Lagi, 2 Santri Asal Thailand Mondok di An-Nur 2

Lagi, 2 Santri Asal Thailand Mondok di An-Nur 2

Penerimaan santri baru Pondok Pesantren An-Nur 2 Al-Murtadlo tahun ajaran 2017-2018 memang telah usai. Namun, Senin (11/09), Pondok Pesantren An-Nur 2 Al-Murtadlo kembali kedatangan dua santri baru asal Pattani-Thailand, mereka adalah Farhan Chemama dan Kholid Sa’ming yang diantar oleh saudara seperantaunya yang sedang menimba ilmu di Surabaya. Kedua santri ini menyusul 2 santri Thailand lainya, Usman dan Bukhori yang masuk tahu lalu.

Dengan berasramakan di asrama Villa Baru ini,nantinya mereka akan bersekolah di SMA An-Nur bersama ratusan santri kelas satu SMA yang telah masuk terlebih dahulu. Dengan perbaikan-perbaikan yang terus digalakkan dalam segala bidang oleh pengurus pondok pesantren, menjadikan pesantren ini semakin baik dan menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk memondokkan putra-putrinya disini, termasuk kedua orang tua mereka. “Pondoknya bagus, displaynya bagus, sekolahnya besar. Alhamdulillah bisa belajar disini, semoga nantinya kami bisa mendapat ilmu yang manfaat barokah”, ucap Farhan Chemama.

Tiba sekitar pukul 14.00, rombongan langsung menuju kantor pondok pesantren untuk menyelesaikan administrasi. Setelah dari kantor, mereka menuju maqbarah almaghfurlah KH Badruddin Anwar, diteruskan menuju kamar yang akan mereka tempati, menyelesaikan administrasi sekolah, serta sowan kepada pengasuh pondok pesantren, Dr. KH. Fathul Bari, M. Ag.

Dalam sowanya, pengasuh banyak sekali memberi motivasi kepada dua santri tersebut agar mereka semangat dalam mencari ilmu. Beliau juga memerintahkan, agar setiap hari mereka membaca doa Birrul Walidayn teruntuk kedua orang tua. “Dalam hidup itu selalu ada masalah, demikian pula dalam pondok pesantren. Dan kalian jangan lupa untuk selalu membaca doa Birrul walidayn teruntuk kedua orang tua”, ujar Beliau. Dengan bertambahnya santri asal Thailand, menunjukkan semakin banyaknya orang yang percaya akan kualitas pendidikan di Pondok Pesantren An-Nur 2 Al-Murtadlo tidak hanya di kancah nasional tetapi juga international.

(Bi’i)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: