Allah, I’m Sorry!

Artikel ini disarikan dari materi pengajian yang telah disampaikan oleh

pada acara Istighosah Zaadil Ma’ad edisi 20 April 2012 yang bertempat di MI Mambaul Hidayah Dumpul Tumpang.

 Keutamaan Istighfar

Edited by: Helmi, S.S.

KH. Dr. Fathul Bari, M.Ag.

Istighfar berasal dari kata istaghfara-yastaghiru-istighfar,  yang berarti memohon ampunan. Permohonan ampunan atau permintaan maaf kepada Allah biasa diungkapkan dengan ucapan “Astaghfirullah”, saya memohon ampunan kepada Allah swt. Ucapan istighfar ini harus sering diucapkan oleh kita, umat manusia yang tak luput dari salah dan alpa. Rasulullah saw. yang sudah ma’shum saja masih mengucapkan istighfar sehari-semalam tak kurang dari 70/100 kali. Rasulullah saw. bersabda:

وَالله إِنِّي لأَسْتَغْفِرُ الله وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

Demi Allah, saya memohon ampunan (istighfar) dan bertaubat kepada Allah dalam sehari-semalam sebanyak tujuh puluh kali.

Istighfar memiliki berbagai faedah dan efek positif. Ibarat obat, istighfar berguna untuk semua penyakit (multiguna). Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw. bersabda:

مَنْ لازم الاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجاً وَمِنْ كُلِّ ضِيْقٍ مَخْرَجاً ويَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ

Siapa yang istiqamah ber-istighfar, pasti Allah akan memberikan penawar buat segala kesusahannya, solusi buat semua permasalahannya, dan menganugerahkan rizki kepadanya dari arah yang tidak terduga.

Bisakah istighfar berfungsi ganda seperti yang disabdakan oleh Nabi Muhammad saw.? Logikanya, bila seorang anak meminta sesuatu kepada  ayahnya, sementara si anak pernah menyakiti hati ayahnya dan belum meminta maaf, maka permintaan si anak tersebut tak akan dikabulkan oleh ayahnya. Mengapa? Sebab anak tersebut masih memiliki kesalahan kepadanya. Namun, bila ia adalah anak yang baik, tak pernah menyakiti hati ayahnya, dan menjadi anak yang penurut. Maka, tanpa dimintapun sang ayah akan memberikan kebutuhan anak tersebut. Begitu pula dalam hal istighfar kepada Allah swt. ungkapan istighfar tersebut merupakan pengakuan kita bahwa kita telah melakukan banyak kesalahan dan tidak bisa melakukan perintah Allah secara totalitas. Harapannya, bila Allah sudah berkenan mengampuni, maka segala permintaan dan permohonan kita akan dikabulkan oleh-Nya.

Faedah istighfar banyak disebutkan dalam al-Qur’an, hadis maupun atsar ulama’. Diriwayatkan bahwa Imam Hasan Al-Bashri didatangi oleh beberapa orang yang mengadukan berbagai permasalahannya. Orang pertama mengadukan tentang kondisi desanya yang mengalami kemarau berkepanjangan. Imam Al-Bashri berkata padanya: perbanyaklah istighfar! Orang kedua mengadu bahwa dirinya sangat fakir, Al-Bashri menasehatinya: perbanyaklah istighfar! Lalu datang orang ketiga mengadukan kemandulan isterinya. Al-Bashri menjawab: perbanyaklah istighfar!. Lalu datang orang keempat, kelima dan seterusnya. Al-Bashri selalu menjawab dengan jawaban yang sama “perbanyaklah istighfar!”. Para hadirin terheran-heran dan bertanya-tanya. Ya Imam, begitu banyak permasalahan yang diajukan oleh mereka, tapi Anda hanya menjawab dengan satu kalimat yang sama. Al-Bashri berkata, tidakkah kau membaca firman Allah swt.

فقلت استغفروا ربكم إنه كان غفارا. يرسل السماء عليكم مدرارا. ويمددكم بأموال وبنين ويجعل لكم جنات ويجعل لكم أنهارا.

Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan Mengadakan untukmu kebun-kebun dan Mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: