Apresiasi Pesantren Terbaik, JTV Sambangi An-Nur II

Apresiasi Pesantren Terbaik, JTV Sambangi An-Nur II

Bersama PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. melalui salah satu produknya, Indomie, JTV kembali mengadakan event “Salam Santri” yang kali ini bertempat di Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” Bululawang Malang, Jum’at pagi (17/11). Kegiatan dimulai pada pukul 07.00 dan berlokasi di lapangan parkir bawah pondok pesantren untuk santri putra dan di lapangan pondok putri untuk santri putri.

Kegiatan “Salam Santri” ini meliputi jalan sehat, sarapan bersama Indomie, lomba tarik tambang, Jingle Indomie, dan berbagai perlombaan lainya. Para santri terlihat antusias mengikuti jalanya kegiatan ini. “Senang sekali, kegiatan semacam ini dapat menjadi hiburan kami di sela-sela kepadatan aktifitas. Selain itu kita juga bisa unjuk kreativitas melalui berbagai pelombaan” ujar Putra salah satu santri asal Bojonegoro.

Menurut Bpk. Abduh selaku Co. Event JTV, event “Salam Santri” merupakan sebuah reward (penghargaan) terhadap pesantren-pesantren terbaik di Jawa Timur tahun 2017 versi JTV. Di tahun ini, ada sekitar 9 pesantren yang dipilih sebagai pesantren terbaik. Diantaranya, PP. Sunan Drajat Lamongan, PP. Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, dan PP. An-Nur II Al-Murtadlo Malang. Saat ini masih tersisa dua pesantren yang akan dikunjung. Seperti PP. Al-Mawaddah Putri Ponorogo dan PP. Al-Falah Ploso Kediri. Pemberian penghargaan tersebut dibuktikan dengan sebuah sertifikat yang diberikan Bpk. Abduh sebagai perwakilan JTV kepada pengasuh pondok pesantren, Dr. KH Fathul Bari, M. Ag.

Selain sebagai reward, melalui event-event semacam ini bertujuan sebagai “syi’ar Islam”. J-TV mengajak masyarakat agar mereka memondokkan anaknya di pesantren. Ketika masyarakat ramai memperbincangkan masalah full day school, pesantren telah lama memberlakukan hal itu, bahkan 24 jam. “Kami merasa perlu mengpresiasi semangat santri, semangatnya mengaji, mencari ilmu yang dilakukanya selama 24 jam”, imbuhnya.

Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” , Dr. KH Fathul Bari, M. Ag. dalam sambutanya pagi ini, menginginkan agar kita semua belajar memahami arti kehidupan dari mie instan, “Saat ini di zaman yang semakin maju, semua orang menginginkan segala sesuatu dengan instan. Ada orang yang ingin kaya secara instan, mereka pergi ke dukun, atau ada juga yang ternak tuyul. Jadinya kayanya juga instan (sebentar). Meski namanya mie instan, kita tidak bisa langsung memakanya, masih ada prosesnya. Kita harus membuka bungkusnya, merebus , dan menunggu selama 2-3 menit. Maka harus dibutuhkan sebuah kesabaran”. Ujar beliau.

Kyai Fathul juga mengapresiasi para santri-santri yang berprestasi , salah satunya Ibrahim Dahlan. Ahad (12/11), ia baru saja menjuarai Olimpiade Nahwu tingkat nasional di UIN Sunan Ampel Surabaya. JTV bersama Indomie juga turut serta memberikan bingkisan terhadap para santri tersebut. Di akhir sambutanya, Kyai Fathul memberikan sebuah tagline penyemangat, “Indomie, Indofood, Indonesia”, ucap beliau yang langsung diikuti oleh ribuan santri.

Kegiatan ini diawali dengan jalan sehat santri yang langsung diberangkatkan oleh beliau pengasuh. Mereka berjalan dengan mengitari lingkungan pondok pesantren dan disertai iringan musik drumband An-Nur II. Setelah itu, mereka menukarkan kupon yang telah diberikan dengan sepiring mie yang telah disediakan. Kupon tersebut juga diundi dan bagi pemenangnya akan mendapat hadiah yang berupa aneka ragam kebutuhan para santri, seperti detergent, sarung, sajadah dan Al-qur’an.

Di ajang perlombaan tarik tambang, tampil dua tim dari SMP dan SMA yang akan memperebutkan juara pertama. Mereka adalah Billah Puncak atas melawan Billah Puncak bawah Al-Ghozali (SMP) dan Wali Songo barat melawan Al-Anwar (SMA). Keempat tim ini adalah tim yang telah lolos di babak seleksi yang telah diadakan hari Jum’at minggu lalu (10/11). Pertandingan berjalan sangat seru. Terbukti dengan lamanya waktu mereka bertanding. Setelah terjadi tarik ulur tambang yang begitu lama, pertandingan dimenangkan oleh Billah Puncak atas (SMP) dan Al-Anwar (SMA).

Sedangkan dalam ajang lomba Jingle Indomie, tampil 10 tim musik pilihan yang akan menampilkan permainan terbaik mereka guna memperoleh hasil terbaik. Kesupuluh tim itu adalah Billah 1, Billah 2, Billah Puncak bawah Al-Ghozali, Billah Puncak atas, Billah Puncak bawah selatan, Billah 4, Villa Pink, Wali Songo barat, Wali Songo timur, dan Al-Anwar. Mereka membawakan satu lagu wajib Jingle Indomie dan lagu pilihan mereka dengan durasi maksimal 5 menit. Disinilah kekreativan para santri dipertontonkan, ada yang menyanyi dengan tabuhan alat musik hadroh, kaleng, bahkan acapela dan beatbox. Untuk perolehan juara, Billah Puncak utara didaulat menjadi juara 3, Villa Pink juara 2, dan Billah 4 sebagai juara 1.

“Lomba semacam ini dapat menjadi pengembang kekreativan para santri. Kita semua menyaksikan mereka semua tampil dengan kekreativannya masing-masing. Ada yang pakai kaleng, bahkan ada juga yang tidak membawa alat, mereka bermusik melalui mulut mereka. An-Nur II memang kompak dan seru”, ujar Bpk. Abduh .

Pewarta : Robby Bagus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: