Budak di rumah Sendiri..?

Budak di rumah Sendiri..?
Lingkar Pesantren
Sebuah fakta yang terjadi untuk bumi pertiwi, meski telah usai dari orasi kebiadaban, menjadi budak di rumah sendiri adalah predikat untuk tanah ini. Semua orang bertanya-tanya: “lalu apa maksud dari semua ini? dan bagaimana untuk merubahnya?”

Bila tak ada partisipasi dari semua warga, pasti akan hangus sebuah gubuk kecil di tengah ladang. Memang sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk mengharumkan nama Indonesia. Apalagi negri ini adalah warisan dari nenek moyang dan para pejuang tangguh. Maka dari itu kita harus senantiasa untuk memperjuangkannya. Dengan semangat yang membara, membuat takjub Si Adidaya. Maka kita harus bisa memutar balikkan fakta untuk kemaslahatan dunia.

Ingatkah pesan Ir.Soekarno? “Berikan aku 10 pemuda, maka kan ku guncangkan Dunia!”, ungkapannya tak akan berarti apa-apa, bila kita tak mempunyai partisipasi terhadap tanah ini. Kita bisa melaksanakan perintahnya, hanya berbekal tekad dan keyakinan, dan menunjukkan bahwa anak Indonesia mempunyai jiwa Ksatria. Sangat penting bagi kita dalam perjuangan ini.

Maka berperanlah demi tanah ini!. Jangan terlena dengan kebodohan asing, yang meracuni pola pikir anak bangsa, sehingga buta dengan budaya bangsa sendiri. Senantiasalah berusaha dan berdo’a, menyelaraskan nya di setiap moment, agar diridhoi oleh Sang Pemilik semua.

Fb : Lingkar Pesantren

Ig : @lingkarpesantren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: