DAHSYATNYA DZIKIR

odohONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Busr RA :
أَنَّ أَعْرَابِيًّا قَالَ لِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّ شَرَائِعَ الْإسْلَامِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيَّ ، فَأَنْبِئْنِيْ مِنْهَا بِشَيْءٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ ؟ قَالَ : لاَ يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللهِ عز وجل
Ada seorang Badui datang kepada Nabi saw kemudian berkata, ‘Wahai Rasulallah, sesungguhnya syariat-syariat Islam sudah banyak pada kami. Beritahukanlah kepada kami sesuatu yang kami bisa berpegang teguh kepadanya ?’ Nabi saw bersabda: “Hendaklah lidahmu senantiasa basah sebab dzikir kepada Allah yang maha mulia” [HR Ibnu Majah, Dishahihkan oleh adz-Dzahabi].

Catatan Alvers

Dalam hadits tersebut, Rasul saw menganjurkan untuk melanggengkan dzikir dan memperbanyak mengingat Allah. Ibnu Abbas menjelaskan maksud firman Allah, Waladzikrullahi Akbar bahwa Dzikir kepada Allah adalah ibadah terbesar dibandingkan ibadah lainnya. Dalam Ihya Ulumuddin, Imam Ghazali menjelaskan alasannya, bahwa dzikir mengharuskan adanya rasa suka dan cinta kepada Allah swt maka tidak akan ada yang mengamalkannya kecuali jiwa yang dipenuhi rasa suka, dan cinta untuk selalu mengingat dan kembali kepada-Nya. Maka perbanyaklah dzikir sebagaimana KH.Badruddin anwar menyuruh para santri hingga ustadz untuk senantasa berdzikir dan dari banyaknya dzikir yang beliau ajarkan maka kami menyusunnya dalam sebuah  buku yang kami beri judul awrad santri.

Dahsyatnya dzikir selanjutnya adalah mendatangkan perhatian Allah swt dan rahmatNya. Tsabit Al-Banani berkata, “Saya tahu kapan Allah menyebutku.” Orang-orang pun merasa khawatir dengan ucapannya sehingga mereka pun bertanya, “Bagaimana kamu mengetahuinya?” Tsabit menjawab, “Saat aku menyebut-Nya, maka Dia menyebut (mengingat)ku.” Bukankah Allah swt berfirman “Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu [QS. Al-Baqarah:152] dan dalam Hadits Qudsi disebutkan,
أَنَا مَعَ عَبْدِي مَا ذَكَرَنِي وَتَحَرَّكَتْ بِي شَفَتَاهُ
“Aku bersama hamba-Ku selama ia mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak karena Aku.” [HR.Ahmad].

Ternyata dahsyatnya manfaat dzikir tidak hanya bersifat dogmatik, namun juga secara saintifik. Dalam Buku “Allah: The concept of God in Islam”, Halaman 41 disebutkan bahwa seorang profesor psycologist dari belanda; Vander Hoven melatih para pasien yang semuanya non muslim untuk mengucapkan kata ALLAH dengan jelas dan berulang-ulang. Hasil dari penelitian yang dilakukan selama 3 tahun tersebut sangat mengejutkan, terutama sekali untuk pasien yang mengalami gangguan pada fungsi hati dan orang yang mengalami stress/ketegangan. Ia berkesimpulan bahwa Huruf pertama dalam ALLAH yaitu ‘A’ dapat melonggarkan/melancarkan pada jalur pernafasan, dan mengontrol pernafasan. Huruf konsonan ‘L’ dimana lidah menyentuh bagian atas rahang dapat memberikan efek relax. Dan huruf ‘H’ pada ALLAH tsb dapat menghubungkan antara paru-paru dan jantung dimana dapat mengontrol system dari denyut jantung. Ia juga melontarkan pernyataan yang mengejutkan bahwa seorang muslim yang biasa membaca Al-Qur’an secara rutin dapat melindungi mereka dari penyakit mental dan penyakit-penyakit yang ada hubungannya. Wallahu A’lam. Semoga kita semua menjadi Ahli dzikir yang menutup kehidupan dunia fana ini dengan lisan yang basah karena dzikir kepadaNya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: