammad.
Sibukkanlah orang-orang dzolim dengan kedzoliman yang mereka perbuat.
Keluarkanlah kami dari lingkungan mereka dalam keadaan selamat.
Serta limpahkan pula sholawatMU atas keluarga Nabi Muhammad dan seluruh sahabat”

 

Dalam acara itu, KH. Fathul berpesan bahwa, satu muslim dengan muslim yang lain adalah satu anggota tubuh. “jadi kalau satu anggota tubuh tersakiti, maka anggota yang lain juga merasa tersakiti” ujar beliau. KH. Fathul juga menyampaikan tentang banyaknya penyiksaan yang ditujukan terhadap warga muslimin Rohingnya di Myanmar.

 

Beliau menegaskan, islam adalah agama rohmatan lil’alamiin, di negara yang mayoritas warganya islam, agama lain dapat memeluk agamanya dengan tenang. Tetapi tidak sebaliknya, muslimin yang hidup sebagai minoritas di suatu negara, tidak jarang mendapat perlakuan yang tidak manusiawi. “tidak lain, ini karena banyaknya isu terorrisme yang menyerang kaum muslimin” tambah KH. Fathul.

 

Dan dengan adanya kegiatan do’a yang bertajuk “An-Nur 2 Berdo’a Untuk Umat Muslim di Dunia” ini, para santri berharap saudara sesama muslim di Myanmar itu diberikan kesabaran, ketabahan dan kekuatan iman. “Seperti Amar, seorang sahabat nabi yang keluarganya disiksa orang-orang kafir, tetapi imannya tetap kuat”, terang beliau.

 

Dibacakannya sholawat asyghil, yang berarti sibuk,  para santri juga berharap orang-orang dholim itu dipertemukan dengan orang dholim yang lain. Sehingga, mereka akan menyibukkan diri dan kaum muslimin di dunia akan selalu mendapatkan keselamatan dari Allah SWT. “Sudah seharusnya kita mendoakan saudara kita di Myanmar, karena الدعاء سلاح المؤمن, do’a adalah senjatanya orang-orang mu’min” tutup beliau.

 

Tidak berhenti di situ, untuk menyusul kegiatan tersebut diadakan pula kegiatan serupa bagi santri-santri putra pada hari Jum’at (15/09) di depan masjid An-Nur 2 dan dipimpin langsung oleh beliau Kyai Zainuddin Badruddin, S. Pd. I.

(M.FIH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: