Dari Salatiga Menuju Gerbang An-Nur II

Li anna hadzal ma’had jamil” (karena pesantren ini bagus)

 

Demikian jawaban Mughni, salah satu mahasiswa fakultas bahasa Arab IAIN Salatiga, saat ditanya perihal memilih Pondok Pesantren Wisata An-nur II “Al-murtadlo” sebagai tujuan kunjungan, Rabu (11/04).

 

Rombongan dari IAIN Salatiga ini membawa 40 orang mahasiswa dari fakultas bahasa Arab dan 4 pendampingnya. Berangkat pada hari senin malam (10/04), untuk sampai di pesantren wisata ini memakan waktu sekitar 9 jam perjalanan. Meskipun begitu, semangat mereka ketika tiba seperti tidak surut sama sekali.

 

Selain karena branding pesantren wisatanya, menurut Bpk. Rofi’in, selaku ketua rombongan, kunjungan ini dilaksanakan di An-Nur II kerena integrasi pendidikaan formal dan non-formal yang dipadukan dengan baik. Ditambah lagi adanya pembelajaran bahasa Arab di asrama khusus.

 

Kunjungan ini juga ditujukan agar para mahasiswa memiliki bekal cara memanajemen pembelajaran bahasa Arab. Karena mereka saat ini telah menduduki semester 6 dan akan segera mulai semester 7 yang akan menjalani praktek pengajaran. Oleh karena itu, dirasa sangat cocok bagi para mahasiswa fakultas bahasa Arab ini belajar di lingkungan pesantren. Karena setiap harinya, para santri mempelajari kitab kuning yang tidak lain berbahasa Arab.

 

“Diharapkan para mahasiswa dapat memprektekkan ilmu yang didapat dari pesanten wisata ini”, imbuh Pak. Rofi’in, dosen asal Semarang itu.

 

Oleh karena itu, dalam salah satu sesi acara, PP An-nur II menampilkan demonstrasi para santri dari organisasi bahasa. Salah satunya, mereka menampilkan muhadatsah (percakapan) bahasa Arab dengan para mahasiswa. Demonstrasi yang dimoderatori oleh Muhammad Az-zamami itu, untuk memperkenalkan program bahasa yang dimulai sejak beberapa tahun silam.

 

Dan dalam pembelajaran bahasa Arab, Pondok Pesantren Wisata An-nur II “Al-murtadlo” ini memiliki organisasi khusus yang bernama Pergerakan Bahasa Asing (GERBANG) An-nur 2. Organisasi inilah yang menaungi pembelajaran bahasa asing: bahasa Arab maupun bahasa Inggris. Dari sisnilah tercetak para santri yang berperestasi dalam bidang bahasa. Tercatat sekitar 8 prestasi telah ditorehkan dalam 3 tahun terakhir ini.

 

*Sejarah GERBANG An-nur 2*

 

Bermula pada tahun 1980, beliau Almaghfurlah RKH. M. Badruddin, selaku pendiri PP An-nur II, berkeinginan agar para santrinya bisa berbicara bahasa Arab. Program ini mulai dirintis oleh Dr. KH. Fathul Bari S. S., M. Ag. Melanjutkan studi S1-nya pada 2004 yang mengambil jurusan sastra arab, tak lain, guna mengajar para santri untuk bisa berbahasa Arab. Maka dengan cara itu diharapkan bahasa Arab dapat terealisasikan secara merata.

 

Tidak sampai di situ, bahkan beberpa tahun berikutnya, didatangkan guru tugas dari Universitas Al-azhar, Mesir. Guru tugas tersebut, khusus mengajar para santri berbahasa Arab secara intensif. Dan setiap 2 tahun sekali para guru tugas terus berganti.

 

Berawal dari 12 santri kelas 1 SMP, program ini terus berlanjut hingga mereka naik jenjang ke kelas 2. Di tahun kedua itu, jumlah santri program bahasa Arab naik hingga 46 santri yang berasramakan di Kamar Kaca. Barulah di tahun ke-3, saat mereka berpindah ke asrama Billah 4, program ini kembali mengalami pemekaran dengan jumlah santri hingga lebih dari 100 santri. Namun, saat itu belum ada organisasi yang menaungi mereka.

 

Maka, pada 6 Agustus 2016 berdirilah organisasi bernama Pergerakan Bahasa Asing (GERBANG) An-nur 2 yang diresmikan oleh pengasuh, Dr. KH. Fathul Bari S.S., M. Ag. Semenjak itu, program bahasa Arab yang dipelopori oleh Ust. Imam Shobari itu menjamur di mana-mana. Ditandai dengan dibentuknya asrama bahasa yang lain.

 

Dan untuk santri yang mempunyai minat belajar bahasa Arab, tetapi tidak berada di asrama bahasa Arab, tim pengajaran Gerbang membuka kelas yang diadakan 1 minggu dua kali. Dan itu sesuai dengan semboyannya, “Membahasa Arabkan santri, dan menyantrikan bahasa Arab”.

 

Pewarta :Muhammad Miqdadul Anam

Editor : Izzul haq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: