Facebook Twitter
formats

Undangan Temu Kangen 2016

Published on July 11, 2016 by in Uncategorized

Temu Kangen Alumni

Kepada :

Yth. Bapak/Ibu/Sdr/i._____________________

Alumni PP. AN NUR II “Al Murtadlo”

Bululawang Malang

Di Tempat

 

Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, Puji syukur kepada Allah swt, Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan-Nya. Sholawat serta Salam senantiasa tercurahkan kepada Baginda Nabi Muhammad saw yang menjanjikan keluasan rizki, keberkahan umur serta kecintaan Allah, bagi orang yang bersilaturahim karena Allah (al-hubb Fillah).

 

Dalam rangka menjalin tali silaturrahim antara Alumni dan Pengasuh, Maka Kami mengharap kehadiran Bapak/Ibu/Sdr/i Alumni Angkatan Tahun 1979 – 2015 PP AN-NUR Al-Murtadlo Bululawang Malang Pada:

Read more…

 
 Share on Facebook Share on Twitter Share on Reddit Share on LinkedIn
No Comments  comments 
formats

BAHAYA MEMUTUS SILATURRAHMI

Published on July 7, 2016 by in Uncategorized

odohONE DAY ONE HADITH

 

Abdurrahman bin ‘Auf RA mendengar Rasulullah SAW bersabda :

قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَنا الرَّحْمنُ، وَأَنا خَلَقْتُ الرَّحِمَ، وَاشْتَقَقْتُ لَهَا مِنِ اسْمِي، فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ، وَمَنْ قَطَعَهَا بتَتُّهُ

“Allah ’azza wa jalla berfirman: Aku adalah Ar-Rahman. Aku menciptakan rahim dan Aku mengambilnya dari nama-Ku. Siapa yang menyambungnya, niscaya Aku akan menjaga haknya. Dan siapa yang memutusnya, niscaya Aku akan memutus dirinya.” [HR. Ahmad]

 

Catatan Alvers

 

Allah SWT maha pengasih lagi maha penyayang memerintahkan manusia untuk menebar kasih sayang diantara mereka terlebih khusus lagi kepada sanak saudara. Sebaliknya Allah melarang permusuhan dan saling membenci sesama mereka terlebih kepada sanak saudara

seperti kakak atau adik, bibi, keponakan, dan yang lainnya dari antara kerabat hingga dalam hadits qudsy di atas Allah berfirman : “Dan siapa yang memutusnya (tali silaturrahmi), niscaya Aku akan memutus (hubungan dengan) dirinya.

 

Imam Nawawi menukil perkataan Qadli Iyadh bahwa menyambung tali silaturrahmi itu hukumnya wajib dan memutuskannya adalah dosa besar. Adapun bentuk silaturrahmi berbeda-beda derajatnya mulai yang terendah yaitu saling menyapa meskipun cuman dengan saling mengucapkan salam dengan kerabat. Ulama berbeda pendapat mengenai kerabat yang dimaksud di sini. Ada pendapat yang mengatakan saudara mahram, sekiranya dilarang menikah diantara keduanya jika berupa laki dan perempuan dan ada pula yang mengatakan saudara dzawil arham, orang-orang yang mendapatkan bagian warisan baik mahram atau bukan.[Syarah Muslim] Read more…

 
 Share on Facebook Share on Twitter Share on Reddit Share on LinkedIn
No Comments  comments 
formats

DAHSYATNYA PUASA

Published on June 14, 2016 by in Uncategorized

odohONE DAY ONE HADITH

Dari Thalhah bin Ubaidillah RA, dia mengisahkan seorang Arab badui yang rambutnya berdiri (karena tidak diberi miyak rambut dan tidak disisir) datang menemui Rasulullah SAW. Dia berkata, ….Lalu dia berkata :

أَخْبِرْنِي مَا فَرَضَ اللَّهُ عَلَيَّ مِنْ الصِّيَامِ فَقَالَ شَهْرَ رَمَضَانَ إِلَّا أَنْ تَطَّوَّعَ شَيْئًا

“Beritahukanlah kepadaku puasa yang diwajibkan Allah kepadaku”. Beliau menjawab, ”Puasa di bulan Ramadhan, kecuali apabila kamu mau melakukan puasa lain sebagai tambahan.” [HR. Bukhari]

 

Catatan Alvers

 

Sabda Nabi ini menegaskan bahwa puasa ramadhan hukumnya wajib. Hadits ini berfungsi sebagai bayan tafsir dari kewajiban “Shiyam” dalam firman Allah swt:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” [QS. Al-Baqarah :183].

Puasa dalam bahsa arab disebut dengan shaum. Secara Bahasa, shaum merupakan sinonim dari imsak yakni menahan diri untuk tidak melakukan atau mengucapkan sesuatu dan bahkan ia maknanya lebih jauh dari itu yakni meninggalkan segala sesuatu. Adapun secara terminologis, shaum berarti, “Menahan diri dari makan, minum, hubungan seksual, dan perbuatan-perbuatan maksiat dengan niat yang ikhlas, dari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari. Ibadah ini diwajibkan mulai tahun ke-2 hijrah.” Read more…

 
 Share on Facebook Share on Twitter Share on Reddit Share on LinkedIn
No Comments  comments 
© The Excellent Islamic Boarding School
credit